Dulu… dulu sekali…
Sekitar dua puluh tahun yang lalu, hal ini mungkin belum terpikir dalam benak saya sebagai seorang anak ingusan yang terdampar di sebuah kawah candradimuka.
Ya, anak kecil yang lulus SD dan sok-sok-an minta sekolah di pesantren, dengan alasan punya cita-cita keliling dunia, sekolah di Jepang, dan kalau bisa mau terbang ke bulan.
Tapi tentu saja, itu dua puluh tahun yang lalu, apa yang ada dalam mimpi anak 12 tahun? Tentu saja hanya mimpi-mimpinya sendiri. Dan siapa yang mendukungnya untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu? Yup, benar. Papa dan mamanya.