Ketika kamu membenci sesuatu dalam hidupmu...
-
-
-
Kamu sulit mengatakannya, karena kamu rasa tidak mungkin membenci kehidupan itu, karena kamu mendapatkannya sebagai hadiah dan itu adalah sebentuk cinta...
-
-
-
Bagaimanapun kamu ingin menjauhinya, untuk bisa terlepas dari kebencian itu. Pada kenyataannya kamu menyalahkan semua hal, untuk bisa mendapatkan dirimu tidak terjangkau dari hal yang kamu benci itu...
-
-
-
Dan segala bentuk nya, dari kebencian itu...
-
-
-
Di suatu hari, di akhir tahun.
Akhirnya kamu memutuskan untuk menghilang, agar kebencian itu tidak lagi menghantuimu.
Dan pada kenyataannya, kebencian itu melekat pada otak dan hatimu sendiri.
Mereka yang kamu tinggalkan, tidak menyesal, tidak merasa kehilangan, tidak sekalipun mengejarmu, bahkan mencegahmu pergi...
-
-
-
Apakah sudah tidak sanggup lagi hatimu melihat, bahwa kebencian - katamu itu...
Hanyalah cerminan dari hatimu yang mendendam...
-
-
-
'
.phy.
'
-
-
-
*kebencian katamu itu, adalah sebentuk cinta dan ketulusan penuh kasih sayang yang diwarnai penuh kasih oleh mereka untukmu
Jangan lupa tinggalkan pesan anda dan komentar anda setiap kali berkunjung ke halaman ini ya.....
Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts
Friday, December 28, 2018
[0048] Kebencian di ujung tanduk
Wednesday, December 26, 2018
[0047] Mencintai Batu
Pedih diantara perih
Dan kian hari makin sakit
Terluka dalam hening tak bernama
Lalu perlahan pupus tanpa jejak
Ia hilang tak lagi dikenang
Hanya terkadang
Saat ada luka kecil tertoreh
Dia akan menyunggingkan senyum
Mengingat yang lalu
Tanpa pernah mengungkitnya
Karena ia sudah membatu
Beku dan keras kaku
Tak lagi merasakan perih pedih
Ataupun cinta
.
Cinta yang membatu
Atau batu yang mencinta
Dan menyisakan luka
.
.
.
.
.
.
.
.phy.
Saturday, December 15, 2012
[ephy] Citra, confession of a silly drama queen -nya KURANG.
kurang panjang, kurang puas... masih mau lagi....
tapi aku yakin, kalau Citra nulisnya sepanjang Raksasa Dari Jogja, pasti butuh waktu ber-tahun-tahun untuk mendeskripsikan Idea dan Chacha dengan sangat manis dan dramatis.
I love the e-mail from chacha to idea and idea to chacha....
kalo bisa mau aku 'tiru' deh untuk nembak pacarku (eh, kan sekarang udah ada pacar tetap)
yang pasti, tulisan ini cuma satu jam aku selesaikan setelah menyelesaikan Raksasa dari Jogja
yang pasti, kalau aku punya banyak waktu belajar tentang dunia remaja seperti Citra, aku pasti akan serajin Citra mengisi halaman blognya dengan cerita cinta remaja.
yang menyenangkan adalah happy ending-nya...
oh, ya... kadang tidak semua orang berhasil menciptakan akhir cerita yang bahagia... plus rasa menggelitik yang tidak hanya seperti kupu-kupu dalam perut...
tapi juga seperti sesuatu yang membuat ujung kaki terasa merinding dan dingin....
hm, saran aja buat citra...
"kalau iseng jangan nanggung!!! bikin cerita-nya yang full series gitu...."
thanks ya... udah baca review singkat dari emak-emak yang nunggu jam enam dan mau belanja sayur untuk persediaan rumah tangga... habis itu yang pastinya tidur, bu guru...
salam...
ephy
baca disini ya... kali-kali mau kasi pesan...
tapi aku yakin, kalau Citra nulisnya sepanjang Raksasa Dari Jogja, pasti butuh waktu ber-tahun-tahun untuk mendeskripsikan Idea dan Chacha dengan sangat manis dan dramatis.
I love the e-mail from chacha to idea and idea to chacha....
kalo bisa mau aku 'tiru' deh untuk nembak pacarku (eh, kan sekarang udah ada pacar tetap)
yang pasti, tulisan ini cuma satu jam aku selesaikan setelah menyelesaikan Raksasa dari Jogja
yang pasti, kalau aku punya banyak waktu belajar tentang dunia remaja seperti Citra, aku pasti akan serajin Citra mengisi halaman blognya dengan cerita cinta remaja.
yang menyenangkan adalah happy ending-nya...
oh, ya... kadang tidak semua orang berhasil menciptakan akhir cerita yang bahagia... plus rasa menggelitik yang tidak hanya seperti kupu-kupu dalam perut...
tapi juga seperti sesuatu yang membuat ujung kaki terasa merinding dan dingin....
hm, saran aja buat citra...
"kalau iseng jangan nanggung!!! bikin cerita-nya yang full series gitu...."
thanks ya... udah baca review singkat dari emak-emak yang nunggu jam enam dan mau belanja sayur untuk persediaan rumah tangga... habis itu yang pastinya tidur, bu guru...
salam...
ephy
baca disini ya... kali-kali mau kasi pesan...
[ephy] Interconnection with : Raksasa dari Jogja
I'm so stupid to write in the early morning - without sleep....
apa itu kalimat pembuka yang jelas? tapi rasanya menyenangkan sekali, pada akhirnya bisa baca buku lagi (setelah sekian lama cuma membaca di dunia maya). dan akhirnya aku menuliskan review secuplik ini.
oke, pada awalnya aku tertarik untuk ikut kompetisi menulis #CeritaCintaKota yang diadakan oleh plot point kreatif. aku sudah selesai menulis ceritanya, judulnya "Hujan, Desember, dan Kamu"
sudah siap kirim, hanya saja karena tenggat waktunya masih lama, jadinya aku menyelesaikan tulisan yang lain dulu. dan herannya, aku membulatkan tekad untuk sedikit ber-sedekah ke toko buku dan para penulis dengan membeli beberapa buku sekaligus di satu sore yang hampir mendung.
nah, dari buku-buku yang aku dapatkan itu, aku mencoba untuk membaca buku terjemahan. hanya saja dengan satu dan dua alasan, akhirnya aku memutuskan untuk membaca habis RAKSASA DARI JOGJA.
oke, masih ada kepentingan penulisan untuk kompetisi menulis yang ingin aku ikuti, secara... aku gak tau seperti apa isi dan contoh yang menjadi alasan diadakannya kompetisi menulis itu....
tapi....
ta...ra...
ada inter-connection setelah aku membaca PROLOG nya. seperti kembali ke masa-masa sekolah, ketika aku menjadi pecinta dan mengkarya banyak kalimat indah dalam keseharianku. aku pernah dianggap 'alien' kala itu, karena mem-puisikan semua kehidupan yang aku alami. sampai diusir guru bahasa indonesia karena tidur di kelas?
mungkin pengalaman @dwitasaridwita (akun twitternya) tidak separah yang aku alami dalam proses menghasilkan karya. tapi yang pasti, rangkaian kalimat-kalimat indah nan puitis itu memang serasa menghubungkanku kembali melalui alam bawah sadarku, kenangan-kenangan masa SMA.
untuk cerita didalam rangkaian bab-bab-nya, ada satu - dua bagian yang aku tidak setuju. tapi seperti itu cerita dibuat, ada masalah yang dituliskan untuk menjadikan suatu konflik, dan cerita pantas dibaca.
yang terasa amat istimewa dari cerita ini adalah penggambaran karakter 'raksasa' dan bianca yang sangat puitis, cuplikan-cuplikan manis yang terjadi yang mengantarkan keduanya pada pertemuan-pertemuan istimewa. begitu juga dengan setting lokasi dan penjabaran event-event menarik dalam kebersamaan mereka.
'lihatlah keatas. temukan cinta'
tag-line dari judul-nya, memang membuat penasaran. apa yang ada di atas? tapi sangat menyenangkan begitu tahu penulis mencoba membuat koneksi dan pendekatan yang manis untuk 'yang di atas'. secara saya belum pernah berhasi melakukan hal yang serupa.
tapi tidak ada salahnya jika dicoba lagi nanti.
catatan untuk editornya... *sometextmissing*
halaman 223 *yang sejak tadi diparkir di .....* (salah kata)
halaman 252 paragraf *raut wajah bianca berubah .....* (hilang satu atau dua kata akhir sampai titik)
oke, itu dulu sedikit review dari saya, kalau-kalau si penulis sempat membaca tulisan emak-emak yang belum tidur ini.... mungkin mau mampir dan mengenal saya jaman dulu... disini
terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan ini.
ephy
review singkat yang gak tau mau ditulis di halaman yang mana
tidak di eksplorasi bumi atau dalam cerita saja
apa itu kalimat pembuka yang jelas? tapi rasanya menyenangkan sekali, pada akhirnya bisa baca buku lagi (setelah sekian lama cuma membaca di dunia maya). dan akhirnya aku menuliskan review secuplik ini.
oke, pada awalnya aku tertarik untuk ikut kompetisi menulis #CeritaCintaKota yang diadakan oleh plot point kreatif. aku sudah selesai menulis ceritanya, judulnya "Hujan, Desember, dan Kamu"
sudah siap kirim, hanya saja karena tenggat waktunya masih lama, jadinya aku menyelesaikan tulisan yang lain dulu. dan herannya, aku membulatkan tekad untuk sedikit ber-sedekah ke toko buku dan para penulis dengan membeli beberapa buku sekaligus di satu sore yang hampir mendung.
![]() |
| ngeborong novel di Togamas - Malang |
nah, dari buku-buku yang aku dapatkan itu, aku mencoba untuk membaca buku terjemahan. hanya saja dengan satu dan dua alasan, akhirnya aku memutuskan untuk membaca habis RAKSASA DARI JOGJA.
oke, masih ada kepentingan penulisan untuk kompetisi menulis yang ingin aku ikuti, secara... aku gak tau seperti apa isi dan contoh yang menjadi alasan diadakannya kompetisi menulis itu....
tapi....
ta...ra...
ada inter-connection setelah aku membaca PROLOG nya. seperti kembali ke masa-masa sekolah, ketika aku menjadi pecinta dan mengkarya banyak kalimat indah dalam keseharianku. aku pernah dianggap 'alien' kala itu, karena mem-puisikan semua kehidupan yang aku alami. sampai diusir guru bahasa indonesia karena tidur di kelas?
mungkin pengalaman @dwitasaridwita (akun twitternya) tidak separah yang aku alami dalam proses menghasilkan karya. tapi yang pasti, rangkaian kalimat-kalimat indah nan puitis itu memang serasa menghubungkanku kembali melalui alam bawah sadarku, kenangan-kenangan masa SMA.
untuk cerita didalam rangkaian bab-bab-nya, ada satu - dua bagian yang aku tidak setuju. tapi seperti itu cerita dibuat, ada masalah yang dituliskan untuk menjadikan suatu konflik, dan cerita pantas dibaca.
yang terasa amat istimewa dari cerita ini adalah penggambaran karakter 'raksasa' dan bianca yang sangat puitis, cuplikan-cuplikan manis yang terjadi yang mengantarkan keduanya pada pertemuan-pertemuan istimewa. begitu juga dengan setting lokasi dan penjabaran event-event menarik dalam kebersamaan mereka.
'lihatlah keatas. temukan cinta'
tag-line dari judul-nya, memang membuat penasaran. apa yang ada di atas? tapi sangat menyenangkan begitu tahu penulis mencoba membuat koneksi dan pendekatan yang manis untuk 'yang di atas'. secara saya belum pernah berhasi melakukan hal yang serupa.
tapi tidak ada salahnya jika dicoba lagi nanti.
catatan untuk editornya... *sometextmissing*
halaman 223 *yang sejak tadi diparkir di .....* (salah kata)
halaman 252 paragraf *raut wajah bianca berubah .....* (hilang satu atau dua kata akhir sampai titik)
oke, itu dulu sedikit review dari saya, kalau-kalau si penulis sempat membaca tulisan emak-emak yang belum tidur ini.... mungkin mau mampir dan mengenal saya jaman dulu... disini
terimakasih sudah mampir dan membaca tulisan ini.
ephy
review singkat yang gak tau mau ditulis di halaman yang mana
tidak di eksplorasi bumi atau dalam cerita saja
Friday, January 30, 2009
R4cUn d! H4t!
Apa warna racun di hati mu???Apa racun itu membunuhmu???
taste my heart feeling.... of an emptiness...
without you...
i'm so blue...
Sunday, December 28, 2008
Lelaki Usang (dalam catatan akhir tahun)
Catatan akhir tahun, tentang Tahun penuh Warna
musim hujan, atau kemarau yang datang silih berganti dalam satu tahun ini sungguh memiliki beragam kenangan yang sangat berarti bagiku. ini bukan sekedar catatan "melankolis" seperti yang dibicarakan Djo padaku beberapa minggu yang lalu. atau tentang bagaimana rasa cemburu yang begitu menggoda hati pada banyak pernikahan teman-teman SMU aku dan dee. Musim dan beragam rona yang hadir silih berganti menjadi komposisi apik jika kemasannya menarik. ini tentang apa dan bagaimana esok dapat dilanjutkan dengan memasang tiang dan pasak hidup dengan benar sekarang. ini tentang cita-cita, impian, dan persahabatan yang menyenangkan yang belum pernah terputus hingga hari ini. kalau sudah baca tulisan "teman yang benar-benar teman" dan "detail komposisi pribadi" di page multiply-ku, menyimak ini tidak akan jadi sulit seperti mengerami ide agar lahir menjadi suatu karya brilian. ini sangat mudah. karena ini juga bukan tentang cinta yang semata-mata karena ambisi duniawi semata.
ini tentang seorang LELAKI USANG
dia seorang yang begitu mengagumkan. dia lelaki yang berwarna ungu muda... (komposisi merah muda + biru langit cerah) caranya berdiri layaknya rusa jantan yang bersiap mengambil ancang-ancang langkah panjang, tatapannya yang teduh dan dalam dalam hangat aliran Sungai Gangga, dan tutur penuh norma yang menunjukkan dia punya wibawa, layaknya raja yang berkuasa dalam kebijaksanaan. dia adalah lelaki dengan ketangkasan dan tanggap pada sesuatu yang menjadi tanggung-jawabnya, tanpa menawar sesuatu yang menjadi kelayakan. caranya bekerja dan menyelesaikan masalah, menunjukkan kemampuannya menguasai diri dari emosi yang membutakan logika. dan setiap gerak lakunya menggambarkan dengan jelas, besar ke-imanan yang dimilikinya sebagai seorang hamba Tuhan. dia adalah lelaki dengan kehangatan yang terlukis jelas dari senyumannya, dan begitu jujur dengan setiap tutur yang terucap, tanpa bisa disangkal, karena dia bukan aktor handal layar kaca. tidak pernah terlintas keangkuhan karena kebaikan yang dikaryakannya, karena dia tidak pernah menarik lengannya dari lusuhnya si miskin, dan dia tidak pernah membentangkan tangannya dengan kesombongan untuk menyingkirkan setiap lawannya. karena dia semua menjadi lebih baik setiap harinya. meski dia tampak istimewa, teramat sempurna... sungguh, tak ada mahluk Tuhan yang sempurna di muka bumi ini.
dia masih bisa menangis tersedu dalam sujud-sujud malamnya, dia yang tidak pernah menjadi mengerti, kenapa seringkali kehilangan menjadi bagian dirinya. hingga dia akan selalu saja merasa asing dengan dunia yang seakan-akan pantas untuk terus dikejar. dia masih sering kembali ke-rumah masa depan, menemui ayah dan bundanya yang telah lama berpulang, mereka yang belum sempat menyaksikan kesuksesannya, dan sesekali dia akan mengganti kemeja dan jasnya dengan kaos usang, dan turun ke tepi sungai. dimana dia akan bertemu dengan sahabat lamanya yang saat ini hanya mampu menjadi pengepul barang bekas dan menjualnya kembali pada pabrik daur ulang miliknya. sesekali dia akan menangis saat melewati jalan panjang boulevard kota-nya yang dihiasi taman-taman indah, dimana keindahan itu mungkin sekejap saja akan hancur jika manusia tiba-tiba lupa pada Peng-Karya Kehidupan Dunia ini.
kali pertama, aku menemukan sosoknya berkaos usang dengan celana jeans lusuh yang sudah tak biru lagi. dia sedang duduk di salah satu bangku panjang taman kotaku. aku duduk didekatnya, dengan kamera DSLR terbaruku, sibuk mencatatat beberapa gambaran indah, dan menggoreskan pinsil mewujudkan sketsa-sketsa pada frame yang akan ku lampirkan pada karya Tugas Akhir-ku. sebuah album dan buku Esai fotografi tentang kotaku. dia melirikku sekali, lalu menyapaku ramah. dari caranya menyapaku, aku tau dia bukan preman, seperti dandanannya yang terlihat di hadapanku. dan dia bertanya tentang apa yang sedang aku kerjakan. aku menyodorkan buku sketsaku padanya, dan dia tersenyum ramah menjawab sketsa-sketsa yang ditemukannya pada halaman-halaman bukuku.
"ada begitu banyak keindahan dalam kehidupan ini yang saya temukan, tapi goresan-goresan ini sungguh sangat memikat. kamu pasti bisa lulus dengan nilai terbaik."
ada doa yang terhatur dari seseorang yang baru saja aku kenal, belum lima menit. dan dia membiarkanku mengambil fotonya, gambar sosoknya yang menatap keindahan taman kota.
setengah tahun berlalu, penyelesaian sepuluh ribu frame, jutaan huruf yang terangkai pada kata yang menjadi kalimat, dan sebuah karya tugas akhir yang siap di pamerkan. aku mempostingnya pada catatan-ku di dunia maya. sambil berdoa dalam hati, agar lelaki usang itu datang. karena aku tak pernah bertanya siapa namanya, apa pekerjaannya, atau dimana dia tinggal. sekali itu pertemuan kami, dan setiap kali aku kembali ke taman kota itu, di waktu yang sama seperti saat kali pertama aku bertemu dengannya, aku tak pernah menemukannya lagi. sepanjang waktu yang kuhabiskan untuk mengabadikan banyak moment dalam frame-frame jingga-ku, tak pernah pernah kutemukan lelaki itu.
satu hari dimana langit teduh, dan awan putih bertaut sepanjang barisan bukit kotaku. pameran karya ku, hari itu.
seorang dengan kemeja biru langit cerah, dan dasi warna senada, memasuki ruang pameran. aku sedang berdiri melayani beberapa pengunjung, menjelaskan beberapa frame yang dicetak besar. sebuah karya yang sederhana tapi punya berjuta makna, itu yang aku ingat dari proses konsultasi panjang dengan pembimbing. dan satu suara menyapa, bertanya.
"lelaki usang, bagaimana anda mendapatkan satu judul itu?"
satu bagian dalam rangkaian karya-ku, ku beri judul itu.
"dia seorang yang begitu mengagumkan. dia lelaki yang berwarna ungu muda... suatu komposisi dari percampuran warna merah muda dan biru langit cerah. caranya berdiri layaknya rusa jantan yang bersiap mengambil ancang-ancang langkah panjang, tatapannya yang teduh dan dalam, sehangat aliran Sungai Gangga, tutur penuh norma yang menunjukkan dia punya wibawa, layaknya raja yang berkuasa dalam kebijaksanaan."
dan aku menemukan dia sebagai seorang yang bertanya itu.
"saat itu pakaian yang dikenakannya sangat usang, kaos putih yang tak lagi putih, dan celana jeans yang tak lagi biru. dia menghabiskan beberapa saat menemani saya mengambil beberapa frame keindahan taman kota. dia mendoakan saya, dengan karya ini. dan saya ingin mengabadikannya dengan rinci, walau hanya ada satu frame terbaik disini."
dia tersenyum meyakinkanku, seperti caranya tersenyum hari itu, bahwa aku bisa menghasilkan yang terbaik dengan caraku. air mata yang tiba-tiba memenuhi pelupuk mataku, tak terasa jatuh basahi pipiku. karena kemudian dia membacakannya dengan suaranya yang ramah dan teduh, sebuah bait yang menjadi penjelasan karya itu.
>> dia adalah lelaki dengan kehangatan yang terlukis jelas dari senyumannya, dan begitu jujur dengan setiap tutur yang terucap, tanpa bisa disangkal, karena dia bukan aktor handal layar kaca. tidak pernah terlintas keangkuhan karena kebaikan yang dikaryakannya, karena dia tidak pernah menarik lengannya dari lusuhnya si miskin, dan dia tidak pernah membentangkan tangannya dengan kesombongan untuk menyingkirkan setiap lawannya. karena dia semua menjadi lebih baik setiap harinya.<<
hari itu juga, hari yang sama saat kali pertama aku bertemu dengannya di taman kota, hari dimana aku menemukan judul untuk karya tugas akhirku. dan hari yang sama di minggu berikutnya saat aku dinyatakan lulus dengan nilai terbaik. dia datang dan memberi selamat padaku. dan tidak akan pernah kulupa, karena sejak hari itu, aku belajar tentang hidup darinya, sangat banyak.
"kadang, dan mungkin terlalu sering manusia lupa. sungguh, kesempurnaan itu tidak pernah ada. karena kata itu hanya milik Tuhan. kita yang manusia, itu menjalani kehidupan, hanya sebagai perlintasan. yang kita miliki itu hanya titipan. tak ada keabadian yang senyatanya perlu dikejar. itu juga yang jadi alasan, kenapa aku berada di taman kota dengan berpakaian usang seperti hari itu. karena apa yang aku miliki hari ini, tak pernah akan abadi. dan apa yang aku katakan padamu hari itu, karena seharusnya semua manusia tau, berusaha itu perlu. dan putus asa tidak akan menjadi solusi bagi apapun yang disesali karena kegagalan mengejar setiap usaha ini."
dia lelaki dengan warna yang begitu indah, memancarkan kehangatan sekaligus ketulusan yang tak akan pernah ada dua-nya. sekalipun sebuah kata "usang" melekat tentangnya dalam catatanku, tapi untaian kebaikan yang dibagikannya, sungguh tak akan pernah membunuh kebaikan yang dimiliki ke-usang-an sebuah usia.
lalu, apa menurut kalian tentang cerita ini? ah.. ya.. aku lupa... ini hanya tentang tulisanku ini hanya tentang ungkapan apa yangada dalam hatiku. benar atau tidak? semuanya itu bergantung pada opini masing-masing pribadi, tentang benar atau tidak apa yang ada dalam tulisan ini. karena kebanaran yang hakiki itu hanya semata milik Sang Maha Pencipta Yang Abadi Berkuasa atas setiap kehidupan di muka bumi ini.
Malang, 28 Desember 2008
13:30 wib.
-phy-
(gambar hasil googling, 3 hari untuk selamanya)

musim hujan, atau kemarau yang datang silih berganti dalam satu tahun ini sungguh memiliki beragam kenangan yang sangat berarti bagiku. ini bukan sekedar catatan "melankolis" seperti yang dibicarakan Djo padaku beberapa minggu yang lalu. atau tentang bagaimana rasa cemburu yang begitu menggoda hati pada banyak pernikahan teman-teman SMU aku dan dee. Musim dan beragam rona yang hadir silih berganti menjadi komposisi apik jika kemasannya menarik. ini tentang apa dan bagaimana esok dapat dilanjutkan dengan memasang tiang dan pasak hidup dengan benar sekarang. ini tentang cita-cita, impian, dan persahabatan yang menyenangkan yang belum pernah terputus hingga hari ini. kalau sudah baca tulisan "teman yang benar-benar teman" dan "detail komposisi pribadi" di page multiply-ku, menyimak ini tidak akan jadi sulit seperti mengerami ide agar lahir menjadi suatu karya brilian. ini sangat mudah. karena ini juga bukan tentang cinta yang semata-mata karena ambisi duniawi semata.
ini tentang seorang LELAKI USANG
dia seorang yang begitu mengagumkan. dia lelaki yang berwarna ungu muda... (komposisi merah muda + biru langit cerah) caranya berdiri layaknya rusa jantan yang bersiap mengambil ancang-ancang langkah panjang, tatapannya yang teduh dan dalam dalam hangat aliran Sungai Gangga, dan tutur penuh norma yang menunjukkan dia punya wibawa, layaknya raja yang berkuasa dalam kebijaksanaan. dia adalah lelaki dengan ketangkasan dan tanggap pada sesuatu yang menjadi tanggung-jawabnya, tanpa menawar sesuatu yang menjadi kelayakan. caranya bekerja dan menyelesaikan masalah, menunjukkan kemampuannya menguasai diri dari emosi yang membutakan logika. dan setiap gerak lakunya menggambarkan dengan jelas, besar ke-imanan yang dimilikinya sebagai seorang hamba Tuhan. dia adalah lelaki dengan kehangatan yang terlukis jelas dari senyumannya, dan begitu jujur dengan setiap tutur yang terucap, tanpa bisa disangkal, karena dia bukan aktor handal layar kaca. tidak pernah terlintas keangkuhan karena kebaikan yang dikaryakannya, karena dia tidak pernah menarik lengannya dari lusuhnya si miskin, dan dia tidak pernah membentangkan tangannya dengan kesombongan untuk menyingkirkan setiap lawannya. karena dia semua menjadi lebih baik setiap harinya. meski dia tampak istimewa, teramat sempurna... sungguh, tak ada mahluk Tuhan yang sempurna di muka bumi ini.
dia masih bisa menangis tersedu dalam sujud-sujud malamnya, dia yang tidak pernah menjadi mengerti, kenapa seringkali kehilangan menjadi bagian dirinya. hingga dia akan selalu saja merasa asing dengan dunia yang seakan-akan pantas untuk terus dikejar. dia masih sering kembali ke-rumah masa depan, menemui ayah dan bundanya yang telah lama berpulang, mereka yang belum sempat menyaksikan kesuksesannya, dan sesekali dia akan mengganti kemeja dan jasnya dengan kaos usang, dan turun ke tepi sungai. dimana dia akan bertemu dengan sahabat lamanya yang saat ini hanya mampu menjadi pengepul barang bekas dan menjualnya kembali pada pabrik daur ulang miliknya. sesekali dia akan menangis saat melewati jalan panjang boulevard kota-nya yang dihiasi taman-taman indah, dimana keindahan itu mungkin sekejap saja akan hancur jika manusia tiba-tiba lupa pada Peng-Karya Kehidupan Dunia ini.
kali pertama, aku menemukan sosoknya berkaos usang dengan celana jeans lusuh yang sudah tak biru lagi. dia sedang duduk di salah satu bangku panjang taman kotaku. aku duduk didekatnya, dengan kamera DSLR terbaruku, sibuk mencatatat beberapa gambaran indah, dan menggoreskan pinsil mewujudkan sketsa-sketsa pada frame yang akan ku lampirkan pada karya Tugas Akhir-ku. sebuah album dan buku Esai fotografi tentang kotaku. dia melirikku sekali, lalu menyapaku ramah. dari caranya menyapaku, aku tau dia bukan preman, seperti dandanannya yang terlihat di hadapanku. dan dia bertanya tentang apa yang sedang aku kerjakan. aku menyodorkan buku sketsaku padanya, dan dia tersenyum ramah menjawab sketsa-sketsa yang ditemukannya pada halaman-halaman bukuku.
"ada begitu banyak keindahan dalam kehidupan ini yang saya temukan, tapi goresan-goresan ini sungguh sangat memikat. kamu pasti bisa lulus dengan nilai terbaik."
ada doa yang terhatur dari seseorang yang baru saja aku kenal, belum lima menit. dan dia membiarkanku mengambil fotonya, gambar sosoknya yang menatap keindahan taman kota.
setengah tahun berlalu, penyelesaian sepuluh ribu frame, jutaan huruf yang terangkai pada kata yang menjadi kalimat, dan sebuah karya tugas akhir yang siap di pamerkan. aku mempostingnya pada catatan-ku di dunia maya. sambil berdoa dalam hati, agar lelaki usang itu datang. karena aku tak pernah bertanya siapa namanya, apa pekerjaannya, atau dimana dia tinggal. sekali itu pertemuan kami, dan setiap kali aku kembali ke taman kota itu, di waktu yang sama seperti saat kali pertama aku bertemu dengannya, aku tak pernah menemukannya lagi. sepanjang waktu yang kuhabiskan untuk mengabadikan banyak moment dalam frame-frame jingga-ku, tak pernah pernah kutemukan lelaki itu.
satu hari dimana langit teduh, dan awan putih bertaut sepanjang barisan bukit kotaku. pameran karya ku, hari itu.
seorang dengan kemeja biru langit cerah, dan dasi warna senada, memasuki ruang pameran. aku sedang berdiri melayani beberapa pengunjung, menjelaskan beberapa frame yang dicetak besar. sebuah karya yang sederhana tapi punya berjuta makna, itu yang aku ingat dari proses konsultasi panjang dengan pembimbing. dan satu suara menyapa, bertanya.
"lelaki usang, bagaimana anda mendapatkan satu judul itu?"
satu bagian dalam rangkaian karya-ku, ku beri judul itu.
"dia seorang yang begitu mengagumkan. dia lelaki yang berwarna ungu muda... suatu komposisi dari percampuran warna merah muda dan biru langit cerah. caranya berdiri layaknya rusa jantan yang bersiap mengambil ancang-ancang langkah panjang, tatapannya yang teduh dan dalam, sehangat aliran Sungai Gangga, tutur penuh norma yang menunjukkan dia punya wibawa, layaknya raja yang berkuasa dalam kebijaksanaan."
dan aku menemukan dia sebagai seorang yang bertanya itu.
"saat itu pakaian yang dikenakannya sangat usang, kaos putih yang tak lagi putih, dan celana jeans yang tak lagi biru. dia menghabiskan beberapa saat menemani saya mengambil beberapa frame keindahan taman kota. dia mendoakan saya, dengan karya ini. dan saya ingin mengabadikannya dengan rinci, walau hanya ada satu frame terbaik disini."
dia tersenyum meyakinkanku, seperti caranya tersenyum hari itu, bahwa aku bisa menghasilkan yang terbaik dengan caraku. air mata yang tiba-tiba memenuhi pelupuk mataku, tak terasa jatuh basahi pipiku. karena kemudian dia membacakannya dengan suaranya yang ramah dan teduh, sebuah bait yang menjadi penjelasan karya itu.
>> dia adalah lelaki dengan kehangatan yang terlukis jelas dari senyumannya, dan begitu jujur dengan setiap tutur yang terucap, tanpa bisa disangkal, karena dia bukan aktor handal layar kaca. tidak pernah terlintas keangkuhan karena kebaikan yang dikaryakannya, karena dia tidak pernah menarik lengannya dari lusuhnya si miskin, dan dia tidak pernah membentangkan tangannya dengan kesombongan untuk menyingkirkan setiap lawannya. karena dia semua menjadi lebih baik setiap harinya.<<
hari itu juga, hari yang sama saat kali pertama aku bertemu dengannya di taman kota, hari dimana aku menemukan judul untuk karya tugas akhirku. dan hari yang sama di minggu berikutnya saat aku dinyatakan lulus dengan nilai terbaik. dia datang dan memberi selamat padaku. dan tidak akan pernah kulupa, karena sejak hari itu, aku belajar tentang hidup darinya, sangat banyak.
"kadang, dan mungkin terlalu sering manusia lupa. sungguh, kesempurnaan itu tidak pernah ada. karena kata itu hanya milik Tuhan. kita yang manusia, itu menjalani kehidupan, hanya sebagai perlintasan. yang kita miliki itu hanya titipan. tak ada keabadian yang senyatanya perlu dikejar. itu juga yang jadi alasan, kenapa aku berada di taman kota dengan berpakaian usang seperti hari itu. karena apa yang aku miliki hari ini, tak pernah akan abadi. dan apa yang aku katakan padamu hari itu, karena seharusnya semua manusia tau, berusaha itu perlu. dan putus asa tidak akan menjadi solusi bagi apapun yang disesali karena kegagalan mengejar setiap usaha ini."
dia lelaki dengan warna yang begitu indah, memancarkan kehangatan sekaligus ketulusan yang tak akan pernah ada dua-nya. sekalipun sebuah kata "usang" melekat tentangnya dalam catatanku, tapi untaian kebaikan yang dibagikannya, sungguh tak akan pernah membunuh kebaikan yang dimiliki ke-usang-an sebuah usia.
lalu, apa menurut kalian tentang cerita ini? ah.. ya.. aku lupa... ini hanya tentang tulisanku ini hanya tentang ungkapan apa yangada dalam hatiku. benar atau tidak? semuanya itu bergantung pada opini masing-masing pribadi, tentang benar atau tidak apa yang ada dalam tulisan ini. karena kebanaran yang hakiki itu hanya semata milik Sang Maha Pencipta Yang Abadi Berkuasa atas setiap kehidupan di muka bumi ini.
Malang, 28 Desember 2008
13:30 wib.
-phy-
(gambar hasil googling, 3 hari untuk selamanya)

Label:
cinta,
mind,
mind mapping
Thursday, April 24, 2008
PeRMeN PiTa & PeLaNGi - KeRaJaaN HaTi
PeRMeN PiTa & PeLaNGi - KeRaJaaN HaTi
Bismillahirrahmanirrahiim
Satu dua tiga
Langkahku mantap menuju sekolah
Empat lima enam
Ku haturkan do’a tuk mulai semua
Radhiitubillahi Rabba
Wabil Islaami Diina
Wabi Muhammadin Nabiyya wa Rasuula
Tak ada lagi yang kuragu
Karena segala yang kulaku
Atas izin kedua orang tua
Dibawah lindungan dan dihiasi kasih Allah Subhaanahu wa ta’alaa
Satu dua tiga
Permen pita dan pelangi di saku hati
Empat lima enam
Aku belajar dengan keyakinan diri
Menuntut ilmu dengan sepenuh hati
Rabbi zidnii ‘ilma
Warzuqnii fahma
Waj’anii min ‘ibadikas shaalihiin
Hingga jauh semua kebodohan diri ini
Hingga tak ada lagi kecerobohan yang mengiringi
Dan prestasi yang diimpikan
Adalah hadiah terbaik dalam bingkisan
Yang aku dan semua dambakan
Satu dua tiga
Permen manis dikecapan lidah
Empat lima enam
Setiap hariku di sekolah selalu indah
Karena kebersamaan ini
Karena kita teman sehati
Rabbighfirli wa li akhii
Wa adkhilnaa fii rahmatika
Wa anta arhamurraahimiin
Dan selamanya teman dalam kebenaran
Dan selalu sehati dalam indah kebersamaan
Satu dua tiga
Pita persahabatan tersemat hari ini
Empat lima enam
Saat ujian harus dihadapi
Persaingan yang dilalui dengan kejujuran
Di antara kebersamaan yang dihiasi keihlasan
Rabbi adkhilnii mudkhala sidqin
Wa akhrijnii mukhraja shidqin
Waj’allii mil ladun-ka sulthaanannassiira
Usaha keras diikatkan dengan kesungguhan
Tidak ada kesulitan yang tak bisa diselesaikan
Dengan doa sepenuh hati
Dengan usaha tiada henti
Demi mengukir prestasi
Demi masa depan yang lebih berarti
Satu dua tiga
Pelangi hadir usai hujan basahi bumi
Empat lima enam
Kami putra-putri Kerajaan Hati berjanji
Dengan ridha kedua orang tua kami
Dengan bekal ilmu dari semua guru kami
Dengan penuh harap atas ridha Allah Subhaanahu wa ta’alaa
Akan
Berusaha sekuat tenaga
Berlaku jujur dalam setiap usaha
Melaksanakan tugas sebaik-baiknya
Berdoa dari hati dan jiwa
Demi mencapai prestasi yang membanggakan
Demi masa depan yang menjanjikan
Rabbisyrahlii shadrii wayassirlii amrii
Wahlul uqdatam millisaanii yafqahuu qaulii
buat semua adik-adikku di MIN MALANG 1 yang lagi pada UAS dan pada mo...UASBN, UAM, UJIAN PRAKTEK....
good luck
Bismillahirrahmanirrahiim
Satu dua tiga
Langkahku mantap menuju sekolah
Empat lima enam
Ku haturkan do’a tuk mulai semua
Radhiitubillahi Rabba
Wabil Islaami Diina
Wabi Muhammadin Nabiyya wa Rasuula
Tak ada lagi yang kuragu
Karena segala yang kulaku
Atas izin kedua orang tua
Dibawah lindungan dan dihiasi kasih Allah Subhaanahu wa ta’alaa
Satu dua tiga
Permen pita dan pelangi di saku hati
Empat lima enam
Aku belajar dengan keyakinan diri
Menuntut ilmu dengan sepenuh hati
Rabbi zidnii ‘ilma
Warzuqnii fahma
Waj’anii min ‘ibadikas shaalihiin
Hingga jauh semua kebodohan diri ini
Hingga tak ada lagi kecerobohan yang mengiringi
Dan prestasi yang diimpikan
Adalah hadiah terbaik dalam bingkisan
Yang aku dan semua dambakan
Satu dua tiga
Permen manis dikecapan lidah
Empat lima enam
Setiap hariku di sekolah selalu indah
Karena kebersamaan ini
Karena kita teman sehati
Rabbighfirli wa li akhii
Wa adkhilnaa fii rahmatika
Wa anta arhamurraahimiin
Dan selamanya teman dalam kebenaran
Dan selalu sehati dalam indah kebersamaan
Satu dua tiga
Pita persahabatan tersemat hari ini
Empat lima enam
Saat ujian harus dihadapi
Persaingan yang dilalui dengan kejujuran
Di antara kebersamaan yang dihiasi keihlasan
Rabbi adkhilnii mudkhala sidqin
Wa akhrijnii mukhraja shidqin
Waj’allii mil ladun-ka sulthaanannassiira
Usaha keras diikatkan dengan kesungguhan
Tidak ada kesulitan yang tak bisa diselesaikan
Dengan doa sepenuh hati
Dengan usaha tiada henti
Demi mengukir prestasi
Demi masa depan yang lebih berarti
Satu dua tiga
Pelangi hadir usai hujan basahi bumi
Empat lima enam
Kami putra-putri Kerajaan Hati berjanji
Dengan ridha kedua orang tua kami
Dengan bekal ilmu dari semua guru kami
Dengan penuh harap atas ridha Allah Subhaanahu wa ta’alaa
Akan
Berusaha sekuat tenaga
Berlaku jujur dalam setiap usaha
Melaksanakan tugas sebaik-baiknya
Berdoa dari hati dan jiwa
Demi mencapai prestasi yang membanggakan
Demi masa depan yang menjanjikan
Rabbisyrahlii shadrii wayassirlii amrii
Wahlul uqdatam millisaanii yafqahuu qaulii
buat semua adik-adikku di MIN MALANG 1 yang lagi pada UAS dan pada mo...UASBN, UAM, UJIAN PRAKTEK....
good luck
Friday, April 04, 2008
Menyusutkan Genangan
Menyusutkan genangan-genangan masa laluYang telah banyak melukai punggawa-punggawa hatiku
Aku belajar menajdi seorang yang baru
Menatap masa depan dengan segala keberanian
Melangkah dengan keyakinan
Melakukan segalanya dengan keihlasan
Yang tak pantas untuk kau pertanyakan
Kalau saja aku punya ini semua dari dulu
Aku tak perlu menangisi kepergianmu
Dengan pengkhianatan itu
Kalau saja kamu tahu
Aku jadi seperti ini bukan karenamu
Mengeringkan setiap tetes kepedihan
Karena air mata masih begitu berharga
Untuk tetap kumiliki
Hingga hari indah itu tiba
Dan telah kurelakan kepergianmu
Tanpa air mata lagi
Dan kuhapus setiap detail tentang masa indah
Yang tak akan pernah kita kenang bersama
Menjadikan masa depanku lebih menjanjikan
Tanpa harus ada kamu
Pergilah
-phy-
Mengusir kesedihan
23 Maret 2008, 15:50 wib
Saturday, February 16, 2008
Hatiku Untukmu Lelakiku
Diantara kebahagiaan yang aku pertanyakan
Engkau hadir berikan harapan nyata
Yang aku tak ingin ragu
Namun aku tak bisa percaya padamu
Karena kamu tidak pernah mengenalku
Lebih dari sekedar nama panggilanku
Diantara kelelahan yang kubagikan pada semua
Ada kenaifan yang terbaca olehmu
Aku yang lemah dan tak mampu bertahan
Dalam kesendirian yang aku bangun
Karena aku tak pernah mampu menemukan bahagiaku
Lebih dari sekedar senyuman saat ini
Dan telah kamu rebut hatiku
Dengan senyuman dan pedulimu
Dengan kasih dan keindahan bahasamu
Dan kamu menyeretku dalam kebahagiaan yang aku ragu
Apa itu memang untukku
Sedetik aku ingin percaya
Namun aku sudah terlalu lama pergi dari bahagia
Diantara kebahagiaan yang aku pertanyakan
Diantara kelelahan yang aku bagikan pada semua
Diantara kepedihan hatiku karena kamu
Aku hanya mencoba percaya
Tanpa pernah aku percaya
Aku hanya mencoba untuk mendengar
Tanpa pernah aku merasakannya dengan hatiku
Aku tau kamu pasti terluka karenaku
Dan saat kamu menyeretku pada kebahagiaan
Yang kamu tau aku mencarinya
Aku berkelit dan berlari menghindar
Aku menjauh dan melepaskan genggamanmu
Aku tak ingin dapatkan itu semudah membencimu
Aku tak ingin menikmatinya semudah kamu mencintaiku
Aku tak akan pernah percaya padamu
Romansa dalam sekejapan mata
Kehancuranku diantara kepedihan yang kukaryakan
Menghapusmu dari dalam benakku
Mengusir semua keindahan yang kamu hadiahkan
Dan aku kembali pada sendiri yang menyedihkan
Namun aku bertahan
Hingga hari itu tiba
Saat aku bukan jadi yang nomer dua bagimu
Saat aku adalah yang paling percaya padamu
Diantara kebahagiaan hari ini
Aku percaya kamu bahagia
Karena aku tak melukainya yang telah memilikimu
Untuk semua -kekasih gelapku-
Malang, 20 Oktober 2007
>>> di posting untuk seseorang yang jauh di-mata dan sedang ku rindukan dengan sangat
Engkau hadir berikan harapan nyata
Yang aku tak ingin ragu
Namun aku tak bisa percaya padamu
Karena kamu tidak pernah mengenalku
Lebih dari sekedar nama panggilanku
Diantara kelelahan yang kubagikan pada semua
Ada kenaifan yang terbaca olehmu
Aku yang lemah dan tak mampu bertahan
Dalam kesendirian yang aku bangun
Karena aku tak pernah mampu menemukan bahagiaku
Lebih dari sekedar senyuman saat ini
Dan telah kamu rebut hatiku
Dengan senyuman dan pedulimu
Dengan kasih dan keindahan bahasamu
Dan kamu menyeretku dalam kebahagiaan yang aku ragu
Apa itu memang untukku
Sedetik aku ingin percaya
Namun aku sudah terlalu lama pergi dari bahagia
Diantara kebahagiaan yang aku pertanyakan
Diantara kelelahan yang aku bagikan pada semua
Diantara kepedihan hatiku karena kamu
Aku hanya mencoba percaya
Tanpa pernah aku percaya
Aku hanya mencoba untuk mendengar
Tanpa pernah aku merasakannya dengan hatiku
Aku tau kamu pasti terluka karenaku
Dan saat kamu menyeretku pada kebahagiaan
Yang kamu tau aku mencarinya
Aku berkelit dan berlari menghindar
Aku menjauh dan melepaskan genggamanmu
Aku tak ingin dapatkan itu semudah membencimu
Aku tak ingin menikmatinya semudah kamu mencintaiku
Aku tak akan pernah percaya padamu
Romansa dalam sekejapan mata
Kehancuranku diantara kepedihan yang kukaryakan
Menghapusmu dari dalam benakku
Mengusir semua keindahan yang kamu hadiahkan
Dan aku kembali pada sendiri yang menyedihkan
Namun aku bertahan
Hingga hari itu tiba
Saat aku bukan jadi yang nomer dua bagimu
Saat aku adalah yang paling percaya padamu
Diantara kebahagiaan hari ini
Aku percaya kamu bahagia
Karena aku tak melukainya yang telah memilikimu
Untuk semua -kekasih gelapku-
Malang, 20 Oktober 2007
>>> di posting untuk seseorang yang jauh di-mata dan sedang ku rindukan dengan sangat
Wednesday, November 02, 2005
UNTUK YANG TERCINTA, LELAKI PILIHAN
Dia lelaki pilihanku
Lebih tepatnya dia yang memilihku
Dari senyumannya aku pahami ketulusannya
Dari tatapannya aku mengerti keseriusannya
Dari yang dia lakukan untukku
Aku yakini satu, dia akan membahagiakanku selamanya
Dari yang dia ungkapkan padaku
Aku percaya, dia akan membimbingku
Dan tak ada yang akan mampu menyangkal kebenaran itu semua
Tepat saat dia memintaku
Untuk menemani dirinya
Selama sisa usianya
Bersama
Lebih tepatnya dia yang memilihku
Dari senyumannya aku pahami ketulusannya
Dari tatapannya aku mengerti keseriusannya
Dari yang dia lakukan untukku
Aku yakini satu, dia akan membahagiakanku selamanya
Dari yang dia ungkapkan padaku
Aku percaya, dia akan membimbingku
Dan tak ada yang akan mampu menyangkal kebenaran itu semua
Tepat saat dia memintaku
Untuk menemani dirinya
Selama sisa usianya
Bersama
Dia lelaki yang menyanjungku
Walau tanpa cantikku
Dia lelaki yang menyadari keindahan
Bukan sekedar dari tampilaku
Dia lelaki yang selalu kembali padaku
Walau aku selalu bergantung dipundaknya
Dia yang bersandar padaku
Walau kesedihannya tak dihadiahkan untukku
Tapi akan kusediakan pundakku
Untuknya kembali bersandar
Atas setiap kelelahannya
Kelelahan untuk membuatku bahagia
Bersamanya
Walau tanpa cantikku
Dia lelaki yang menyadari keindahan
Bukan sekedar dari tampilaku
Dia lelaki yang selalu kembali padaku
Walau aku selalu bergantung dipundaknya
Dia yang bersandar padaku
Walau kesedihannya tak dihadiahkan untukku
Tapi akan kusediakan pundakku
Untuknya kembali bersandar
Atas setiap kelelahannya
Kelelahan untuk membuatku bahagia
Bersamanya
Dia yang tak pernah melupakan yang dipesankan langit
Untuk tetap mencintai Tuhan yang menciptakannya
Agar saat dia sedih
Dia tak lari pada kekhilafan
Agar saat nestapa membayangi
Dia tak menafikkannya dengan kejahilan
Agar saat kehilangan ada dihadapannya
Dia tetap bisa merelakannya dengan lapang dada
Dan dia akan tetap bisa melalui sisa hidupnya dengan cinta Tuhannya
Meskipun aku tak bersamanya
Dia yang akan selalu mengingatkanku
Untuk tetap menjadi seorang yang terhormat
Bersamanya
Untuk tetap mencintai Tuhan yang menciptakannya
Agar saat dia sedih
Dia tak lari pada kekhilafan
Agar saat nestapa membayangi
Dia tak menafikkannya dengan kejahilan
Agar saat kehilangan ada dihadapannya
Dia tetap bisa merelakannya dengan lapang dada
Dan dia akan tetap bisa melalui sisa hidupnya dengan cinta Tuhannya
Meskipun aku tak bersamanya
Dia yang akan selalu mengingatkanku
Untuk tetap menjadi seorang yang terhormat
Bersamanya
Atau sendiri tanpanya
Karena dia selalu percaya
Kecantikan perempuan yang dipilihnya
Adalah karena perempuan itu adalah seorang yang terhormat
Menjaga kehormatan sepenuh jiwa
Selamanya.
Dia pilihan hidupku
Yang tertawa bahagia dan menangis dalam duka bersamaku
Menjalaninya dalam nikmat sujud pada Sang Pencipta
Dia yang akan selalu berpesan padaku
Untuk tetap menjalani hidup dengan senyuman
Walau semua yang ada hanya titipan
Tapi kerelaan besar yang diajarkannya padaku
Adalah satu yang terbaik dalam hidupku
Dia yang jadi segalanya untukku
Karena senyumannya yang menuntunku untuk terus percaya
Kasih Tuhan untukku ada ditangannya
Ada dalam belaiannya
Ada dalam dekapannya
Karena dia selalu percaya
Kecantikan perempuan yang dipilihnya
Adalah karena perempuan itu adalah seorang yang terhormat
Menjaga kehormatan sepenuh jiwa
Selamanya.
Dia pilihan hidupku
Yang tertawa bahagia dan menangis dalam duka bersamaku
Menjalaninya dalam nikmat sujud pada Sang Pencipta
Dia yang akan selalu berpesan padaku
Untuk tetap menjalani hidup dengan senyuman
Walau semua yang ada hanya titipan
Tapi kerelaan besar yang diajarkannya padaku
Adalah satu yang terbaik dalam hidupku
Dia yang jadi segalanya untukku
Karena senyumannya yang menuntunku untuk terus percaya
Kasih Tuhan untukku ada ditangannya
Ada dalam belaiannya
Ada dalam dekapannya
Dia yang akan terus mendampingiku
Untuk terus mengerti
Bahagia adalah sahabat syukur
Duka adalah sahabat pasrah
Kerelaan dari segalanya akan membuat yang dijalani saat ini
Menghadirkan senyuman di akhir segalanya
Untuk terus mengerti
Bahagia adalah sahabat syukur
Duka adalah sahabat pasrah
Kerelaan dari segalanya akan membuat yang dijalani saat ini
Menghadirkan senyuman di akhir segalanya
Aku yang akan jadi lentera kala gelap hatinya
Agar ia tetap bisa temukan pilihan jalan
Diatas kebenaran yang telah dijanjikannya padaku
Agar dia tetap mampu
Selesaikan semuanya tanpa gelap mata
Agar dia tak tersandung
Kala semua hambatan itu menghadang didepan
Dalam gelapnya
Agar ia tetap bisa temukan pilihan jalan
Diatas kebenaran yang telah dijanjikannya padaku
Agar dia tetap mampu
Selesaikan semuanya tanpa gelap mata
Agar dia tak tersandung
Kala semua hambatan itu menghadang didepan
Dalam gelapnya
Aku akan menjadi pijarnya yang abadikan senyuman dalam hidupnya
Yang selamanya akan lencarkan jalan hidupnya
Yang seutuhnya dengan tunduk menghormatinya
Dengan kebenaran
Dengan kejujuran
Dengan keikhlasan
Dengan segala kemampuan
Dengan tetap percaya
Tuhan akan tunjukkan yang terbaik bagi hidup yang akan ku jalani
Bersamanya
Yang selamanya akan lencarkan jalan hidupnya
Yang seutuhnya dengan tunduk menghormatinya
Dengan kebenaran
Dengan kejujuran
Dengan keikhlasan
Dengan segala kemampuan
Dengan tetap percaya
Tuhan akan tunjukkan yang terbaik bagi hidup yang akan ku jalani
Bersamanya
Dia lelaki yang memilihku
Dan telah kupilih
Untuk menjalani sisa hidup
Bersama
Atas izin Allah SWT
Atas ridha kedua orang tua kami
Dan telah kupilih
Untuk menjalani sisa hidup
Bersama
Atas izin Allah SWT
Atas ridha kedua orang tua kami
Tapi waktulah yang akan tentukan segalanya
Karena manusia hanya dipersilahkan
Untuk berencana
Merangkainya dalam cita-cita
Dan berusaha semaksimal mungkin
Sedaya kemampuan
Sekuat tenaga
Dalam hidupnya
Agar tak ada sesal
Saat Tuhan tentukan akhirnya
Karena cinta pada yang menciptakan
Haruslah lebih besar
Dari pada cinta pada ciptaan-Nya
Agar hidup tetap berjalan sesuai rancana kita
Agar segalanya tak terlalu jauh dari harapan kita
Karena sesuatu hari ini
Tak ada yang begitu sempurna
Selamanya
Tak akan cukup sempurna didapatkan
Haruslah lebih besar
Dari pada cinta pada ciptaan-Nya
Agar hidup tetap berjalan sesuai rancana kita
Agar segalanya tak terlalu jauh dari harapan kita
Karena sesuatu hari ini
Tak ada yang begitu sempurna
Selamanya
Tak akan cukup sempurna didapatkan
Seiring dengan berjalannya waktu
Semua akan tahu
Dia memang yang pilihan
Atau aku yang memang pantas dipilih
Aku yang pilihan
Atau dia yang memang pantas untuk dipilih
Satu
Dan selamanya satu
Semua akan tahu
Dia memang yang pilihan
Atau aku yang memang pantas dipilih
Aku yang pilihan
Atau dia yang memang pantas untuk dipilih
Satu
Dan selamanya satu
Malang, 30 Oktober 2005
20.20 WIB
20.20 WIB
Label:
aku,
cinta,
mind,
mind mapping
Subscribe to:
Posts (Atom)



