Powered By Blogger
Jangan lupa tinggalkan pesan anda dan komentar anda setiap kali berkunjung ke halaman ini ya.....

Saturday, September 29, 2018

Gempa

Tidak ada yang bisa menutup mata dari kejadian duka semalam. Hati yang terluka karena kematian tiba-tiba, juga bukan sesuatu yang patut disesali dalam teriakan.
Kita memang hidup berhadapan dengan bencana, ada yang sudah terbaca, namun juga tidak sedikit yang tiba-tiba.
Mau tak mau kita harus siap menghadapi semuanya.
.
Gempa, tsunami, gunung meletus, sampai banjir dan segala hal yang tidak bisa saya rinci kan, karena saya bukan ahlinya.
Semua menghadirkan duka.
Semua butuh uluran tangan dan juga doa.
.
Saya mungkin satu yang tidak berdaya, tidak mungkin turun langsung ke lokasi bencana.
Hanya sedikit yang mungkin bisa saya titip kan lewat yang lain, dan rangkaian doa terhatur.
Semoga kita tetap bertahan dan berani menjalani kehidupan di esok hari.

Duka untuk :
Gempa Palu, Donggala, dan sekitarnya.
28/sept/2018
17.02wib

.phy.

Friday, September 28, 2018

Impian 1000 Hari

.
.
يَامُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
.

Wednesday, September 26, 2018

Pinta

Secarik kertas kecil berisikan pesan singkat, dituliskan dengan pen tinta warna hitam pekat ; jangan tunggu aku lagi.
.
.

Setiap kenangan itu berkesan, namun yang melekat lama dan menjadi kenangan tentu bukan hal sepele atau remeh yang mungkin terbaik dalam satu goresan.
Itu yang ada dalam benakku kemarin, saat menerima kabar duka dari Medan. Kali kedua dalam satu minggu ini. Dan tentu saja mereka yang pergi ada hubungan kerabat.
Yang pertama adalah seorang keponakan, anak pertama dari sepupu di pihak papa. Beberapa bulan terakhir sakit, dan akhirnya meninggal di usia yang lebih muda dari anak pertamaku. Goresannya tidak terlalu dalam di benakku, karena aku belum pernah bertemu langsung. Namun kali yang kedua berita duka datang kemarin, Abang sepupu; anak dari kakak sulung mama. Rasanya sedikit ambigu.
Setelah dua puluh tahun tak pernah bertemu muka, rasanya aneh kalau aku merasa masih mengenalnya. Ya... Dua puluh tahun lalu mungkin kami pernah akrab, tapi sekarang? Setelah mendengar kabar dia meninggal?
.

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّاالْإِحْسَانُ •

Ada yang pernah bilang, "hargai mereka yang masih menanyakan kabarmu walau hanya lewat pesan singkat atau di media sosial."
Mungkin awalnya akan ada yang bertanya, "kenapa?"
Namun jika kembalinya pada kita hanya berita kematian berikutnya, maka akan baru terasa, bahwa hubungan baik itu perlu. Rasa bersaudara walau jauh dan di perantauan itu perlu. Sekalipun kita miskin dan tidak bisa pulang kampung, menyapa walau sesekali itu perlu.
Toh teknologi sekarang ada, sms, wa, video call tidak semahal tiket mudik lebaran.
.

Bukankah balasan dari kebaikan itu pasti kebaikan juga?

Tidak yakinkah kita akan janji ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala dalam kalam-Nya?

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi kah yang kamu dustakan?

.

Secarik kertas kecil berisikan pesan singkat, dituliskan dengan pen tinta warna hitam pekat ; *jangan tunggu aku lagi.* Kini mengacaukan isi otak dan hati, antara tidak mengerti maksudnya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan berikutnya.

Jangan sampai kemarahan membubarkan segala hal baik yang sudah dibangun menjadi pondasinya.
Jika masih ada kebaikan, segeralah berbaikan.
Jika masih ada keinginan mempertahankan perjalanan di jalan kebaikan, berlarilah. Balas ah kebaikan-kebaikan itu dengan kebaikan.
Jangan didiamkan saja.
Karena jika nanti yang datang berikutnya hanya berita kematian, maka hanya penyesalan yang akan mengakhiri segalanya.
.

((Prolog))
"Aku sudah gak bisa menjalani semuanya ini lagi. Kamu gak punya peduli yang sama seperti sepuluh tahun lalu saat ingin memulainya dulu. Bahkan kamu sudah tidak mendengarkan lagi setiap aku bicara. Buat apa aku bicara dengan punggungmu?"
Omelan kemarahan yang memenuhi ruangan itu hanya dijawab dengan diam.
*Aku pergi, jangan tunggu aku lagi.*
Pesan itu ditinggalkan di belakang punggung yang diam. Karena bicara mungkin akan membuat cermin retak itu pecah berurai menjadi serpih-serpih luka.

.phy.
26 September 2018

Thursday, June 07, 2018

[2018] Matahari

Kalau mau dibilang, "sudah terlalu lama membiarkan halaman ini berdebu."Ya, sudah lah. saya akan terima dengan lapang dada.
Karena keterbatasan saya, kurangnya motivasi, dan semua ini sebenarnya adalah proses menemukan langkah tepat menjalani kehidupan kedepannya.
.
Jadi?
.
Selamat datang kembali matahari...


-ephy-
Malang, 22 Ramadhan 1439H / 7 Juni 2018M 

Saturday, August 26, 2017

13 HAL PENTING TENTANG SKINCARE ORIFLAME

13 HAL PENTING YANG KAMU PERLU – PERLU – PERLU & PERLU BANGET TAHU TENTANG SKINCARE ORIFLAME.

Monday, August 14, 2017

Jerawat Saya itu Pimple atau Acne



Semalaman berfikir, menumpulkan kata-kata yang cocok untuk bisa dijadikan tulisan, akhirnya saya memutuskan menuliskan tentang hal ini seperti bercerita di buku harian. Bukankah kita semua punya buku harian?

Antara penting dan tidak, tapi meninggalkan jejak untuk anak-cucu dimasa depan itu terasa jadi sangat penting sekarang.

Baiklah, saya akan mulai bercerita. Ini tentang JERAWAT.

Sunday, July 30, 2017

MENU SEHAT, ANAK SEHAT, KELUARGA SEHAT

.

Setelah memperhatikan tentang anak pesantren, meal plan yang akan saya ceritakan ini bisa diaplikasikan untuk semua anak. Anak yang tinggal bersama ayah ibu, kakek nenek, paman bibi. Karena apa? Karena hidup sehat itu memang dimulai sejak dari dalam rumah.


Saturday, July 29, 2017

MENU SEHAT ANAK PESANTREN

Dulu… dulu sekali…
Sekitar dua puluh tahun yang lalu, hal ini mungkin belum terpikir dalam benak saya sebagai seorang anak ingusan yang terdampar di sebuah kawah candradimuka.
Ya, anak kecil yang lulus SD dan sok-sok-an minta sekolah di pesantren, dengan alasan punya cita-cita keliling dunia, sekolah di Jepang, dan kalau bisa mau terbang ke bulan. 
Tapi tentu saja, itu dua puluh tahun yang lalu, apa yang ada dalam mimpi anak 12 tahun? Tentu saja hanya mimpi-mimpinya sendiri. Dan siapa yang mendukungnya untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu? Yup, benar. Papa dan mamanya.



Thursday, July 27, 2017

Wednesday, July 26, 2017

PRIA WANGI & WANGI KHAS PRIA


PRIA ITU HARUS WANGI.

.

Bicara tentang wewangian, ada satu masa dimana saya mengawali semuanya karena saya menyukai aroma pria disekitaran saya. Papa, adik laki-laki, beberapa kawan yang dekat dengan saya. Hingga saya memutuskan untuk mulai mengenal parfum lebih intim lagi.
Jika kita membaca ulasan, beberapa jenis parfum. Kita akan tau, bahwa ada bibit parfum yang di ekstrak dari jenis bunga, buah, kayu, hingga fosil.

Fosil?