jangan lupa tinggalkan pesan anda dan komentar anda setiap kali berkunjung ke halaman ini ya.....

Sunday, December 11, 2005

Mom says, I listen and thinking

Mom’s thinking that something best for me.
I always believe that.
But as a human, we are not 100% right, not 100% false
Sometimes we do something good beside on something wrong
Almost always right even sometimes do some mistaken

Mom’s doing the same too
Even it right for mom says, but not always right for us.
As a daughter we have responsibilities to do something good too
Not about mom’s thinking, but it about what we are thinking
It’s complicated.

Sometimes mom can’t receive our mature of thinking
It makes everything false if we do something about our opinion.
It’s same like to love somebody that difficult to describe his future, his life, his opportunity
I lost some words, to explain!

100%
We can’t do that to something on earth.
We just can do something 100% just for God!

100% believe
100% obey
100% want to meet Him

Difficult for me to say about that, if we have different point of thinking
Because in my mind, is full about how to make all people beside on me believed …

God have all the answer of our problem.
God never leave us.
God always here, beside on people that always call Him to ask help.
Jus ask for Him.

100% is something not easy, but not too difficult too if we know the best thing for our life and our future.
I’m absolutely not perfect, but I’ll try to do the best thing because I know I can.
And as long as God blesses me, I believe, everything going to right.

I don’t know, how I can tell you about this. Because I never know how much you force your energy to believe, to obey, to do something that your God ask for His entire creature.
I just want to try, to make you sure. You are in the right way on your life.

It’s something unbelievable, if a mom hates her daughter because her daughter does something good for her life, for mom and herself as a daughter. No one wise mom will do that.

My words enough, till this sentences.
Hope you’ll get better day.

Love and care.

-phy-

Saturday, November 26, 2005

TRY TO FIND THE NEW ONE

today, I want to be green...
don't know why
but the new fact of me
I'm missing you

some one that will love me in the future
not just because you need me
but the real....
you want me

my friend told me about marriage...
they look so happy after get a baby
and I will always miss that time

today I'm green
not blue...
even someone there feel blue
I keep my green, here.

I try to find the new one
someone that will always give his smile to make me happy
someone that will never forget forever live...

green...
keep this green in your heart

I'll be right back with my new word

love
-phy-

Wednesday, November 02, 2005

UNTUK YANG TERCINTA, LELAKI PILIHAN

Dia lelaki pilihanku
Lebih tepatnya dia yang memilihku
Dari senyumannya aku pahami ketulusannya
Dari tatapannya aku mengerti keseriusannya
Dari yang dia lakukan untukku
Aku yakini satu, dia akan membahagiakanku selamanya
Dari yang dia ungkapkan padaku
Aku percaya, dia akan membimbingku
Dan tak ada yang akan mampu menyangkal kebenaran itu semua
Tepat saat dia memintaku
Untuk menemani dirinya
Selama sisa usianya
Bersama
Dia lelaki yang menyanjungku
Walau tanpa cantikku
Dia lelaki yang menyadari keindahan
Bukan sekedar dari tampilaku
Dia lelaki yang selalu kembali padaku
Walau aku selalu bergantung dipundaknya
Dia yang bersandar padaku
Walau kesedihannya tak dihadiahkan untukku
Tapi akan kusediakan pundakku
Untuknya kembali bersandar
Atas setiap kelelahannya
Kelelahan untuk membuatku bahagia
Bersamanya
Dia yang tak pernah melupakan yang dipesankan langit
Untuk tetap mencintai Tuhan yang menciptakannya
Agar saat dia sedih
Dia tak lari pada kekhilafan
Agar saat nestapa membayangi
Dia tak menafikkannya dengan kejahilan
Agar saat kehilangan ada dihadapannya
Dia tetap bisa merelakannya dengan lapang dada
Dan dia akan tetap bisa melalui sisa hidupnya dengan cinta Tuhannya
Meskipun aku tak bersamanya
Dia yang akan selalu mengingatkanku
Untuk tetap menjadi seorang yang terhormat
Bersamanya
Atau sendiri tanpanya
Karena dia selalu percaya
Kecantikan perempuan yang dipilihnya
Adalah karena perempuan itu adalah seorang yang terhormat
Menjaga kehormatan sepenuh jiwa
Selamanya.
Dia pilihan hidupku
Yang tertawa bahagia dan menangis dalam duka bersamaku
Menjalaninya dalam nikmat sujud pada Sang Pencipta
Dia yang akan selalu berpesan padaku
Untuk tetap menjalani hidup dengan senyuman
Walau semua yang ada hanya titipan
Tapi kerelaan besar yang diajarkannya padaku
Adalah satu yang terbaik dalam hidupku
Dia yang jadi segalanya untukku
Karena senyumannya yang menuntunku untuk terus percaya
Kasih Tuhan untukku ada ditangannya
Ada dalam belaiannya
Ada dalam dekapannya
Dia yang akan terus mendampingiku
Untuk terus mengerti
Bahagia adalah sahabat syukur
Duka adalah sahabat pasrah
Kerelaan dari segalanya akan membuat yang dijalani saat ini
Menghadirkan senyuman di akhir segalanya
Aku yang akan jadi lentera kala gelap hatinya
Agar ia tetap bisa temukan pilihan jalan
Diatas kebenaran yang telah dijanjikannya padaku
Agar dia tetap mampu
Selesaikan semuanya tanpa gelap mata
Agar dia tak tersandung
Kala semua hambatan itu menghadang didepan
Dalam gelapnya
Aku akan menjadi pijarnya yang abadikan senyuman dalam hidupnya
Yang selamanya akan lencarkan jalan hidupnya
Yang seutuhnya dengan tunduk menghormatinya
Dengan kebenaran
Dengan kejujuran
Dengan keikhlasan
Dengan segala kemampuan
Dengan tetap percaya
Tuhan akan tunjukkan yang terbaik bagi hidup yang akan ku jalani
Bersamanya
Dia lelaki yang memilihku
Dan telah kupilih
Untuk menjalani sisa hidup
Bersama
Atas izin Allah SWT
Atas ridha kedua orang tua kami

Tapi waktulah yang akan tentukan segalanya
Karena manusia hanya dipersilahkan
Untuk berencana
Merangkainya dalam cita-cita
Dan berusaha semaksimal mungkin
Sedaya kemampuan
Sekuat tenaga
Dalam hidupnya
Agar tak ada sesal
Saat Tuhan tentukan akhirnya
Karena cinta pada yang menciptakan
Haruslah lebih besar
Dari pada cinta pada ciptaan-Nya
Agar hidup tetap berjalan sesuai rancana kita
Agar segalanya tak terlalu jauh dari harapan kita
Karena sesuatu hari ini
Tak ada yang begitu sempurna
Selamanya
Tak akan cukup sempurna didapatkan
Seiring dengan berjalannya waktu
Semua akan tahu
Dia memang yang pilihan
Atau aku yang memang pantas dipilih
Aku yang pilihan
Atau dia yang memang pantas untuk dipilih
Satu
Dan selamanya satu
Malang, 30 Oktober 2005
20.20 WIB

Sunday, September 11, 2005

love forever love

gak banyak yang bisa diceritakan hari ini...

just be yur self aja, deh....

saya sedang banyak menyimpan rindu atas kenangan-kenangan yang telah berlalu

selamat malam

Monday, August 22, 2005

TRY TO THINK SO HARD

#1

Not be the first
But try to do the best
Even the sky fall in to your glass
No matter how long you were waiting
No matter how far you were gone
Just do the best
Be your self
With your own good personality
You’ll be the best for the next

You can write anything like what you want
But always check the mirror
That’s will make you know
Is that good or not
That you were written for some one
Is that makes somebody hurt or happy
Is that makes the reader understand you or hate you

Love is not to have
Love is not to hurt
Love can waiting for the best
Love never pressure you to do something that you can not do
Love
Love is just something about understanding
Love never thinks about everything bad
Love is just about you and me

One kind about missing someone
One thing about waiting
One word that so difficult to say
One and always be the only one

Never want it back
Never think it will be back
Never ask it back
Just try to waiting it
But don’t know until when
And still keep on silent to wait


Think too much
My comp. August 19, 2005
I try to clean my head.
19.47 on my left arm.


#2

Biarkan langit tetap gelap
Meski matahari telah kembali
Aku tak akan beranjak dari dudukku
Karena aku masih ingin menunggu
Semalam lagi
Menunggumu

Sejak kamu memutuskan untuk tak lagi menoleh kebelakang
Sejak kamu menginginkan perpisahan itu
Sejak kamu memalingkan pandanganmu dariku

Sungguh…
Aku tak ingin katakan kalau aku…
Sungguh tak rela kehilanganmu
Sungguh tak ingin jadi orang lain bagimu
Sungguh tak harapkan perpisahan ini
Sungguh…

Biarkan aku lewatkan semalam lagi disini
Terdiam dalam bisu sedih hatiku
Simpankan semua kenangan tentangmu
Tanpa seorang pun tahu
Karena waktu akan segera berlalu
Dan hari pun berganti
Hingga aku melupakanmu

Phy…
Remember someone
Home. August 20, 2005
07.25

#3

Menggaruk senja dengan cakaran amarah
Menghapuskan jingga tanpa pernah mewarna ungu
Mengusir segala pedih dengan angkara
Membuang kenangan tanpa pernah menghargainya
Dan aku berhenti sampai disini

Katanya…
Perempuan datang dengan masalah
Tanpa pernah peduli mata telah basah
Tanpa pernah tau kekesalan yang membuncah
Tanpa pernah memusingkan muak yang memenuhi otak

Kata dia…
Perempuan selalu meninggalkan masalah
Tanpa rasa dia pergi
Tanpa berfikir dia pergi
Tak pernah tau telah tinggalkan apa

Katanya…
Hanya satu perempuan yang tak lakukan itu
Hanya seorang saja yang selalu datang dan pergi
Dengan segala keindahan
Hanya seorang

Kata dia…
Akan sulit mencintai perempuan selain dia
Akan sulit karena tak akan pernah ada dua nya
Akan sulit untuk mempertahankannya
Kecuali ketulusan itu memang ada…

Kata dia…
Hanya bunda
Yang datang tanpa masalah
Pergi tanpa masalah
Dan selamanya hanya satu

Tapi…
Perempuan bukan cuma bunda
Dan semua perempuan akan jadi bunda
Tak ada perempuan yang inginkan kesendirian
Karena itu lelaki diciptakan

Phy…
About someone that I miss so much
Home. August 20, 2005
07.40

WHAT DO YOU THINKING ABOUT 2

HAL YANG KE DUA....

Kamu tahu?
Aku tak pernah sendiri
Aku punya diriku yang lain
Jadi aku tak pernah sendiri
Kamu tahu?
Aku tak pernah merasa terlalu sepi
Karena musik temaniku
Jadi aku tak pernah merasa terlalu sepi
Kamu tahu?
Aku sulit membedakan sakit
Aku punya anti body yang kuat
Jadi aku sangat jarang merasa sakit
Kamu tahu?
Aku punya jiwa yang lain
Selain jiwaku yang hari ini
Yang tak pernah terluka
Yang tak mau melukai
Yang memilih segala jalan kebaikan
Jadi aku adalah seorang pemaaf
Pada sisi diriku yang lain
Kamu tahu?
Aku yang sebenarnya adalah yang menuliskan kalimat ini
Aku yang sedang sendiri
Aku yang merasa sepi menghantui
Aku yang menahan sakit di badanku
Aku yang menahan luka di hati
Aku yang tak akan pernah katakan ini pada siapapun
Kamu tahu?
Aku ingin melewati batas itu
Batas yang memisahkan antara diriku
Dengan sisi diriku yang lain
Sisi diriku yang tak pernah terluka
Diriku yang selalu bangga
Untuk satu masa depan impiannya
Kamu tahu?
Tidak!
Kamu tidak pernah tahu aku!
Dan selamanya akan sulit bagimu
Untuk tahu aku.

Phy, lone sick and empty
August 21, 2005
09.00 a.m

WHAT DO YOU THINKING ABOUT 1

HAL YANG PERTAMA....

Kalau saja langit boleh memilih bintang yang dibiaskannya
Kalau saja langit boleh meminta pekerjaannya digantikan
Kalau saja aku boleh meminta sekali lagi padamu
Kalau saja aku boleh berada di dekatmu selalu…
Kalau saja aku boleh…
Sangat ingin aku katakan…
Kalau aku kehilanganmu
Kalau aku merasa sepi…
Sendiri menikmati rasa sakit ini
Tanpa tahu siapa yang harus kutemui
Kalau saja bulan boleh memilih bentuknya sendiri
Kalau saja matahari boleh memilih bintangnya sendiri
Kalau saja aku boleh menemanimu melewati hari-hari itu
Kalau saja aku boleh memilih tempatku disisimu
Kalau saja aku boleh…
Tak akan pernah bisa kukatakan padamu tentang sepinya hari ini
Tak akan pernah kamu tahu aku sangat ingin menangis
Tak akan pernah mampu kuceritakan padamu sedihnya sendiri
Karena itu aku menyimpannya sendiri
Karena itu aku biarkan mereka juga tidak tahu

Kalau saja angkasa tak sulit dicapai
Kalau saja langit tak sulit diraih
Kalau saja semua semudah bernafas hari ini
Kalau saja semua seperti saat terlelap
Kalau saja semua bisa dilakukan, sendiri

Tapi…
Kalau aku menangis sendiri
Juga tidak apa-apa
Kalau aku terlelap sendiri
Tidak akan jadi masalah
Kalau aku jalan sendiri
Gak akan ada yang protes
Karena semua sudah aku dapat
Kasih sayang
Cinta
Teman
Sahabat
Semuanya
Karena aku tak akan pernah jadi sendiri
Selamanya.


Phy, lone at comp. August 21, 2005. 08.50 a.m

Tuesday, August 16, 2005

SURAT CINTA II

Hh....
rasanya sungguh tidak nyaman menyimpan semua ini sendiri....
untuk kalian yang juga pernah merasakan apa itu men-cinta...
biarkan aku menuliskan ini, walau seorang yang ku-cinta itu ytak akan pernah ingin membacanya.....


Maaf…
Kalau sudah ingin menulis… aku tak bisa menahannya bagaimanapun. Sudah kuisi buku harian... pun aku masih ingin mengatakan banyak hal tentangmu yang sampai hari ini hanya tersimpan dalam benakku saja.
Bukan.. bukan tentang rasa hati yang tidak bisa dikontrol, tapi ini lebih dekat pada logika otakku, hasil kerja sementara yang masih belum bisa kutuangkan dalam cerpen atau novel sekalipun. Bahkan bait-bait syair yang biasa aku tulispun tidak bisa kugoreskan walau hanya satu kalimat. Semuanya terlintas tanpa pernah bertemu dengan pena dan tinta.

Seperti yang kakakku bilang, aku tak pernah mengurungkan niatku ketika aku menyadari kalau aku sungguh-sungguh menyayangi semua yang ada dalam hatiku saat aku menghadapinya.
Begitu juga dengan kamu...... Aku gak tahu kenapa, meskipun aku sudah berusaha menghapus segala hal tentang kamu dalam kepalaku, tetap saja sosok kamu muncul mengisi sela waktu kegiatanku.
Aku hanya ingin tahu. Siapa sebenarnya aku, untukmu. Karena aku gak akan lagi menjadi orang asing dalam hidupmu, meskipun kita harus terpisah selama puluhan tahun. Pasti masih ada sedikit kenangan yang tersisa seandainya saja kita tetap terpisah walau tanpa pesan.
Kamu bilang aku gak akan bisa jadi orang yang kamu inginkan itu, walau sebelumnya kamu pernah bilang aku lebih dari dia yang pernah sangat kamu inginkan itu, entah…
Aku gak tahu berapa lama kamu menyimpan rasa sayangmu buat dia, padahal kamu tahu kamu gak bisa jadi yang dia inginkan, padahal kamu sudah memutuskan untuk mundur dari hadapannya, tapi kenapa kamu juga melakukan hal yang sama terhadapku…
Seorang yang baru kamu kenal.
Meskipun kamu gak akan pernah menjawabkannya untukku, tapi aku yakin kamu masih menyimpannya. Catatan itu…
Aku gak akan pernah memintanya kembali darimu kalau kamu memang ingin menyimpannya. Tapi ingatlah… aku bukan orang yang mudah untuk dilupakan. Semua sahabatku mengatakan itu, aku adalah manusia yang ditakdirkan untuk selalu meninggalkan kesan…
Yang pasti, kesan kedekatanku denganmu akan selalu melekat dalam benakmu lewat tulisan-tulisan itu, dan aku juga tak akan pernah menghapus satu memori dalam otakku tentang kamu, sampai kapanpun.

Apa aku pernah bilang?
Kamu adalah satu bintang dari serangkaian rasi yang kurajut dalam hidupku?
Dan sinar bintang itu tak akan pernah padam, meskipun big bang menghancurkannya lewat black hole. Aku tahu… pasti kamu akan tidak suka jika mendengarnya, karena kamu berfikir kamu bukan siapa-siapa untukku, yang terlalu tinggi untuk kamu raih. Seandainya kamu bisa melihat hati dengan logika… sayangnya kamu hanya melihat itu dari sisi egomu saja.
Ya…ya…ya… aku tahu, kamu akan bereaksi tidak peduli meskipun aku mengatakannya dengan menangis dihadapanmu. Karena kamu bukan mereka yang lain…
Kamu bukan mereka yang tahu kalau aku menangis hanya untuk diriku sendiri, kamu bukan mereka yang sadari kalau aku juga perempuan yang harapkan peduli itu…
Aku selalu senang ketika mereka katakan… “kamu itu perempuan lho, fi…”
Dan aku selalu bangga ketika perempuan dilihat sebagai “pembikin onar”, karena perempuan punya insting lebih dibandingkan mereka yang hanya melihat kecantikan dari sisi luar. Perempuan adalah seseorang yang bisa merasakah getaran berbeda dalam aliran kehidupan, yang berusaha menyelesaikan masalah walau menimbulkan masalah, tapi dia tak akan menyerah walau sudah dibasahi dengan air mata. Karena mereka punya “ketulusan” yang selalu ingin dibagikan.
Ah… sampai kapanpun aku tak mungkin bisa katakan ini padamu…
Ini bukan cuma tentang aku, tapi juga tentang mereka yang ingin berbagi denganmu, walau perempuan itu bukan “bunda”.
Tapi.... Aku selalu mencoba untuk berfikir dalam posisi bunda… dan aku tak ingin menyakiti mereka yang kusayangi…, itu bunda kan?!
Aku gak tau bagaimana cara untuk berhenti dari sesuatu yang aku jalani sebagai suatu “kebenaran” yang argumennya kuat, dan itu adalah hal tentang kasih sayang, ketulusan, dan tanpa balas budi….
Meskipun kegelapan merajutkan sepi yang begitu hening dan mencekam, tapi tetap saja sendiri adalah satu obat untukku… agar aku masih bisa menulis tentangmu, mengingatmu… dalam satu catatan…
Kamu pernah menginginkanku untuk jadi seorang yang bisa berbagi senyuman denganmu…
Aku gak tahu, tapi aku hanya memasatikan kalau kamu gak akan pernah membaca tulisan ini sampai kapanpun…
Seandainya saja terbaca.. berarti satu kesalahan masa depan jika kelak kamu akan menyesalinya karena aku tak bisa dua kali berpaling padamu. Karena kamu bukan dia yang sudah aku tunggu selama enam tahun… dan aku sangat takut jika harus mengingkari kalimatku sendiri.
Yang aku mengerti saat ini….
Aku memang ditakdirkan untuk menanti.
Sudahlah… meskipun sosok dirimu selalu hadir, tapi kamu gak akan bisa menghapus rasa takut dalam hatiku, rasa takut akan sebuah kesalahan yang sudakh kupilih sebagai jalan kedepanku…
Akan aku biarkan hari ini tetap tersenyum…
Akan aku tinggalkan mereka sampai saat ini saja…
Dan aku akan tidur nyenyak malam ini, tanpa lagi mengingat kalau aku sanagt-sangat mengingnkanmu jadi seperti dia… yang mengejar cinta Allah, lebih dari cinta yang lain.
Salam rindu atas nama cinta yang membisu dalam diam menunggu sepi berlalu.

Seorang-phy- yang memilih untuk tetap diam…
Malang, 25 July 2005
22.00 tepat WIB.
Utk UT…. I will keep you in my mind. Even I ‘m going to anyone else.
Love-phy
-

MEMORIZE

Kenangan-kenangan itu…
Seakan semuanya kembali melintas ketika aku bertemu wajah dengan mereka…
Mereka yang pernah membuatku tersenyum bahagia, menangis haru atau hanya sekedar membagikan senyum karena kepuasan hati yang tak terkatakan, tak mudah dijelaskan, dan aku mengingat kembali semua kenangan itu malam lalu.
Kalau harus disebutkan satu persatu pasti tak akan cukup halaman ini, gak akan cukup tenaga untuk menuliskannya…
Malam itu…
Sahabat baikku gundah…
Kenangan tentang cintanya di masa lalu itu…
CINTA MONYET kata mereka, tapi itu sangat mengganggu, karena terenyata itu semua membuat cintanya yang hari ini selalu cemburu…
Hehee….
Aku tak bisa berikan alasan yang tepat saat ia kembali bertemu dengan masa lalu itu, bertemu kembali dengan kenangan-kenangan yang pernah membuatnya merasa lebih dewasa dari yang lain, membuatnya ingin terlihat tetap seperti yang dulu, meskipun diri mereka masing-masing sudah banyak berubah.
Dan aku tak merasa harus jadi penengah bagi mereka. Mereka sudah sama-sama dewasa untuk bisa menentukan sikap. Rasa canggung yang ada, sikap monoton yang menjemukan, dan itu semua hanya mereka yang bisa memperbaikinya.
Masa lalu memang hanya masa lalu, dan masa lalu adalah kenangan setiap orang yang berhak untuk dimiliki, berhak untuk tetap tersimpan dalam memori dan hati kita, karena semua itu adalah nyawa bagi kita hari ini.
Manusia yang hidup tanpa kenangan akan merasa selalu tersiksa karena hatinya sepi, memorinya kosong, dan kenangan tak perlu cemburu, tak perlu iri, tak perlu di hapus.
Kita hidup hari ini, untuk rencanakan masa depan, jalani yang saat ini, dan mengenang semua di masa lalu untuk dijadikan pelajaran berharga yang mungkin tak akan pernah kita pahami kalau kita tidak mengingat dengan baik kenangan-kenangan itu.
Walau terkadang sulit untuk mengakui masa lalu kita, walau kadang dengan sangat kita ingin melupakan masa lalu itu, walau dengan segala pinta penuh harap kita mau masa lalu itu tak pernah terjadi, tapi… masa lalu adalah guru yang paling berharga, kehidupan yang paling baik yang telah kita jalani sebelum hari ini. Dan bagaimanapun bentuk dari masa lalu itu, kedepannya, hanya kita yang bisa memperbaikinya.

Mungkin sedikit basi ngomongin beginian, tapi yang pasti aku merasa nyaman sekarang, karena tidak akan ada lagi permasalahan tentang masa lalu, keberanian kita untuk mengungkapkan masa lalu kita hari ini, untuk kebaikan di masa depan adalah segalanya, karena masa lalu akan selamanya jadi milik kita sendiri.
Pesanku untuk semua sahabat baikku…
Keberanian kita berbuat sesuai dengan yang ada dihati, jujur untuk kemaslahatan semua, dan menjadi yang terbaik dengan seluruh kemampuan yang kita miliki, itu semua akan menjadi dasar yang baik untuk masa depan yang kita rencanakan.

Dari sahabat yang selalu ingin berbagi.
Phy. Malang, 15 Agustus 2005

Saturday, August 06, 2005

PERJALANAN HATI YANG SEMAKIN SEPI

Saat aku sedang merasa sepi, dialah yang datang sambut sapaku, membuatku merasa nyaman dan tentram, membuatku percaya bahwa hidup ini indah. Dan aku jadi selalu mengatakan itu, "hidup ini indah" waktu aku sedang merasa sendiri, bosan, dan bingung… dan setelah itu aku akan berjalan lagi dengan baik, atau lebih baik lagi.
Tapi sang waktu telah ajarkan aku bagaimana cara menjaga hati ini, menyimpannya seperti emas dan tak membaginya pada sembarang orang sepeti berlian. Dan aku telah menjaganya selama empat tahun lebih…
Aku selalau berharap agar dia tahu apa yang aku rasakan dihati ini, tapi sang waktu mengatakan "jangan, jangan katakan padanya, simpan saja… sampai ia tahu dengan sendirinya."
Aku yakini satu hal, suatu saat dia pasti akan tahu kalau aku sangat mengaguminya, setulus hatiku, sepenuh jiwaku. Dan kalau Tuhan izinkanku jadi miliknya, aku akan sangat senang dan bahagia, karena dialah yang selalu kuidamkan.
Tapi… tapi hatiku mengatakan lain, setiap aku mengatakan bahwa aku ingin dia memilikiku, dalam hati ini semakin jelas terbaca bahwa aku tak akan pernah bisa menyentuhnya, dan tak akan pernah jadi miliknya. Aku akan jadi milik orang lain.
Sungguh, andai aku bisa katakana padanya, bahwa aku menantinya, aku akan katakana padanya, agar ia tak memilih hati yang lain karena aku ingin lebih dulumenjadi hatinya…
Hidup ini memang indah, dan selamanya akan begitu, tanpa terkecuali karena semuanya yang hidup di tanah ini, memang untuk menikmati keindahan itu…
Sampai kapanpun, dia akan selalu ada dihati ini. Dan aku tak akan menyesal meskipun aku tak akan pernah memilikinya, karena ia tak akan memilihku.

Demi waktu yang selalu dipenuhi oleh cinta
Phy
Malang, 22 Agustus 2004




Aku sudah banyak menulis hari ini, dan rasanya akan semakin tidak puas kalau terus dan terus saja menulis tanpa memahami maksud yang aku tulis.
Tadi aku kembali membaca diary ku waktu masih diasrama… rasanya sedih.
Kenapa dulu aku seperti itu, kenapa aku tidak bisa bersikap normal-normal saja?
Aku sudah hampir putus asa kalau aku tidak ingat aku masih punya adik-adik yang menyayangiku… adik-adik kelasku.
Aku kangen…
Sebenarnya aku sangat ingin menceritakan isi hati ini pada sahabatku, tapi dimana dia sekarang aku sendiri juga tidak tahu….
Biar saja… biar waktu yang ajarkan aku tentang bagaimana cara menyikapi hidup ini… hidup yang indah dan akan selalu menyenangkan untuk dijalani.
Aku inginkan satu jawaban yang biasa saja….
Apa aku pantas untuk dapatkan angan bahagiaku itu? Aku harap, jika memang Tuhan telah menentukan siapa masa depanku itu… aku akan mengetahuinya segera. Karena beberapa bulan lagi usiaku sudah akan genap 20 tahun. Dan aku tak ingin menyikan masa muda ini hanya dengan terus saja berkhayal dan berkhayal…
Kalau memang dia, biarkan Allah bukakan hatinya dan menunjukkan jalannya padaku, supaya dia tak akan pernah menyesal, bahwa akulah yang dipilihkan Tuhan untuk dia.
Semoga hanya ketulusan yang ada dihati

Phy, 18 30
25 August 2004




Surat untuk seorang yang aku sayangi.
Dari hatiku yang tak ingin ditanyai.
Salam hangat untukmu, semoga setiap cinta yang mengalir di muka bumi akan selalu hadir untukmu.
Mungkin sulit bagiku untuk menyebut namamu, tapi sungguh, aku begitu menyayangimu. Walau aku hanya tahu satu namamu, walau aku tak tahu siapa nama lengkapmu, tanggal lahirmu, dimana rumahmu, tapi sungguh pesonamu begitu membuatku merasa harus menyayangimu.
Ini bukan sekedar love at the first sight, ini adalah sebuah mimpi, bukan harapan, bukan obsesi, ini hanya sebuah mimpi yang ingin aku ceritakan padamu.
Sungguh, terlalu sering hatiku terpesona, tapi padamu, ini bukan karena sekedar pesonamu, aku sungguh sangat mengagumimu, bukan karena sosok dan penampilanmu saja, appearance gak penting!
Keramahanmu, tutur bahasamu, senyumanmu, dan aku tahu ada begitu banyak hal yang pantas untuk kukagumi dari sekedar dirimu, kepribadianmu, cara hidupmu.
Dan please…
Perkenalkan dirimu padaku, agar aku tak semakin panasaran, dan hanya mampu melihatmu, mengagumimu dari jauh.
Ok!
Memang salah, aku tak mampu menahan luapan rasa ingin tahuku, aku gak pernah bisa menutupi setiap detail perasaan yang selalu saja dikatakan ditunggangi oleh nafsu, tapi bukan itu, bukan… aku hanya ingin mengenalmu, seperti aku juga mengenal banyak temanku, please….
Aku gak akan menuliskan lebih dari yang ini.
Makasih, makasih…

Malang, 4april2005-20.25wib




Jujur saja, aku bukan orang yang begitu baiknya, tak ada sempurnanya, dan memiliki begitu banyak kelemahan yang mudah terbaca saat aku sedang goyah. Dan apapun yang kamu bilang, aku tak akan menyangkalnya lagi. Bagiku mencoba mengenalmu adalah salah satu usaha terbaikku, mencoba memalingkan rasa hatiku pada seorang yang sudah enam tahun kunanti, dan melonngarkan diri dari segala keterikatan prinsip yang terus saja mengecam apa-apa yang telah aku lakukan selama mencoba untuk mengenalmu.
Toleransiku sudah cukup, setelah aku berpinta pda Allah semalam, dan menuliskan pesan itu untukmu, aku sedikitnya merasa aku sudah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Selanjutnya itu terserah padamu, dan Allah telah merenggangkan keinginanku untuk terus menemanimu mengenal-Nya yang Maha dari segalanya.
Kalau saja aku tak menyadarinya bahwa Allah sudah merenggangkan hati ini, mungkin pagi ini aku akan kembali menangis karena ingin tetap melihat segala yang terbaik darimu. Tapi itulah yang telah terjadi dan apa-apa yang ingin aku wujudkan tetap ada dalam tuntunan dan perhatian-Nya, dan aku bahagia karena itu.
Jadi, siapapun dia, yang akan jadi masa depanku, aku tetap akan menunggunya.

Malang, 18 April 2005
07.45 a.m.




Seorang sahabat pernah mengatakannya padaku, "jangan pernah menilai dirimu lebih, karena tidak ada yang cukup sempurna dalam hidup ini."
Dan aku bisa merasakannya sekarang. Aku tak pernah lebih hebat dari siapapun yang aku kenal hari ini, aku tak pernah jadi lebih baik dibandingkan saat aku bermimpi jadi orang baik dan hebat.
Dan walaupun hari ini aku sudah tahu, aku gak akan bisa langsung berubah bukan?!
Karena itu, aku masih perlu banyak belajar.
Untuk urusan hati, aku sedang belajar juga untuk mengerti, bahwa tidak ada yang lebih baik dibandingkan memasrahkannya.
Tapi aku tak akan menyerah, ada batas waktunya. Dan aku pasti akan segera meninggalkan hari ini, hari dimana aku merasa tidak bebas, hari dimana aku masih "milik" orang tuaku.
Dan aku akan segera menjadi milikku sendiri.
Apapun, tapi air mata ini akan tetap meluap ketika kelelahan meraja.

Hari ini, phy.
Malang, 13 July 2005
20.16

Tuesday, June 28, 2005

KE-RAMAH-AN

RAMAH

Aku tak tahu apa artinya, arti sebenarnya. Jadi, aku coba buka kamus bahasa yang aku punya. Ramah berarti baik dan manis tutur kata atau sikapnya dalam pergaulan. Dan kali ini yang ingin aku katakan adalah sesuatu yang berasal dari dalam otak dan sudah kucerna dengan baik, proses penataannya juga aku cuci di dalam hati. Jadi boleh di garansi kemurniannya.
Ramah, buatku adalah satu bentuk ketulusan yang memang tak hanya terlihat dimata, tapi juga terasa dihati, bukan sekedar kata yang manis, tapi juga setiap yang bisa menghadirkan senyuman, tidak cukup dengan sikap, tapi juga dengan evaluasi sifat, dan bukan dalam pergaulan saja, setiap detailnya harus dipertanggungjawabkan.
Kadang, ramah adalah pesona. Tapi keramahan bukan segalanya, karena ramah juga diartikan lain…
Seperti orang yang "tangannya ramah" itu punya arti, tangannya selalu saja melakukan hal-hal yang tidak meyenangkan untuk orang lain, seperti menampar, memukul, atau suka sekali menjahili.

Tapi bukan itu yang ingin aku bahas sekarang.
Ramah itu mungkin tak mudah, apa lagi jika ternyata tidak dari hati. Ramah itu banyak bentuknya, dilakukannya juga dengan cara yang berbeda-beda, tapi pada intinya sebuah ke-ramah-an, adalah bentuk dari sesuatu yang tak bisa ditakar dengan telinga, mata, atau juga otak. Ramah adalah sesuatu yang ditakar dengan hati, begitu membuat tersinggung jika ternyata ketika kita bersikap ramah tapi orang lain menjawabnya dengan sesukanya dan cenderung asal, padahal menurut takaran yang lain, itu sudah ramah.
Aku sudah cukup mencernanya, yang ada dalam hatiku adalah, aku sudah berusaha untuk mencoba dan mengusahakan sesuatu sebaik mungkin, termasuk juga untuk ramah. Tapi sebenarnya keramahanku terlalu mahal, bahkan untuk diriku sendiri. Karena aku cenderung menjadi orang yang keras dan sedikit terlihat kasar untuk takaran perempuan. Bukan karena tak ada yang mendidikku untuk bisa jadi ramah, tapi aku sering jadi tidak ramah karena ada rasa tidak suka yang tidak bisa aku sampaikan dengan kata-kata, dan keluar dengan sebuah sikap, yang dinilai tidak ramah.
Apalah itu…
Sok berprinsip katanya…
Aku memang tidak sehebat itu, tapi aku selalu saja ingin jadi hebat, aku rasa itu wajar dan manusiawi, walau caranya beda-beda. Dan caraku untuk bisa jadi hebat adalah dengan tidak mentolerir diriku untuk melangkahi sebuah prinsip. "Hormati mereka, jika kamu ingin dapat penghormatan, jika mereka memang menghormatimu, jika memang mereka pantas untuk dihormati."
Efek samping dari prinsip itu adalah aku jadi terlihat "tidak sopan, tidak ramah, tidak seperti manusia yang memperjuangkan kehormatan" ketika aku berada dihadapan orang-orang yang tidak bisa melihat diriku lebih dari sekedar penampilan yang tidak wow. Walau pada dasarnya aku tahu, kalau ternyata aku sangat tidak pantas untuk mengisi suatu pemandangan, tapi aku masih tahu diri, aku berusaha menempatkan diriku sebaik-baiknya, tapi tetap saja. Efek samping itu menjadi makananku, bukan hanya karena aku orang yang tidak ramah karena sulit bertoleransi, tapi juga karena aku tidak suka bernegosiasi untuk sesuatu yang lebih prinsipil.
Sudahlah, manusia tak ada yang sempurna. Tak terkecuali aku yang kadang membuat kesalahan dengan selalu saja mencerminkan dunia ini pada duniaku, dunia yang dipenuhi dengan berbagai macam prinsip mengikat dan memaksa, cenderung menekan dan tidak bertoleransi pada hal yang prinsipil. Karena itu, jangan pernah menakar keramahan, kebaikan, kesopanan, ketulusan, kejujuran, dari orang-orang disekitar kita, yang mempunya takarannya masing-masing untuk bisa tetap menjalani, melewati dan menjadikan hidupnya indah. Karena Tuhan Maha Adil. Dia ciptakan "beda" untuk suatu yang lebih berwarna-warni, jadi. Belajarlah berkaca untuk hati dan dirimu sendiri, karena memang dunia tak pernah ramah.
Aku hanya sedang mencoba mengoreksi diriku sendiri, tapi kalau ada yang ingin menegurku, mengingatkanku, meminta toleransiku, aku akan mencobanya. Tidak sulit, asal semua itu terlihat baik dan tulus, walau tak bisa ditakar tentunya. (Tapi setiap manusia pasti punya hati.)
Sekian.

Malang, 13 Juni 2003
19.37 WIB

Saturday, June 11, 2005

kangen nulis....

Kadang kita lupa kalau hidup ini menyenangkan karena nestapa datang tanpa bisa dihentikan
Kadang kita lupa kalau hidup ini indah karena kepedihan silih berganti menghampiri
Tapi karena kita ingat, cinta hadir untuk menyelesaikan makanya kita selalu bertahan untuk hidup.
Tapi kadang kita juga sering lupa, apa alasan Allah ciptakan kita, mereka, dan dunia karena kita terlalu sibuk dan larut dalam kenikmatan fana dunia.
Sebenarnya simple saja….
Allah ciptakan dunia untuk kita hingga kita hadir ke dunia adalah karena kita punya tugas untuk menabung amal shaleh lewat cinta, kasih, juga sayang.
Dan jika semua itu kita lakukan karena Allah tak akan ada sulitnya, tak akan terasa pedihnya, dan nestapa akan berlalu tanpa kita tahu.
Mungkin hidup memang cuma sekali, tapi selama hidup pilihan untuk kita banyak sekali, tak akan cukup waktu, lembaran, tinta, untuk katakan setiap detailnya.
Tapi yang pasti, belajarlah untuk ikhlas, karena Allah sudah janjikan surga bagi mereka yang ikuti jalan-Nya.

Bagai beludru yang hiasi indahnya dunia, kehidupan ini memang indah, jika senyuman yang sertakan manusia dalam setiap langkah hidupnya.
Bagai intan sebaik mutumanikam, perhiasan yang terbaik adalah amal shaleh yang kita kerjakan dengan keikhlasan dan hanay karena Allah semata.
Bagai pelangi yang hanya muncul usai hujan, sebanyak titik-titik air yang dibiaskan tampak semakin baik diri kita dengan taqwa yang berlimpah.

Tapi mungkin tak semudah merangkaikan kata-kata indah agar menyentuh hati, melakukannya butuh perjuangan karena hidup cuma sekali dan kesempatan tak datang berulang kali. Setidaknya kita harus mencobanya dengan sungguh-sungguh, agar tak ada sesal jika kita terlambat menemukannya.

manusia
tanpa kebencian
Bukan berarti malaikat…
ia masih punya duka dan meneteskan airmata
Bukan berarti setan…
Memperturutkan hawa nafsu tanpa batasan
Dia masih punya aturan
Mengontrol, Mengendalikan, Menjaga
Manusia tnpa dendam…
Tak sempurna!
Tak ada manusia yang sempurna
Karena ia tak pernah mendendam
Sekalipun nestapa jatuh turun basahinya bagai hujan
Kebencian mengelilinginya
Tak pernah dijawabnya dengan… dendam
Tapi ia tetap punya marah…
Yang tetap disimpannya rapi
Dibungkusnya indah
Dan disampaikannya dengan TERHORMAT

Thursday, April 21, 2005

All from the bottom of your heart

Semuanya dari hati

cinta ( basi tau!!!) dari hati
sayang ( terlalu global!!!) dari hati
belajar ( perlu + penting!!!) dari hati
peduli (amit, dah!!!) dari hati
rindu ( manusiawi, ya?!) dari hati
berharap ( maniak, lo!!!) dari hati
cita-cita ( mentah!!!) dari hati
apa sih yang gak dari hati???
LAPAR?
NAFSU SEX???
atau apa sih yang kalo' dipentingkan perlunya otak doang???
matematika?
fisika?
kimia?
ya....
tapi manusia sendiri hidup dari HATI....
gak bisa deh itu di nomer-2 kan!!!

(kalo gak percaya, pikirin baik-baik dan reaspi dalam jiwamu...)
phy, in bad day about heart.
15/4/04 - 18.19

Thursday, March 31, 2005

CERITA AKHIR BULAN

Something nice, ke warnet pas akhir bulan.
Padahal dompet kosong, and serba ngutang. tapi yang pasti...i'm fine.
hari ini ada sedikit kalimat buat renungan bersama. setelah dua kali Indonesia diguncang gempa berkekuatan 9,0 sr pada 26 Desember 2004 dan yang kemarin....8,7 sr 28 Maret 2005.
what was happen wit this earth? padahal perkiraan awal gempa yang sama takakan terjadi dua kali... ternyata SALAH!!!! salah besar... cause feeling ku bilang lain...
GOD WAS ANGRY TO US!
gila aja... dua kali gempa gede' setelah adanya perayaan hari besar!
that's something in my heart.
ALLAH SWT, tuh marah ma kita manusia... gak sekedar sebuah ujian, ini tuh dah nyampe pada kalimat marah buat aku....cobaan lah, ujian lah, teguran lah... maybe tomorrow the end of the day dateng... who knows...
itu rahasia pribadi ALLAH, bahkan yang dikasi tugas niup sangkakala aja gak tahu kaman kiamat datang.
hari ini, mungkin kita bisa aja senyum-senyum, mikirnya... kita gak kebagian gempa kok! tapi... if the GOD SAY.. "KUN FAYAKUN..." everything can happen!
habis aceh, nias, mungkin selanjutnya jawa, kalimantan, sulawesi-lanjutan gempa yang kemarin-, papua....
this earth will be destroy!
terserah.. siapa aja yang mau bilang aku lagi NGIGO, ngimpi, maksa... but please think bout your next day....
setelah hari kematian akan ada hari kebangkitan, even a singer say..."jika surga dan neraka tak pernah ada..." but please... ngaca, koreksi lagi diri ini... aku, kamu keluargaku, keluargamu, orang-orang terdekatku, orang-orang terdekatmu....semuanya aja deh...
the lazt.........
manusia gak ada yang sempurna...
tapi apa salahnya mencoba untuk jadi lebih baik?
aku mau mencoba, kamu mau?
sebelum Tuhan benar-benar membenamkan kita dalam bumi-Nya, sebelum kita benar-benar menyesal telah menjadi manusia yang durhaka dan laknat, dan sebelum semuanya berakhir denagn sia-sia....
try to be the new one, the best for your self and for everyone....
i'll pray for all....
semoga ALLAH tidak mencabut nyawa ini dalam keadaan durhaka, dilaknat dan penuh dosa. semoga masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya.
aku menulis ini karena aku sayang sama semua...
please....
please.... do it...
not just for me, that's all for you.

-phy- in love...

Monday, March 21, 2005

SURAT CINTA

Malang, 20 MAret 2005
Surat Cinta untuk seorang UT
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hai, ini bukan surat cinta selayaknya rang yang sedang "jatuh hati". Ini sebuah surat yang hika kamu membacanya maka hatimu akan kembali mencinta Dzat itu. Jadi kalau belum siap, tak usah membacanya lagi, Tapi kalau terlanjur, ya... teruskan saja...
Pa kabar? Malam ini langit gelap masih berawan, aku mengurung diri didalam kamar, berfikir bagaimana cara menata kalimat terbaik untuk disampaikan pul adengan cara baik-baik. ini adalah satu bentuk ungkapan cinta yang rada-rada gombal tapi realistis. Karena aku sedang tidak athu bagaimana harusnya aku mengartikan cinta untukkamu.
Sebuah kalimat yang pernah aku terima, "jangan pernah menyamjung cinta bila tak mengerti maknanya cinta." Bukan sekedar kalimat, aku mengartikannya atas maksud keberadaan Dzat yang selalu saja membagikan cinta tanpa diminta, menyisipkan rindu tanpa pernah merindu, menghujani sayang tanpa pernah berharap sayang.
Karena atas itulah, kau ungkapkan cinta itu padamu, tentang cinta Nya yang lebih dari segala macam bentuk cinta yang ada atau pernah kamu temui...
Sudahlah... jangan pungkiri itu, jangan bilang kalau kamu belum pernah dibagi-bagi cinta oleh sekitarmu.
Tapi yang ini beda, rasanya senang....ng sekali menerimanya sebab no GOMBAL WORD, no ROMANTIC TOUCH, no SOMETHING HURT....
yang satu ini terasa begitu nyaman dihati dan jiwa, tersentuh hangat cinta itu sampai ke pembuluh darah, tanpa harus ada yang terluka karena cemburu.
Sebenarnya, aku juga selalu berharap cinta itu datang lebih dulu untukku sebelum DIA membagikannya pada yang lain. Tapikarena kalah agresif dalam mendekati DIA, ya... jadinya aku masih belum merasakan indah cinta Nya padaku.
maka dari tu... rasanya akan begitu menyenangkan kalau aku punya saingan untuk memperebutkan cinta itu, tanpa harus saling melukai, tanpa harus saling...

Aaah... akhirnya aku berhasil menulis surat cinta, tanpa harus mengeluarkan em... mengobral kata cinta itu sendiri hehehe...
yang pasti, yang satu ini rasanya menyenangkan sekali.
aku benar-benar menuliskannya dengan penuh rasa cinta....hehehe....
hhh....
Aneh, ya.... aku benar-benar tidak mampu menceritakan tentang indahnya saat-saat menerima cinta Nya, karena mungkin aku belum pernah merasakannya. walau sebenarnya cinta itu kuterima setiap saat. benar-benar duna penuh cinta untukku.
karena ada kamu, ada orang tuaku, ada adik-adikku, ada teman-temanku, ada sahabat-sahabatku... ada...
Dalam hati ini selalu berharap agar hari-hari penuh cinta itu datang setiap hari, saat sedang sendiri atau sedang bersama dengan orang-orang dihati dalam barisan saf-saf itu.
kalau saja aku boleh meminta pada Nya, agar Ia mengisi hari-harimu juga penuh dengan cinta....
Ah... aku benar-benar berharap cinta itu datang untukku, sebesar keinginanku untuk mencintai Nya...
Semoga saja, setiap harinya, setelah hari ini, saat aku merasakan kehangatan kasin Nya, aku terus dan terus bisa mendapatkan cinta itu...
Kalau saja aku mampu... membalas cinta Nya.

Wassalam
Salam penuh cinta

ephy love you everyday
kamarku 19.30

TEMAN

Aku salinkan dari sebuah buku tahunan yang belum pernah aku miliki....

TEMAN
(anonim)

Teman adalah hadiah Tuhan buat kita
ada yang bungkusnya bagus dan ada yang menarik
yang bagus wajahnya rupawan
yang kurang menarik, biasa saja.

Tapi kepribadian adalah sisi berbeda dari apa yang terlihat
dan bisa saja memiliki kepribadian yang menarik,
biasa saja, atau menjengkelkan
seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang jelek
Yang isinya bagus jiwanya indah memukau ketika kita berbagi rasa dengannya
Menghabiskan waktu saling bercerita dan menghibur, menangis dan tertawa bersama

Kita mencintai dia dan dia mencintai kita
yang isinya buruk punya jiwa yang terluka
Begitu dalam lukanya sehingga tak mampu lagi mencintai,
Ia tak merasakan cinta dalam hidupnya
Sayang yang kia tangkap darinya sikap penolakan,
dendam, benci, iri hati, sombong, amarah, ...

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa ini
dan mencoba menghindarinya
itu semua bukan karena mereka mempunyai dasar yang buruk
tetapi jiwanya tak mampu memberi cinta.
Justru ia butuh cinta, empati, kesabaran, dan keberaian kita.

Mereka semua hadiah buat kita
mengapa tertipu oleh kemasan?
Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa
Kita tahu hadiah sesungguhnya sudah disiapkan-Nya

Sahabat seperti permata yang tak ternilai harganya
Seorang yang bisa membuat kta ceria dan terhibur
Mereka pinjamkan kupingnya saat kita membutuhkannya
Mereka membuka hati dan perasaan, berbagi suka dan duka
Maka janganlah buang waktu yang kau miliki
Jangan sia-siakan waktu yang sedemikian berharganya
BAgilah waktumu untuk seorang sahabat
Pasti waktu tersebut akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran
Walau kita tak tau darimana, dan dari siapa datangnya
Mulailah dengan membagikan waktu kepada sahabat
Dengan ucapan "BECAUSE I CARE ABOUT YOU."

walau mungkin tidak cukup mudah.... tapi cobalah.
karena mungkin kamu akan temukan satu hal baru yang sebelumnya belum pernah kamu temukan.


salam cinta
-phy-

Sunday, March 13, 2005

Cerpen kedewasaan

Bukan Sebatas Cinta
Memutar langit
Membalikkannya jadi bumi
Menukar kehidupan dengan kematian
Tak ada yang bisa jadi jaminan
Segala yang tidak menyenangkan
Bisa jadi menyenangkan
Yang menyenangkan bisa jadi lebih menyenangkan…
Itu yang ditulis Shinta di pembukaan e-mailnya hari itu, dan aku hanya bisa menangis menyesal, karena semuanya telah terjadi. Segala yang seharusnya tidak seharusnya terjadi, kalau aku mau berfikir sehat tentang semua yang dituliskan Shinta dalam setiap e-mailnya. Karena aku terlalu bodoh, merasa bahwa diriku sudah dewasa, sudah bisa menentukan masa depanku dengan orang yang mencintaiku, dan melepaskan diri dari kehidupan orang-orang yang sok mengaturku. Dan ternyata satu kesalahan tak terelakkan, dan aku hamil.
Aku tak berani mengatakannya pada mama atau papa, jelas mereka akan langsung membunuhku kalau mereka tahu aku sudah melakukan satu hal yang diluar akal sehat, padahal ujian sudah dekat. Jadinya aku bohong, aku menutupinya hampir selama lima bulan, dan aku memang lulus dengan selamat, tapi tidak saat aku akan melahirkan. Aku semakin down dan tak punya penyemangat, sampai aku ingat kembali Shinta, dia adalah sahabat yang tersiakan olehku. Dan itulah e-mail jawabannya, aku mencoba mencernanya.
“Sedang apa sayang?” Dia memelukku hangat, sambil membelai perutku.
“Baca e-mail, dari Shinta.” Jawabku dan masih saja kubiarkan dia memelukku.
“Dia cerita apa?” Dan sekarang dia duduk disebelahku, ikut membaca e-mail itu.
“Gak usah sedih, nanti setelah anak kita lahir, kamu boleh melakukan apa saja yang kamu suka.” Dan itu memang janjinya.
“Gimana kalau aku kuliah di Malaysia aja?” Kali ini aku menatapnya penuh tanya.
“Jangan jauh-jauh, dong. Masa anak kita ditinggal sendiri?” Dia tersenyum tanpa dosa.
Tuhan… ini memang salahku, dan aku tak akan lari dari takdirku. Dan aku menyandarkan kepalaku di pundaknya, menikmati waktu terakhirku sebelum aku harus mempertaruhkan separuh nyawaku demi janin yang ada dalam rahimku ini.
Malamnya aku membalas e-mail dari Shinta, dan paginya aku sudah dapat balasan lagi.
Diantara puing-puing kehampaan
Yakinlah pada jiwamu yang masih ingin berdiri
Karena dengan begitu…
Kau akan dapat bangkit dan berbuat
Untuk masa depan dirimu dan semua…
Aku memang semakin takut, aku takut tak diberi kesempatan untuk membesarkan janinku ini, aku takut, kalau ternyata setelah janin ini terlahir dia meninggalkanku dan membatalkan semua rencana yang sudah kuimpikan. Aku masih punya segudang ketakutan yang membuatku semakin kosong-kosong dan kosong, hingga aku tak tahu harus pada siapa lagi aku bersandar. Dan Shinta mengingatkanku pada kuasa Tuhan, hanya Dia yang berhak mengatur bagaimana masa depan akan jadi milik kita. Kita hanya boleh berencana dan harus berusaha, tapi hasil akhir itu hak-Nya lah untuk menentukan. Dan karena ini kesalahanku juga, maka aku harus siap menanggung segala resikonya.
Malam ini aku menelfon mama dan papa, aku memang anak perantauan, dengan segala ide gilaku aku menjalani tahun-tahun terakhir masa SMU ku yang mungkin memang diluar akal sehat. Perkiraan kelahiran bayiku dalam minggu ini, dan sebenarnya aku tak mau sendirian di ruang bersalin nanti walau mama baru tahu tapi dengan rela mama memenuhi permintaanku dan mama berjanji akan datang besok, dan papa mempersiapkan segala sesuatu untuk urusan pernikahanku. Sebenarnya mereka sudah tahu sejak hari wisudaku, tapi aku memberi tahu mereka setelah mereka pulang. Dan mungkin memang tak ada maaf untukku, tapi aku sudah berjanji pada diriku kalau kesalahan ini tak akan terjadi pada anakku. Dan malam ini aku bisa tidur dengan nyenyak, sendiri.
Pagi ini aku kembali memeriksa inbox e-mailku, ada satu e-mail disana, dari Shinta.
Keinginan untuk bangun dalam kesakitan
Seperti usaha hidup teratai tanpa air
Tapi tak sesulit itu jika semua dilakukan
Tak sendiri…
Dear sahabatku yang akan segera jadi bunda, aku punya beberapa nama untuk bakal keponakanku, silahkan dipilih. Walaupun aku rasa kamu sudah mempersiapkan nama untuk cinta pertamamu itu. Gak ada salahnyakan memberikan yang terbaik untuk cintamu itu. Dan salamku juga untuk sang calon ayah, selamat berjuang sahabatku. Doaku selalu untukmu.
Dan dua hari kemudian… siang yang tak begitu melelahkan, hanya beberapa jam setelah mama dan papa datang, aku merasakan mulas dan mama segera mengeluarkan mobilku dari garasi. Saat yang sama kulihat seseorang tersenyum padaku dibalik kaca mobil. Shinta!
“Sabar ya, coba tarik nafas pelan-pelan. Tante biar saya saja yang setir.” Dan dia beranjak kebelakang kemudi.
Entah dimana dia saat ini, aku bahkan tak berminat meraih hp-ku, aku hanya ingin semua berjalan baik-baik saja. Mama ada didekatku, dan Shinta dengan segera mengantarkanku ke rumah bersalin yang sudah aku pesan, dan mereka segera menanganiku.
“Baru bukaan empat, kalau cepat mungkin bisa lahir sore ini, tapi kalau tidak nanti malam.” Dan perawat itu meninggalkanku berdua dengan Shinta.
“Kok, tiba-tiba datang?” Tanyaku padanya.
“Gak tega, sorry, ya…” Shinta menatapku penuh pinta.
“Gak pa pa, makasih banyak. Tapi kamu ambil penerbangan kapan?” Aku masih penasaran.
“Tadi malam, langsung yang ke Singapore, dan tadi pagi sudah sampai aku mampir ke rumah tante nitip tas aja, terus langsung kerumahmu.” Ceritanya.
“Aku ngrepotin kamu, nih.”
“Kan aku yang mau datang, kenapa juga ngrepotin?” Saat itu kulihat ia dipintu ruangan.
“Sayang, sorry… kuliahku penuh.” Dan ia tampak shock ketika melihat Shinta.
“Shinta?” Ia seakan tak percaya kalau Shinta datang untukku. Tapi kemudian dia meninggalkan kami lagi berdua.
“Shin, ini kemungkinan terburuk, kalau aku tak bisa membesarkan anak ini, kamu mau membawanya bersamamu?” Entah darimana ide itu terlintas diotakku.
“Kamu pasti akan membesarkannya, kamu juga sudah janji mau menyusulku kan? Jangan pesimis.” Dan dia tersenyum padaku.
“Aku akan minta izin mama supaya kalau anak ini sudah memasuki usia sekolah, biar dia ikut denganmu, biar dia tidak mengalami hal yang sama sepertiku.” Dan Shinta mengangguk untukku.
Malam itu bayiku lahir, aku sempat melihatnya, pangeran yang tampan, tapi dia masih merah, dan dia tertidur lelap dalam pelukanku. Dan yang kusadari adalah dua hari kemudian aku belum boleh pulang, aku dibawa ke rumah sakit yang lain, kali ini aku di infus kanan-kiri, dan kurasa tubuhku semakin lemah. Setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi dalam tubuhku, yang kulihat hanyalah Shinta yang sedang bersimpuh dan menangis berdoa, kudengar lirih suaranya.
“Tuhan, kalau memang Kau hadiahkan usia yang sampai disini untuk Lisa, biarkan dia kembali pada Mu tanpa derita, tapi jika Kau ingin berikan kesempatan lagi untuk Lisa, hentikan dera itu Tuhan.” Dan airmata Shinta jatuh basahi pipinya yang memerah.
Kekasihku, dimana dia? Oh… ya, dia tak mungkin ada ditempat yang sama dengan Shinta, aku menemukannya dikoridor ruang tunggu, diam tertunduk dan membisu. Saat itu kulihat seorang perawat menemuinya, dan mengantarnya keruang dokter, aku disana, aku mendengarkannya.
“Rahimnya tidak cukup kuat, walaupun selama kehamilan baik-baik saja, tapi tidak akan baik untuk kelanjutannya. Kemungkinan dia akan lumpuh total kalau masih bisa bertahan atau kami tak bisa banyak berjanji kalau kondisinya semakin memburuk.” Dan dia tertunduk membisu.
Tak lama setelah aku beranjak dari ruangan itu, aku melihat seseorang menghampiriku, seseorang dengan sinaran putih diseluruh tubuhnya. Lalu aku bertanya padanya, apakah dia datang untuk menjemputku, dia hanya tersenyum. Dan kurasa jiwaku beranjak menjauh dari tubuhku, dan mesin deteksi jantung itu berbunyi kencang. Dokter itu segera beranjak keruang rawatku, beberapa alat dipasangkan ketubuhku, aku dikejutkan dengan listrik, dan kulihat Shinta sedang berjalan kearah ruanganku, mama sedang memeluk cintaku, dan papa tampak tegang didepan ruangan tempatku terbaring. Seakan semua menjauh dariku dan kali terakhir kulihat. Aku pergi.
Lima tahun kemudian.
“Ini adalah catatan yang ditulis sahabat saya, saya rasa para remaja perlu tahu bahwa kehidupan dengan gaya hidup bebas tidak akan memberikan hasil akhir yang baik. Karena itu saya sangat ingin membantu para orang tua untuk menjadikan putra-putrinya menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan berfikiran kritis.”
“Ditulis berdasarkan kisah nyata, dengan nama tokoh yang disamarkan, tapi saya harap ilmunya bisa bermanfaat, saya Devina Shinta Zakiyah.”
Siang yang teduh dan terasa gerah kulangkahkan kakiku menuju makam itu, digandenganku pangeran kecil itu tampak tenang. Dan saat aku bersimpuh dimakam itu dia ikut bersimpuh disebelahku.
“Lisa, ini pangeranmu datang. Besok kami akan berangkat ke Malaysia, mungkin satu tahun lagi baru kami pulang, pamit ya… Deva, pamit sama bunda, dong.” Pintaku pada pangeran itu.
“Bunda, Deva janji akan terus berdoa untuk bunda, Deva janji akan patuh pada Bunda Shinta, kalau Deva pulang Deva pasti jenguk bunda.” Dan pangeran itu menaburkan segenggam bunga yang sedaritadi dipegangnya.
“Lisa, kami pergi.” Dan kutinggalkan pemakaman itu.
Aku mencoba menuliskannya dengan bahasa yang mudah untuk dipahami, supaya mereka tahu tak ada yang meneyangkan dengan gaya hidup bebas, yang mengizinkan manusia-manusia muda itu hidup dengan drugs dan free sex. Agar tak ada lagi Lisa-Lisa yang lain, yang harus menjadi korban cinta buta. Agar tak ada lagi Deva-Deva kecil yang harus hidup tanpa cinta dan belaian kasih bundanya. Dan semoga anak bangsa ini hidup dalam damai dan bahagia.

Malang, 3 nope’ 04 (20.00)
To all young Mommy, be a good Mom!



Saturday, March 05, 2005

KEPEMIMPINAN

Manusia akan dimintai Pertanggung Jawaban!
Kemenangan bukan segalanya
Jika itu tentang -AMANAT-
Kemenangan bukan suatu yang patut
dirayakan dengan hura-hura
jika itu tentang -MEMMIMPIN-
Kemenangan bukan hal yang harus
dibanggakan denan tinggi hati
jika itu tentang -RAKYAT-

memimpin - melaksanakan amanat - rakyat

bukan tugas sederhana, teman...
tapi...
Allah tak akan menanggungkan DERITA
lebih deri kemampuan HAMBA-Nya
Alalh tak akan membebankan TANGGUNG JAWAB
jika mahluk Nya tak dapat
melaksanakannya

So?
tersenyumlah Pemimpin, karena kau adalah
orang kuat yang dipercaya Rakyat untuk
menjalankan amanah itu...
Menangislah jika kau tak mampu berbuat
yang terbaik untuk amanah yang telah
dipercayakan padamu itu...
Karena Allah tak akan menawarkan
suatu yang sama 2X !!!

Aku akan berusaha untuk
melakukan yang sama.

Malang, 30Des04 (19.10)

KEPRIBADIAN

Ketika seseorang telah menerimamu
jangan kau korbankan identitas dirimu
demi seorang itu...

Ketika seseorang membanggakanmu
jangan sia-siakan image baikmu
demi kebanggaan seorang itu...

Ketika seorang mempercayaimu
jangan khianati dia dengan sikap burukmu
karena kepercayaan tak bisa ditawarkan
banyak kali...

Dan ketika kau sedang mencoba
temukan jalan yang terbaik untuk hidupmu
jangan korbankan kepribadianmu yang
telah terbentuk dengan baik
karena semakin sering kamu berubah
tanpa ke-jelas-an
mereka akan menganggapmu
MUSANG BERBULU DOMBA
atau PERI BERSAYAP SETAN
karena itu...
jangan korbankan apapun demi
sesuatu yang TIDAK JELAS!!!

malang, 30Des04(19.00)