Itu Roti.
.
.
Ketika kamu membenci sesuatu dalam hidupmu...
-
-
-
Kamu sulit mengatakannya, karena kamu rasa tidak mungkin membenci kehidupan itu, karena kamu mendapatkannya sebagai hadiah dan itu adalah sebentuk cinta...
-
-
-
Bagaimanapun kamu ingin menjauhinya, untuk bisa terlepas dari kebencian itu. Pada kenyataannya kamu menyalahkan semua hal, untuk bisa mendapatkan dirimu tidak terjangkau dari hal yang kamu benci itu...
-
-
-
Dan segala bentuk nya, dari kebencian itu...
-
-
-
Di suatu hari, di akhir tahun.
Akhirnya kamu memutuskan untuk menghilang, agar kebencian itu tidak lagi menghantuimu.
Dan pada kenyataannya, kebencian itu melekat pada otak dan hatimu sendiri.
Mereka yang kamu tinggalkan, tidak menyesal, tidak merasa kehilangan, tidak sekalipun mengejarmu, bahkan mencegahmu pergi...
-
-
-
Apakah sudah tidak sanggup lagi hatimu melihat, bahwa kebencian - katamu itu...
Hanyalah cerminan dari hatimu yang mendendam...
-
-
-
'
.phy.
'
-
-
-
*kebencian katamu itu, adalah sebentuk cinta dan ketulusan penuh kasih sayang yang diwarnai penuh kasih oleh mereka untukmu
Pedih diantara perih
Dan kian hari makin sakit
Terluka dalam hening tak bernama
Lalu perlahan pupus tanpa jejak
Ia hilang tak lagi dikenang
Hanya terkadang
Saat ada luka kecil tertoreh
Dia akan menyunggingkan senyum
Mengingat yang lalu
Tanpa pernah mengungkitnya
Karena ia sudah membatu
Beku dan keras kaku
Tak lagi merasakan perih pedih
Ataupun cinta
.
Cinta yang membatu
Atau batu yang mencinta
Dan menyisakan luka
.
.
.
.
.
.
.
.phy.
Secuil yang ada di setiap hari bahagia...
Adalah memiliki hari ini seutuhnya.
Semoga akhir tahun ini kita masih selalu akan tersenyum dan merajut bahagia bersama.