Powered By Blogger
Jangan lupa tinggalkan pesan anda dan komentar anda setiap kali berkunjung ke halaman ini ya.....
Showing posts with label mind. Show all posts
Showing posts with label mind. Show all posts

Wednesday, February 20, 2019

[0055] Autentisitas

:: Bentuk Otentik Sebuah Fisik ::
.
.
.
Ini tadi malam nemu kata, tapi paginya lupa.
.
Intinya?
.
Mau ngomongin, kenapa saya susah sekali membedakan wajah si A, B, C saat nonton DRAKOR.
.

Friday, February 08, 2019

[0053] Mengendalikan diri

Apa pendapatmu tentang konsultasi ke psikiater atau psikolog?
.
Gila?
.
.

Monday, February 04, 2019

[0052] Memaafkan

:: Memaafkan Bukan Memberi Kesempatan Lagi ::
.
.
Dia dulu bilang, bahwa dia selalu memaafkan yang kemarin. Mengabaikan yang sudah berlalu. Menjadikan semua itu pelajaran.
.
Saya percaya, dia sudah memaafkan. Namun ternyata, waktu merubah sebuah sudut pandang.
.

[0051] Tulus

:: TULUS IKHLAS ::
.
.
.
Suatu hari, dia pernah mengatakan pada saya. Berapa pun yang kamu terima dari sebuah pemberian, besar-kecil, sedikit - banyak. IKHLASLAH saat menerimanya.
.
Tau? Bagaimana reaksi saya?
.

Sunday, October 28, 2018

[0028] Ketakutan

Ada seribu ketakutan mengurung hati dalam kebekuan dan diam.
Namun dengan satu niat baik yang terang benderang, ia melenyapkan seribu ketakutan itu, lalu menghadirkan keberanian untuk berkata.

Tuesday, October 23, 2018

[0022] KOMITMEN

APA KOMITMEN TER-PENTING YANG MASIH KAMU PEGANG DAN JALANI SAMPAI HARI INI?
.
.

[0021] Mama

Apapun sebutannya, seorang ibu adalah satu hal berharga yang tak akan tergantikan hingga ajal memisahkan.
.

Saturday, October 20, 2018

[0020] Tersenyum

Mencari satu saja senyuman ...
.
.
.
((Sebuah surat rahasia))
.

[0019] Panas Amarah

Jika menahan amarah itu adalah hal yang sulit, maka jangan pernah membenci apapun dalam hidupmu.
.
.

[0018] Jejak

Ada banyak hal memenuhi memori kata, seperti kamus yang belum tersusun rapi, dan semuanya tumpah berserakan di lantai warna hati.
.
.

Thursday, October 18, 2018

[0016] Sesakit Itu

Saat memandangmu, yang terlintas di benakku hanya satu...
Sesakit itukah jiwamu, hingga selalu hanya air mata yang bisa kamu hadiahkan baginya setiap hari?
.

Tuesday, October 16, 2018

[0015] Perjalanan

Dari sekian hari waktu hidupmu, apakah kamu sudah melakukan satu perjalanan terbaikmu?
.
.

Sunday, October 14, 2018

[0012] Tanyaku Padamu Anakku

TANYAKU PADAMU ANAKKU
.
.
Tanyaku padamu anakku,
 Apa yang ada dalam benakmu, ketika bunda menanyakan kabarmu dan teman-temanmu di sekolah?
Khawatirkah kamu tentang tanggapan bunda?
Atau mungkin kamu lebih senang jika bunda tidak pernah tahu saja?
.

Monday, October 08, 2018

[0008] Merindumu

Merindumu,
Dalam sepi kuberdoa
Meminta-Nya menjagamu
Sekalipun kita sudah tak lagi bersama
.
.

Friday, August 19, 2016

Belajarlah dari Mereka yang Tidak Pernah Berhenti Belajar

--
#OriflameChangesLives
#Belajar


BELAJARLAH DARI MEREKA YANG TIDAK PERNAH BERHENTI BELAJAR

(Screenshot fb Nadia Meutia)

.....


Sepanjang waktu saya mencoba, menuliskan beragam kata dalam serangkaian kalimat, bermaksud meningkatkan kualitas diri, terus belajar dan belajar. Dari siapapun, dengan media apapun, dengan cara bagaimanapun, dan kapanpun saya bisa...


Apa gunanya belajar bagi saya? Yang dirumah saja, mengurus anak saja, dan berkutat dengan rutinitas yang itu-itu saja.


Belajar itu layaknya memperbaharui nyawa, belajar itu seperti membangunkan diri yang tertidur pulas, nyenyak, lelap... Belajar itu adalah takdir bagi saya. Walau cukup bermodal satu hp android dan sisa keuntungan jualan untuk beli kuota internet.


Kenapa harus belajar? Karena belajar itu telah mengikat saya pada satu impian : HARUS PUNYA KARYA.


Karya apa?

Apa saja.


Sebagai penulis, saya ingin punya buku.

Sebagai sarjana arsitektur, saya ingin punya sesuatu hasil yang dibangun dari coretan gambar saya.

Sebagai istri, saya ingin keluarga yang sakinah mawaddah dan dirahmati Allah SWT.

Sebagai ibu, saya ingin anak-anak yang sehat, cerdas, dan punya masa depan bahagia dunia akhirat.

Sebagai seorang warga negara...

Sebagai seorang manusia...


Dan setiap peranan yang saya ambil telah memaksa saya mengikat diri dengan terus dan harus terus mau belajar...

Sampai akhir hayat.


Dan saya menemukan cara saya untuk tetap belajar... Disini... Dalam satu ruang bisnis, dengan komunitas besar, berisikan manusia-manusia dengan beragam watak, pola, kesadaran, impian... Disini saya harus belajar, tidak boleh berhenti, sekalipun jenuh... Harus mau mencoba lagi... Bangkit lagi... Mulai lagi...



Mencoba menemukan pesan terbaik dari proses yang saya jalani dalam ruang kerja istimewa ini....

Karena setiap kita harus mau belajar.



Keyakinan kita untuk terus melangkah, menjalani apa yang jadi sikap, pilihan, dan keputusan hidup kita... Menuntut kita untuk mau belajar. Belajar menghadapi masalah, belajar menerima resiko, belajar menjalani banyak hal yang tidak sesempurna bayangan kita.



Dengan belajar, perubahan otomatis akan ambil bagian. Menjadi lebih baik adalah tujuan, bagaimanapun beratnya suatu proses, jangan menyerah. Karena proses belajar adalah guru, pengalaman, dan catatan terbaik dalam hidup kita.



Siapapun kamu, siapapun kita, hari ini... Proses dan belajar adalah yang akan mengantarkan kita pada posisi terbaik yang layak kita dapatkan.


---


Kamu seorang yang suka belajar... Jangan pernah berhenti... 

Belajarlah dari mereka yang tidak pernah berhenti belajar...


---


Mau tau cerita lainnya? Simak terus ya halaman blog saya. Dan kalau mau tau lebih banyak, silahkan chat personal.

Boleh di :

WA 08888057770

BBM 5BCCF733

LINE shafiyyah.ulfah


Karena setiap hari adalah keajaiban yang ditemukan. Keajaiban yang datang dengan alasan pasti.



.salam.

.phy.

Konsultan Independen Oriflame

.membangun impian dengan kerja keras.

Tuesday, March 29, 2016

Menang Gengsi, Rezeki Melayang, Masa Depan Buyar

Pernah gak? Hanya karena memperturutkan keinginan, sesuatu yang sangat penting terabaikan.
Atau mungkin? Karena ego hari ini, rusak semua rencana masa depan.

...

Ini salah satu cerita prospek saya kemarin, sebut saja pasangan suami istri Adi dan Ani, punya dua anak, dan menghadapi banyak masalah finansial hari ini.
Saya ingin berbagi ini, demi menyampaikan sebuah solusi yang tidak mampu saya sampaikan langsung, karena bagi saya, mengetuk pintu dan menunjukkan bukti itu jauh lebih penting dari pada harus mendobrak masuk tanpa mengetahui situasi dan kondisi di dalam.

... Ceritanya...

Adi dan Ani sudah terbiasa hidup cukup, Adi sangat pandai mengatur keuangan, Ani juga pintar dalam banyak hal. Tapi kemudian perusahaan tempat Adi bekerja lebih dari 8 tahun, bangkrut. Adi di PHK. Sedangkan mereka masih punya tanggungan cicilan rumah hingga 10 tahun kedepan. Pun dua anak yang masih harus di nafkahi.
Adi cukup yakin bisa dapat pekerjaan pengganti dengan segera, dibantu banyak saudara dia mengusahakan banyak hal untuk bisa segera dapat pekerjaan kembali. Sambil menunggu, saya mencoba menanyakan apa rencana Ani untuk membantu sang suami.
Ada banyak hal dalam benak Ani, semua yang bisa dia kerjakan di kampung halamannya, dan bahkan pekerjaan kecil yang mungkin bisa dikerjakannya di lingkungan rumahnya. Hal-hal yang jadi usulan Adi, tapi lebih banyak hal yang tidak mempertimbangkan kondisi dan kemampuan Ani yang terbatas.
Namun kemudian ada beberapa hal yang menghentikan langkah Ani untuk memulai semuanya.

. Adi tidak ingin anak-anaknya diasuh orang lain, dengan alasan karena tidak ada biaya untuk bayar pengasuh. Dan karena mereka berdua tinggal jauh dari keluarga, mereka tidak bisa menitipkan anak-anaknya sewaktu-waktu. Kalau Ani mau bekerja, anak-anak tetap harus dibawa.
. Ani sendiri merasa tenaganya sangat terbatas, pekerjaan rumah tangga, dua anak, dan masalah kesehatannya sendiri selalu jadi alasan besar yang menghentikan rencana-rencananya.
. Adi yang berpandangan bahwa, hemat itu lebih penting dari pada yang lainnya. Dan kalimat dari Adi yang menyatakan, "biarkan saja saya yang bekerja, dan cukupkan apa yang ada." Menyebabkan Ani tidak berani mengambil sikap yang berbeda atau bahkan menentang keputusan suaminya. Bahkan hanya dengan 25ribu rupiah perhari, Ani harus mencukupkan segala kebutuhan makan sehari-hari keluarga kecil mereka.
. Ani sendiri memiliki ketakutan yang besar, dengan selalu mengatakan, "kalau nanti...." Dan itu selalu diikuti dengan hal/kemungkinan terburuk. Semisal, "kalau nanti saya jualan, kerjaan rumah pasti gak bisa selesai." Atau, "kalau nanti anak-anak diajak pindah semuanya, siapa yang bakal bayar cicilan rumahnya? Sedangkan untuk yang hari ini aja cuma dicukup-cukupkan.

Nah...
Karena saya merasa harus membukakan pandangan Adi dan Ani, maka saya coba tuliskan 3 hal yang bisa menghapuskan pandangan buruk mereka.

Menilai suatu hal itu yang akan kita pilih harus dari sudut kebaikan, dengan cara yang baik, dan mengambil alih ruang positifnya secara keseluruhan. Karena ketika kita melihat banyak hal dari sudut negatif atau sisi buruknya, maka semua langkah itu akan jadi buyar, batal terwujudkan.
Semisal...
Saya pernah mengambil keputusan untuk berjualan pisang goreng, maksud baiknya adalah ini adalah jajanan yang paling enak yang selalu saya bikin. Cara terbaiknya adalah suami mendukung, ia berbaik hati untuk mengantarkan pisang goreng saya ke beberapa toko kue, dan ruang positifnya, adalah dengan saya tidak merasa dipaksa dan semua terselesaikan dengan baik. Kami tidak pernah meremehkan pisang goreng yang hanya Rp.1200-an saja, dengan Rp.200 keuntungan bersih, setidaknya kami sudah menemukan cara mengelola bisnis bersama kami sejak awal. Apakah kami gengsi? Tidak. Karena usaha kami halal, dan baik.

Yang kedua,
Menyenangkan istri itu selain dengan mencukupkan nafkah lahir, juga memberikan nafkah batin. Dengan apa? *menjadi pendengar yang baik
*mau menanyakan keluhannya
*tidak menunda atau mengurangi apa yang jadi hak atau kebutuhannya
*memberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya
Dan masih banyak hal lainnya, yang kiranya ini bukan hal untuk mendikte para suami, tapi ada baiknya kita belajar bersama, jika kita memang belum mengerti, belum paham...
Pelajaran yang lekat dalam benak saya adalah kedua orang tua saya. Papa tidak pernah melarang atau menghalangi mama untuk melakukan apa saja yang bisa membuat mama berkembang, jaman saya kecil, mulai kursus menjahit, bahasa inggris. Lalu belajar menyetir mobil, sampai beberapa tahun lalu, mama ikut kelas bahasa arab, dan akhirnya mengajar kelas kecil di rumah. Semua didukung papa. Tanpa pernah papa lupa membelikan mama bedak, baju, hingga tiket untuk pulang kampung.
Apa papa gengsi mendukung mama? Membuat mama jadi lebih hebat setiap harinya? Tidak. Karena kalau papa gengsi, saya yakin... Mama tidak akan sehebat hari ini. Apa mama gengsi belajar lagi walau usianya sudah lewat 50tahun? Tidak. Karena gengsi itu membunuh masa depan.

Terakhir,
Dari kasus Adi dan Ani, antara berhemat, menitipkan anak, dan saling mendukung untuk mencukupkan rezeki. Saya tahu, prioritas setiap orang itu berbeda. Namun ada baiknya kita membaca...
Allah itu mencukupkan rezeki kita, seperti halnya ketika kita sudah berusaha dan tawakkal dengan benar. Tidak ada yang namanya hujan duit dari langit. Dan sama seperti hidayah, rezeki itu harus dicari, dikejar, diraih. Karena dia tidak datang cuma-cuma.
Ketika suami meringankan istri, maka rezeki itu tak akan pernah kurang bagi suami dan istri itu. Meringankan istri dengan apa? Memberinya asisten rumah tangga, atau bahkan melakukan pekerjaan rumah tangga lebih dari yang istrinya mampu lakukan.
Saat istri diringankan, maka akan lebih banyak waktunya untuk fokus pada anak-anaknya, ibadahnya, dan juga kebutuhan rumah tangga lainnya? Dan apakah dengan begitu rezeki rumah tangga itu akan berkurang? Saya rasa tidak. Karena, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha.
Anak-anak yang adalah amanah, harusnya bisa jadi motivasi ihlas dalam berusaha menjemput rezeki, dan itu tidak akan mengurangi atau mengabaikan hal lainnya. Jika suami tidak gengsi meringankan tugas istri, maka tidak akan ada alasan rezeki tertunda. Jika istri tidak gengsi dengan semua kebaikan dan usaha suami, insya Allah tidak akan ada salah paham ketika istri ingin memberikan yang terbaik bagi keluarganya.

---
Cerita dan catatan lainnya, simak di halaman toko bunda saffa.

Hapus gengsimu sekarang, lakukan bisnismu dari yang kecil, jangan menyerah... Karena memenangkan gengsimu = mematahkan masa depanmu.

.salam.
.phy.

*gambar nemu di fb

Tuesday, March 22, 2016

Suami yang Baik : Belikan Istrimu Bedak dan Parfum

#OriflameChangesLives

---

Bun, kalau beli bedak jangan yang mahal-mahal. Bunda kan gak pernah keluar-keluar. Mubadzir.

Bun, pakainya pewangi baju aja. Kalau kecium orang lain wangi parfumnya entar jadi dosa, lo.


Wait... Wait...
Pernah dapat komentar seperti itu? Atau para bapak-bapak, pernah mendoktrin istri-istrinya begitu?

Tenang pak... Saya kasi penjelasan sedikiiit saja.
Tapi sebelumnya saya mau tanya, tolong dijawab jujur ya...

Bapak kerja kantoran? Lihat gak, di kantoran para pekerja perempuannya cantik, menarik, berbedak, wajah bersih, cerah, dan menyenangkan buat para klien.
Atau bapak pernah ke minimarket dekat rumah? Pramuniaganya pasti tampak segar dan cantik dengan bedak yang rapi di pipi.
Atau mungkin, bapak suka wewangian??? Pulang dari kerja, suka istrinya masih bau terasi, ikan asin, atau bau asap dapur?

Ya.
Sebenarnya kalau mau jujur, memodali istri untuk tetap cantik dan wangi itu pahalanya dama dengan menyenangkan hati istri looo.

Gak percaya?

Saya punya seorang kenalan, dia pakai cadar setiap keluar rumah, kalau pertemuan ibu-ibu dibuka dong cadarnya... Tau gak, orangnya cantik, kulitnya bersih, bedaknya halus dikulitnya, bahkan ada sapuan tipis warna orange dibibirnya. Duduk di dekatnya wangi dan segar. Gak ada bau sambel apalagi terasi. Padahal anaknya lima, gendong cucu juga kalau dirumah.

Belum lagi, buat kita yang muslim. Bersih, wangi, cantik, terawat, itu adalah salah satu bentuk syukur kita pada banyak keberkahan hidup yang kita terima.
Setiap mau shalat, bahkan disunnahkan untuk memakai sedikit wewangian bagi laki-laki. Kalau perempuan, setidaknya seusai mandi dengan memakai wewangian akan menyatakan diri bahwa dia sudah menuntaskan yang menjadi kewajibannya.

Jadi, belajar dari papa saya yang adalah seorang suami yang baik. Menyisihkan sedikit rezeki untuk membelikan istri bedak dan parfum itu, banyak pahalanya. Dan setau saya, papa saya belum pernah menolak laporan mama saya, ketika mama menyodorkan kemasan bedak, pelembab, foundation, juga botol parfumnya yang kosong.

Kalau istri cantik, bersih, wangi, terawat, siapa yang senang dan bahagia di rumah??
*silahkan dijawab*

Untuk para bapak, ayah, suami, yang masih khawatir istrinya menghambur-hamburkan uang belanja cuma untuk belanja bedak dan parfum.
Segera tanya saya. Saya akan ajarkan bagaimana caranya agar bapak-bapak tidak lagi berkeberatan membelikan istrinya kebutuhan-kebutuhan untuk mempercantik penampilannya.
BBM 5BCCF733 // WA 08888057770

.salam.
.phy.

Thursday, February 04, 2016

Tiga Rumus Hebat Cepat Kaya

Salah satu tulisan di blog emak2 blogger kemarin bilang, bikin lah judul yang WOW. Jadi biar blogmu banyak yang mampir.

Ga pa pa lah... Saya coba.

---

Pagi ini ayo kita bikin rangkuman sederhana, untuk kamu yang #Sensing. Eh... Sudah tau Sensing itu apa? Coba aja dulu tes #STIFIn.

Biar kamu cepat kaya :

1. Punya bisnis sendiri, yang melibatkan banyak orang, banyak teman, dan banyak perputaran uangnya. Salah satunya adalah bisnis jual-beli. Kalau bisnis jasa, kamu butuh tim solid yang bisa saling mendukung. Kalau jual-beli kamu bisa jadi 'point of interst' nya, jadi jangan pernah takut untuk mengajak temanmu untuk join bisnis dengan kamu.

2. Simpan 70% keuntungan bisnismu. Yup. Banyak? Tidak. Dan simpan dalam bentuk 'mati' jangan sekedar uang tunai. Investasikan 70% itu dalam bentuk sebidang tanah, sekotak emas, atau berlian. Jangan dalam bentuk kendaraan bermotor apalagi gadget. Lalu manfaatkan 10% saja untuk kebutuhan pribadi, termasuk 2,5% ZAKAT penghasilan, infaq, shadaqah, 20% nya bisa diputar untuk modal dan lain-lain.

3. Gunakan waktu kerja untuk kerja, waktu luang untuk ibadah dan istirahat secukupnya. Kurangi atau kalau bisa hindarkan diri dari sifat 'mubadzir'. Mubadzir atau menyia-nyiakan ; waktu, uang, hingga keuntungan yang didapat hari ini. Ibaratnya mengayuh sampan, kalau belum sampai di pantai dan membangun istana, jangan kebanyakan santai-santai.

Nah...
Cukup, tiga dulu. Rangkuman solid yang bisa saya tuliskan pagi ini.
Jadi, kalau mau cepat kaya : jadilah orang baik yang disiplin, juga rajin sedekah.

Selamat pagi.
Mari kita sibuk-sibuk lagi.

.salam.
.phy.

Wednesday, April 02, 2014

[Me] Sesap, Lenyap, Menemukan

Dalam kehidupan, ada masa kita mencari waktu untuk bisa melakukan jeda.
Saat jeda itu kita dapatkan, lalu apa yang akan kita lakukan?


Saya mencobanya...

Sunday, February 02, 2014

[Me] Kata-kata


ingin selalu tersenyum, kalau bisa...
jangan ada lagi air mata, kalau bisa...
tak ingin tersiakan lagi semua usaha, kalau bisa...

padahal

memang bisa...

bagaimana bisa???

--