Powered By Blogger
Jangan lupa tinggalkan pesan anda dan komentar anda setiap kali berkunjung ke halaman ini ya.....

Friday, January 30, 2009

R4cUn d! H4t!

Apa warna racun di hati mu???
Apa racun itu membunuhmu???

taste my heart feeling.... of an emptiness...

without you...

i'm so blue...

Friday, January 16, 2009

bAtAs rUAng PuBL!K - dalam jeda satu kata

Ada yang mau menebak? apa maksud judul diatas?

batas ruang publik

ketika kita bicara hal dengan segmen arsitektur, ruang itu adalah suatu tempat yang mewadahi aktifitas,bisa dalam bentuk ruang terbuka, atau tertutup, bisa saja dia miliki batas real, atau bahkan imajiner. dan ruang publik adalah salah satu jenis ruang, dimana pembagian dasarnya adalah; ruang publik, semi publik, dan ruang private (pribadi).

dalam sebuah komposisi bangunan, setiap ruang dari masing-masing ruang sedia-an memiliki nilai-nilai dan batas-batas yang diperjelas dengan sosok sekat yang solid atau bahkan transparan. dan ruang publik, biasanya memiliki batas imajiner, transparan, dan bisa difungsikan oleh publik seseuai dengan tujuan dibentuknya ruang itu.

batas ruang publik sendiri, sering menjadi masalah (buat saya) karena ruang publik sendiri terkadang mengalami pengalihan fungsi dengan berkembangnya fasilitas sediaan. dan oleh karena itu saat ini, batas-batas tegas dari ruang publik itu dilakukan dengan memasang sekat yang solid dan -kaku-.

seperti halnya dalam penulisan, bahasa yang dimanfaatkan dalam tulisan-tulisan "metropop" hari ini adalah bahasa-bahasa publik, suatu hal yang sangat mudah dicerna, dan bisa dikonsumsi siapa saja tanpa batasan solid. akan tetapi, ketika mulai membahasakan kenyataan dalam prosa, seorang penulis biasa membuat ruang publik yang cukup jelas garis batasnya, yaitu dengan mengalihkan pandangan publik pada aktifitas di dalam ruang publik.

ada yang berkomentar pada saya, kenapa tulisan saya selalu berkesan "real"

sosok dan kenyataan dalam penokohan yang saya bangun, biasanya dimulai dengan riset sederhana satu tokoh, pengembangan real atau tidak nya kemudian saat pembaca menemukan tulisan tersebut, adalah urusan berikutnya, yang kali pertama saya lakukan adalah, membuat pembaca fokus pada aktifitas dalam ruang publik sosok yang saya ceritakan. (ini hanya teori sederhana)

batasan ruang publik yang saya buat adalah, dengan memasang naratif deskriptif yang "berlebihan" hingga keindahan dalam ruang publik sangat jelas terasa saat di-interpretasikan dalam bahasa. seperti hal-nya tulisan ini. satu sosok yang saya bangun adalah hanya sosok orang yang sangat biasa, seorang yang memang bos, tapi sangat biasa... sampai tak terasa istimewa orang itu kalau kita tidak pernah mengenalnya sebelumnya. dan kejadian di taman kota, adalah ruang publik yang dikaryakan sedemikian rupa, agar sang tokoh bisa menjadi gambaran jelas, kenyataan, dimana keindahan dalam bahasa bisa jadi pembentuk kekuatan karakter tokoh yang ingin saya gambarkan (karena kekuatan bahasa itu lebih dari sekedar sketsa.)

batas ruang publik

ada juga yang bilang pada saya, "usaha itu belum cukup, karena tak ada ruh yang membuatnya hidup." saya jawab, "anda belum baca yang ini."

suatu ke-tidak sengaja-an yang disengaja, karena sang tokoh utama adalah manusia dengan karakter yang jelas. maka ruh itu sangat terasa, akan tak sia-kan air mata jika haru itu ada. (ini teri yang sama). sebuah penulisan, dimana penulisan tersebut menjadi satu hal- dalam hal ini : konsumsi publik- pembahasaan dengan usaha naratif deskriptif, akan sangat membatu mewujudkan ruh dalam satu frame tulisan.

saya selalu melakukan suatu proses - mengulas-, dimana mengembangkan kata-kata menjadi hal yang paling menyenangkan hari ini bagi saya. karena batas rung publik yang saya aturkan, bisa hanya dilakukan dalam satu jeda kata (konteksnya bisa berkembang dalam bentuk kalimat atau bahkan paragraf). coba lihat dihalaman teman saya ini. Selalu dengan senang hati saya melakukannya, mencari pancingan yang tepat untuk bisa mengembangkan kapasitas bahasa saya yang sangatlah terbatas.

untuk seseorang yang akan jadi bagian hidupku selamanya :

" ada satu jeda yang belum kita saling kenali, dimana batas ruang publik yang aku karyakan dalam penulisan ini sangatlah jelas. ini bukan catatan harian yang semata-mata dibahasakan dengan sangat vulgar/virgin. semuanya sudah dibuatkan ruang, agar pembaca selalu mengerti, sebuah karya tulisan, biasanya memiliki batas ruang publik, meski hanya dalam satu jeda kata. sehingga, hidup sang penulis tak akan lagi terluka, sekalipun ada kebencian yang disampaikan oleh pembacanya."

itu saja dulu...

dengan penuh cinta

-phy-

Sunday, January 11, 2009

K34J41B4N D04

Berdoa-lah
Pinta-lah pada-Nya
dan kamu akan dapatkan apa yang jadi inginan
dan kamu akan temukan berjuta keajaiban

Dan keajaiban doa itu terjadi padaku, di awal tahun baru kehidupanku. aku haturkan banyak syukur untuk itu, dan tak akan pernah kulepaskan kesempatan untuk berdoa di setiap detik kehidupanku.
Percaya atau tidak, kesempatan menemukan banyak hal di setiap detik kehidupan, itu adalah hal yang sangat pantas untuk selalu disyukuri. Memiliki ruang untuk menjadi diri sendiri dan tidak pernah merasa lelah dalam mengarungi kehidupan yang dihiasi beragam rupa dan rona...
Ah... akhirnya aku menuliskan lagi bagian personal diriku dalam paragraf, setelah sekian lama aku hanya ber-puisi, mencoba menata kata-kata dalam untaian manis. Sekarang sepertinya kejujuran adalah bagian paling menyenangkan. Dan sekalipun aku belum bisa ber-ekspresi LUAR BIASA, aku ber-terima kasih atas anugrah dan keajaiban doa yang aku terima.
Papa, Mama, Adik, Sahabat, dan mereka yang selalu peduli padaku. Berada dalam ruang doa mereka, menjalani kehidupan seperti yang seharusnya...
Terima kasih, karena doa kalian semua, aku bisa merasakah keheningan yang penuh kebahagiaan (ini ungkapan), tidak pernah merasa sendiri walaupun aku menjalaninya dengan caraku sendiri. Terima kasih, karena doa kalian membawaku dalam keajaiban hari ini.
Semoga segalanya jadi jauh lebih baik setiap harinya... karena doa kalian menguatkan doaku.

Malang, 11 Januari 2009
Ada pernikahan Mbak Ajeng hari ini
Ada pernikahan berikutnya yang dinanti.
21:48 wib

Sunday, December 28, 2008

Lelaki Usang (dalam catatan akhir tahun)

Catatan akhir tahun, tentang Tahun penuh Warna


musim hujan, atau kemarau yang datang silih berganti dalam satu tahun ini sungguh memiliki beragam kenangan yang sangat berarti bagiku.
ini bukan sekedar catatan "melankolis" seperti yang dibicarakan Djo padaku beberapa minggu yang lalu. atau tentang bagaimana rasa cemburu yang begitu menggoda hati pada banyak pernikahan teman-teman SMU aku dan dee. Musim dan beragam rona yang hadir silih berganti menjadi komposisi apik jika kemasannya menarik. ini tentang apa dan bagaimana esok dapat dilanjutkan dengan memasang tiang dan pasak hidup dengan benar sekarang. ini tentang cita-cita, impian, dan persahabatan yang menyenangkan yang belum pernah terputus hingga hari ini. kalau sudah baca tulisan "teman yang benar-benar teman" dan "detail komposisi pribadi" di page multiply-ku, menyimak ini tidak akan jadi sulit seperti mengerami ide agar lahir menjadi suatu karya brilian. ini sangat mudah. karena ini juga bukan tentang cinta yang semata-mata karena ambisi duniawi semata.

ini tentang seorang LELAKI USANG


dia seorang yang begitu mengagumkan.
dia lelaki yang berwarna ungu muda... (komposisi merah muda + biru langit cerah) caranya berdiri layaknya rusa jantan yang bersiap mengambil ancang-ancang langkah panjang, tatapannya yang teduh dan dalam dalam hangat aliran Sungai Gangga, dan tutur penuh norma yang menunjukkan dia punya wibawa, layaknya raja yang berkuasa dalam kebijaksanaan. dia adalah lelaki dengan ketangkasan dan tanggap pada sesuatu yang menjadi tanggung-jawabnya, tanpa menawar sesuatu yang menjadi kelayakan. caranya bekerja dan menyelesaikan masalah, menunjukkan kemampuannya menguasai diri dari emosi yang membutakan logika. dan setiap gerak lakunya menggambarkan dengan jelas, besar ke-imanan yang dimilikinya sebagai seorang hamba Tuhan. dia adalah lelaki dengan kehangatan yang terlukis jelas dari senyumannya, dan begitu jujur dengan setiap tutur yang terucap, tanpa bisa disangkal, karena dia bukan aktor handal layar kaca. tidak pernah terlintas keangkuhan karena kebaikan yang dikaryakannya, karena dia tidak pernah menarik lengannya dari lusuhnya si miskin, dan dia tidak pernah membentangkan tangannya dengan kesombongan untuk menyingkirkan setiap lawannya. karena dia semua menjadi lebih baik setiap harinya. meski dia tampak istimewa, teramat sempurna... sungguh, tak ada mahluk Tuhan yang sempurna di muka bumi ini.
dia masih bisa menangis tersedu dalam sujud-sujud malamnya, dia yang tidak pernah menjadi mengerti, kenapa seringkali kehilangan menjadi bagian dirinya. hingga dia akan selalu saja merasa asing dengan dunia yang seakan-akan pantas untuk terus dikejar. dia masih sering kembali ke-rumah masa depan, menemui ayah dan bundanya yang telah lama berpulang, mereka yang belum sempat menyaksikan kesuksesannya, dan sesekali dia akan mengganti kemeja dan jasnya dengan kaos usang, dan turun ke tepi sungai. dimana dia akan bertemu dengan sahabat lamanya yang saat ini hanya mampu menjadi pengepul barang bekas dan menjualnya kembali pada pabrik daur ulang miliknya. sesekali dia akan menangis saat melewati jalan panjang boulevard kota-nya yang dihiasi taman-taman indah, dimana keindahan itu mungkin sekejap saja akan hancur jika manusia tiba-tiba lupa pada Peng-Karya Kehidupan Dunia ini.
kali pertama, aku menemukan sosoknya berkaos usang dengan celana jeans lusuh yang sudah tak biru lagi. dia sedang duduk di salah satu bangku panjang taman kotaku. aku duduk didekatnya, dengan kamera DSLR terbaruku, sibuk mencatatat beberapa gambaran indah, dan menggoreskan pinsil mewujudkan sketsa-sketsa pada frame yang akan ku lampirkan pada karya Tugas Akhir-ku. sebuah album dan buku Esai fotografi tentang kotaku. dia melirikku sekali, lalu menyapaku ramah. dari caranya menyapaku, aku tau dia bukan preman, seperti dandanannya yang terlihat di hadapanku. dan dia bertanya tentang apa yang sedang aku kerjakan. aku menyodorkan buku sketsaku padanya, dan dia tersenyum ramah menjawab sketsa-sketsa yang ditemukannya pada halaman-halaman bukuku.
"ada begitu banyak keindahan dalam kehidupan ini yang saya temukan, tapi goresan-goresan ini sungguh sangat memikat. kamu pasti bisa lulus dengan nilai terbaik."

ada doa yang terhatur dari seseorang yang baru saja aku kenal, belum lima menit. dan dia membiarkanku mengambil fotonya, gambar sosoknya yang menatap keindahan taman kota.

setengah tahun berlalu, penyelesaian sepuluh ribu frame, jutaan huruf yang terangkai pada kata yang menjadi kalimat, dan sebuah karya tugas akhir yang siap di pamerkan. aku mempostingnya pada catatan-ku di dunia maya. sambil berdoa dalam hati, agar lelaki usang itu datang.
karena aku tak pernah bertanya siapa namanya, apa pekerjaannya, atau dimana dia tinggal. sekali itu pertemuan kami, dan setiap kali aku kembali ke taman kota itu, di waktu yang sama seperti saat kali pertama aku bertemu dengannya, aku tak pernah menemukannya lagi. sepanjang waktu yang kuhabiskan untuk mengabadikan banyak moment dalam frame-frame jingga-ku, tak pernah pernah kutemukan lelaki itu.
satu hari dimana langit teduh, dan awan putih bertaut sepanjang barisan bukit kotaku. pameran karya ku, hari itu.
seorang dengan kemeja biru langit cerah, dan dasi warna senada, memasuki ruang pameran. aku sedang berdiri melayani beberapa pengunjung, menjelaskan beberapa frame yang dicetak besar. sebuah karya yang sederhana tapi punya berjuta makna, itu yang aku ingat dari proses konsultasi panjang dengan pembimbing.
dan satu suara menyapa, bertanya.
"lelaki usang, bagaimana anda mendapatkan satu judul itu?"

satu bagian dalam rangkaian karya-ku, ku beri judul itu.
"dia seorang yang begitu mengagumkan. dia lelaki yang berwarna ungu muda... suatu komposisi dari percampuran warna merah muda dan biru langit cerah. caranya berdiri layaknya rusa jantan yang bersiap mengambil ancang-ancang langkah panjang, tatapannya yang teduh dan dalam, sehangat aliran Sungai Gangga, tutur penuh norma yang menunjukkan dia punya wibawa, layaknya raja yang berkuasa dalam kebijaksanaan."

dan aku menemukan dia sebagai seorang yang bertanya itu.

"saat itu pakaian yang dikenakannya sangat usang, kaos putih yang tak lagi putih, dan celana jeans yang tak lagi biru. dia menghabiskan beberapa saat menemani saya mengambil beberapa frame keindahan taman kota. dia mendoakan saya, dengan karya ini. dan saya ingin mengabadikannya dengan rinci, walau hanya ada satu frame terbaik disini."
dia tersenyum meyakinkanku, seperti caranya tersenyum hari itu, bahwa aku bisa menghasilkan yang terbaik dengan caraku.
air mata yang tiba-tiba memenuhi pelupuk mataku, tak terasa jatuh basahi pipiku. karena kemudian dia membacakannya dengan suaranya yang ramah dan teduh, sebuah bait yang menjadi penjelasan karya itu.
>> dia adalah lelaki dengan kehangatan yang terlukis jelas dari senyumannya, dan begitu jujur dengan setiap tutur yang terucap, tanpa bisa disangkal, karena dia bukan
aktor handal layar kaca. tidak pernah terlintas keangkuhan karena kebaikan yang dikaryakannya, karena dia tidak pernah menarik lengannya dari lusuhnya si miskin, dan dia tidak pernah membentangkan tangannya dengan kesombongan untuk menyingkirkan setiap lawannya. karena dia semua menjadi lebih baik setiap harinya.<<
hari itu juga, hari yang sama saat kali pertama aku bertemu dengannya di taman kota, hari dimana aku menemukan judul untuk karya tugas akhirku. dan hari yang sama di minggu berikutnya saat aku dinyatakan lulus dengan nilai terbaik. dia datang dan memberi selamat padaku. dan tidak akan pernah kulupa, karena sejak hari itu, aku belajar tentang hidup darinya, sangat banyak.

"kadang, dan mungkin terlalu sering manusia lupa. sungguh, kesempurnaan itu tidak pernah ada. karena kata itu hanya milik Tuhan. kita yang manusia, itu menjalani kehidupan, hanya sebagai perlintasan. yang kita miliki itu hanya titipan. tak ada keabadian yang senyatanya perlu dikejar. itu juga yang jadi alasan, kenapa aku berada di taman kota dengan berpakaian usang seperti hari itu. karena apa yang aku miliki hari ini, tak pernah akan abadi. dan apa yang aku katakan padamu hari itu, karena seharusnya semua manusia tau, berusaha itu perlu. dan putus asa tidak akan menjadi solusi bagi apapun yang disesali karena kegagalan mengejar setiap usaha ini."
dia lelaki dengan warna yang begitu indah, memancarkan kehangatan sekaligus ketulusan yang tak akan pernah ada dua-nya. seka
lipun sebuah kata "usang" melekat tentangnya dalam catatanku, tapi untaian kebaikan yang dibagikannya, sungguh tak akan pernah membunuh kebaikan yang dimiliki ke-usang-an sebuah usia.
lalu, apa menurut kalian tentang cerita ini?
ah.. ya.. aku lupa... ini hanya tentang tulisanku ini hanya tentang ungkapan apa yangada dalam hatiku. benar atau tidak? semuanya itu bergantung pada opini masing-masing pribadi, tentang benar atau tidak apa yang ada dalam tulisan ini. karena kebanaran yang hakiki itu hanya semata milik Sang Maha Pencipta Yang Abadi Berkuasa atas setiap kehidupan di muka bumi ini.

Malang, 28 Desember 2008
13:30 wib.

-phy-


(gambar hasil googling, 3 hari untuk selamanya)



Tuesday, December 02, 2008

BEST PERFORMANCE


ini adalah cover dari buku yang boleh anda pesan...
jika ANDA:
  • suka puisi
  • suka hal-hal manis dan romantis
  • tidak suka kebohongan
  • penasaran bagaimana perempuan bicara dalam hatinya
  • dan.. menikmati hidup sebagai pembaca.....



















bisa kirim e-mail ke alamat yang bisa anda hubungi di page ini...
dan saya akan menghubungi anda kembali dengan cara yang sama....



-phy-


Thursday, April 24, 2008

PeRMeN PiTa & PeLaNGi - KeRaJaaN HaTi

PeRMeN PiTa & PeLaNGi - KeRaJaaN HaTi

Bismillahirrahmanirrahiim

Satu dua tiga
Langkahku mantap menuju sekolah
Empat lima enam
Ku haturkan do’a tuk mulai semua
Radhiitubillahi Rabba
Wabil Islaami Diina
Wabi Muhammadin Nabiyya wa Rasuula
Tak ada lagi yang kuragu
Karena segala yang kulaku
Atas izin kedua orang tua
Dibawah lindungan dan dihiasi kasih Allah Subhaanahu wa ta’alaa

Satu dua tiga
Permen pita dan pelangi di saku hati
Empat lima enam
Aku belajar dengan keyakinan diri
Menuntut ilmu dengan sepenuh hati
Rabbi zidnii ‘ilma
Warzuqnii fahma
Waj’anii min ‘ibadikas shaalihiin
Hingga jauh semua kebodohan diri ini
Hingga tak ada lagi kecerobohan yang mengiringi
Dan prestasi yang diimpikan
Adalah hadiah terbaik dalam bingkisan
Yang aku dan semua dambakan

Satu dua tiga
Permen manis dikecapan lidah
Empat lima enam
Setiap hariku di sekolah selalu indah
Karena kebersamaan ini
Karena kita teman sehati
Rabbighfirli wa li akhii
Wa adkhilnaa fii rahmatika
Wa anta arhamurraahimiin
Dan selamanya teman dalam kebenaran
Dan selalu sehati dalam indah kebersamaan

Satu dua tiga
Pita persahabatan tersemat hari ini
Empat lima enam
Saat ujian harus dihadapi
Persaingan yang dilalui dengan kejujuran
Di antara kebersamaan yang dihiasi keihlasan
Rabbi adkhilnii mudkhala sidqin
Wa akhrijnii mukhraja shidqin
Waj’allii mil ladun-ka sulthaanannassiira
Usaha keras diikatkan dengan kesungguhan
Tidak ada kesulitan yang tak bisa diselesaikan
Dengan doa sepenuh hati
Dengan usaha tiada henti
Demi mengukir prestasi
Demi masa depan yang lebih berarti

Satu dua tiga
Pelangi hadir usai hujan basahi bumi
Empat lima enam
Kami putra-putri Kerajaan Hati berjanji
Dengan ridha kedua orang tua kami
Dengan bekal ilmu dari semua guru kami
Dengan penuh harap atas ridha Allah Subhaanahu wa ta’alaa
Akan
Berusaha sekuat tenaga
Berlaku jujur dalam setiap usaha
Melaksanakan tugas sebaik-baiknya
Berdoa dari hati dan jiwa
Demi mencapai prestasi yang membanggakan
Demi masa depan yang menjanjikan
Rabbisyrahlii shadrii wayassirlii amrii
Wahlul uqdatam millisaanii yafqahuu qaulii



buat semua adik-adikku di MIN MALANG 1 yang lagi pada UAS dan pada mo...UASBN, UAM, UJIAN PRAKTEK....
good luck

Sunday, April 06, 2008

Last Time I Feel Bad

I don't know why... but this is really bad to my heart feeling.
I must do this! finish my next project in English. but who will be my real supporter?
I must to do this, even hear so bad, even look not fine... but do all maximum!

the next project is
IMPLEMENTATION OF GREEN ARCHITECTURE AT INDONESIAN INTERNATIONAL SENIOR HIGH SCHOOL (EDUCATION AREA)

hope I can finish it soon as good as I can.

wish Me luck!

Friday, April 04, 2008

Menyusutkan Genangan

Menyusutkan genangan-genangan masa lalu
Yang telah banyak melukai punggawa-punggawa hatiku
Aku belajar menajdi seorang yang baru
Menatap masa depan dengan segala keberanian
Melangkah dengan keyakinan
Melakukan segalanya dengan keihlasan
Yang tak pantas untuk kau pertanyakan
Kalau saja aku punya ini semua dari dulu
Aku tak perlu menangisi kepergianmu
Dengan pengkhianatan itu
Kalau saja kamu tahu
Aku jadi seperti ini bukan karenamu
Mengeringkan setiap tetes kepedihan
Karena air mata masih begitu berharga
Untuk tetap kumiliki
Hingga hari indah itu tiba
Dan telah kurelakan kepergianmu
Tanpa air mata lagi
Dan kuhapus setiap detail tentang masa indah
Yang tak akan pernah kita kenang bersama
Menjadikan masa depanku lebih menjanjikan
Tanpa harus ada kamu
Pergilah




-phy-
Mengusir kesedihan
23 Maret 2008, 15:50 wib

Saturday, February 16, 2008

Hatiku Untukmu Lelakiku

Diantara kebahagiaan yang aku pertanyakan
Engkau hadir berikan harapan nyata
Yang aku tak ingin ragu
Namun aku tak bisa percaya padamu
Karena kamu tidak pernah mengenalku
Lebih dari sekedar nama panggilanku

Diantara kelelahan yang kubagikan pada semua
Ada kenaifan yang terbaca olehmu
Aku yang lemah dan tak mampu bertahan
Dalam kesendirian yang aku bangun
Karena aku tak pernah mampu menemukan bahagiaku
Lebih dari sekedar senyuman saat ini

Dan telah kamu rebut hatiku
Dengan senyuman dan pedulimu
Dengan kasih dan keindahan bahasamu
Dan kamu menyeretku dalam kebahagiaan yang aku ragu
Apa itu memang untukku
Sedetik aku ingin percaya
Namun aku sudah terlalu lama pergi dari bahagia

Diantara kebahagiaan yang aku pertanyakan
Diantara kelelahan yang aku bagikan pada semua
Diantara kepedihan hatiku karena kamu
Aku hanya mencoba percaya
Tanpa pernah aku percaya
Aku hanya mencoba untuk mendengar
Tanpa pernah aku merasakannya dengan hatiku
Aku tau kamu pasti terluka karenaku

Dan saat kamu menyeretku pada kebahagiaan
Yang kamu tau aku mencarinya
Aku berkelit dan berlari menghindar
Aku menjauh dan melepaskan genggamanmu
Aku tak ingin dapatkan itu semudah membencimu
Aku tak ingin menikmatinya semudah kamu mencintaiku
Aku tak akan pernah percaya padamu

Romansa dalam sekejapan mata
Kehancuranku diantara kepedihan yang kukaryakan
Menghapusmu dari dalam benakku
Mengusir semua keindahan yang kamu hadiahkan
Dan aku kembali pada sendiri yang menyedihkan
Namun aku bertahan
Hingga hari itu tiba
Saat aku bukan jadi yang nomer dua bagimu
Saat aku adalah yang paling percaya padamu

Diantara kebahagiaan hari ini
Aku percaya kamu bahagia
Karena aku tak melukainya yang telah memilikimu

Untuk semua -kekasih gelapku-
Malang, 20 Oktober 2007


>>> di posting untuk seseorang yang jauh di-mata dan sedang ku rindukan dengan sangat

Friday, January 04, 2008

BIRU

Dear para pembaca setia ku....
udah setahun aku bagi2 mini book - ku dengan judul BIRU -BLUE EARTH-
dan pingin tau dong komentar buat yang udah baca isinya....

Boleh kirim langsung ke e-mail -phy- di c4124m3l_manies@yahoo.com
atau leave coment in this page....
ada 2 versi cover yang keluar...
tapi ini yang paling banyak....

makasih ya....