.
.
.
Sebagai seorang ekstrovert, saya sangat suka berteman. Rata-rata pertemanan baik yang ada, sudah ajeg sejak lama.
.
Hm, jadi kenapa saya mau tulis tentang ini...
Karena ada dua kejadian.
.
#OriflameChangesLives
---
Malam ini ada waktu sebentar menyimak kelas online dari jaringan m3network.
Pas...
Mbak-mbak cantik yang bulan lalu mengukuhkan posisinya di level baru dengan penghasilan yang tidak bisa dibilang sedikit.
Belasan juta hingga dua puluhan juta per bulan, ditambah dengan cash award, dan tiket untuk jalan-jalan.
Ya, ini memang bisnis MENJUAL MIMPI. Kalau kamu gak punya mimpi, jangan tersinggung.
Tapi saya yakin banget, semua orang pasti punya mimpi dan impian yang ingin diraih. Tinggal caranya saja, masing-masing orang punya pilihan. Termasuk saya.
Setelah kemarin saya cerita tentang Kasih. Kali ini ada nama Lina Lestari. Saya belum sempat menyapa Lina, tapi dari yang Lina ceritakan malam ini, saya yakin se yakin yakinnya... Gadis muda 23 tahun ini adalah sosok menarik yang membangun kepribadiannya dengan apik.
Walau niat awal menjalankan Oriflame itu untuk membuktikan pada "mantan pacar" bahwa dia gak pantas untuk disia-siakan. Pada level berikutnya Lina berhasil membuktikan bahwa dengan memiliki karir di Oriflame dia bisa membantu meringankan beban kedua orangtuanya untuk membayar hutang cicilan rumah, hingga bisa memiliki mobil pribadi.
Dan saya akan tanya.... Ada berapa anak muda dan cantik rupawan, yang mau bekerja demi orang tuanya?
Eh, pekerjaannya yang halal lho ya... Yang baik-baik juga... Yang bikin orang tua tidak khawatir melepas anak cantiknya keluar rumah....
Yup.
Sekarang ini ada banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh perempuan cantik. Perempuan cantik, muda, mandiri, dengan penghasilan yang berkelanjutan.
...
Pada dasarnya, bisnis ini butuh modal awal yang SANGAT BESAR.
Ah... Ya... BUKAN MODAL UANG.
Karena modal awal yang dibutuhkan adalah kemauan besar untuk sukses, keyakinan besar untuk menjalankan setiap tahapannya, dan keberanian-tangguh untuk bisa melewati setiap proses pembelajarannya.
Karena tanpa itu semua, hanya akan ada ketakutan dan kekhawatiran dan.... Itu semua hanya akan mengikat kita pada zona nyaman yang membuat kita tidak berkembang, tidak maju, dan tidak kemana-mana.
...
Kalau kamu ternyata punya motifasi yang kuat seperti Lina Lestari, kamu boleh mengajukan diri untuk menjadi bagian dari kesuksesan bersama m3network.
Segera chat saya di bbm 5BCCF733, atau wa 08888057770.
Selamat mencoba, jangan menyerah di langkah pertama.
.salam.
.phy.
#OriflameChangesLives
---
Tangan diatas lebih baik dari tangan di bawah.
Berbuat baiklah kepada kedua orang tua.
Berusahalah menjadi yang terbaik di setiap langkahmu.
dan
Jangan pernah merugi. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini.
...
Semua itu saya dapatkan kejelasannya, dari sosok seorang Kasih. Kerja kerasnya, dedikasinya, kemauannya untuk belajar dan berbagi.
Kasih mungkin bukan siapa-siapa buat mereka yang belum pernah mengenalnya. Tapi buat mereka yang menjadi bagian dari tim-nya, Kasih adalah sosok inspiratif yang pernah ada.
Mantan petugas cleaning service sebuah bank dan hanya lulusan kejar paket untuk bisa dapat ijazah SMP ini, sekarang adalah seorang GOLD DIRECTOR di bisnis Oriflame.
Kasih itu humble, pengakuan dari semua yang sudah pernah ber-sapa dengan Kasih. Dengan keluguan dan kejujurannya, Kasih adalah seorang upline yang senang berbagi. Hingga prinsip tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah itu benar-benar diwujudkan nyata oleh Kasih.
Saya belum tau lebih banyak tentang Kasih. Facebook dan media chat-lah yang jadi penghubung kami. Tapi hanya dari yang sedikit itu, saya percaya bahwa Kasih memang selalu berusaha unyuk jadi lebih baik di setiap harinya.
----
Begitu banyak yang bisa kita perbuat dalam bisnis ini, tidak hanya meng-edukasi para pendatang baru. Bukan sekedar jadi sponsor lalu berharap jaringan mendadak besar.
Bisnis ini mengajarkan untuk mau berbuat, berbagi, dan menjadikan lebih banyak masa depan lebih baik.
Kalau saya bilang, yang gak sarjana aja berusaha untuk bisa berbagi pada banyak orang. Kenapa yang punya dasar ilmu dan pendidikan lebih, hanya mau sukses untuk dirinya sendiri?
Karena sebenarnya, setiap manusia memang dituntut untuk berjuang, lalu membuktikan... Bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha.
Saya pun sedang berusaha, menjadi lebih baik, menjadi yang tangannya diatas... Agar lebih banyak orang dan generasi esok yang bisa menjadi seseorang dengan tangan yang diatas.
---
Kamu mau ngobrol sama saya bareng Kasih? Yuk chat di LINE shafiyyah.ulfah atau Via FB messenger facebook.com/shafiyyah.ulfah
.salam.
.phy.
Lebih sepuluh tahun lalu, saya adalah penyimak. Ketika banyak teman sekolah yang sudah mulai belajar mengerjakan bisnis mereka sendiri, saya hanya penyimak. Saat banyak teman yang sudah memikirkan akan kerja apa saat kuliah agar punya uang saku tanpa harus minta lebih pada orang tua, saya hanya penyimak.
Menyimak itu lebih punya efek bagi saya, karena menyimak itu lebih dari mendengarkan curhat yang besok ceritanya sudah dilupakan, tanpa kesan. Menyimak adalah senjata paling efektif untuk menang ber-argumentasi, tanpa harus menjadikan orang lain terjatuh oleh sandungan yang kita siapkan. Menyimak adalah satu proses belajar, yang kemudian mengajarkan saya ; ada banyak hal yang ingin mereka sampaikan.
Lalu, setelah lebih sepuluh tahun. Saya melihat perkembangan signifikan dalam sebuah cerita yang pernah saya simak.
---
Aulia, dia adalah tipe anak yang tidak mudah menyerah dengan keadaan yang serba terbatas. Dilarang a, b, c, dan banyak hal lain, tapi dia tetap berusaha. Segala macam jenis produk mlm dia jajal pasarkan. Mulai dari penyiar radio, sampai penjaga warnet, dia lakoni untuk membuktikan bahwa ada banyak pekerjaan yang bisa memberinya penghasilan kelak. Hingga akhirnya satu berkas lamaran pekerjaan mengirimnya ke Bali. Jauh dari ibu yang disayanginya. Gajinya lumayan, sebuah bank nasional. Tapi kepuasan hatinya pupus, saat tahun-tahun berlalu. Karena ternyata ada keinginan yang lain yang tidak bisa didapatkannya hanya dengan menjadi karyawan.
Aulia bercerita, dia ingin bisa menolong lebih banyak orang yang punya keterbatasan seperti dia dulu. Dan saya tau cerita hidupnya. Aulia afalah aladan pertama saya meng-iya-kan ajakannya unyuk bergabung. Satu alasan yang tidak sesederhana kalimat saya.
---
Ini bukan bisnis remeh, walau modalnya hanya receh. Ini bukan bisnis sepele, walau produknya ada banyak seperti ikan lele. Ini adalah bisnis yang kalau kamu melihatnya seperti orang-orang membangun jurang, yang ada kamu sedang melihat mereka berlari menjemput impian. Bukan... Bukan impian terjun ke jurang. Ada banyak hal yang tidak cukup kamu menilainya hanya dari sampulnya, karena itu kamu harus mencobanya, melihat ke dalam, dan menjadi penyimak.
Saya bilang sama Aulia, saya bukan tipe pemaksa, saya gak bisa merasa menang hanya dengan memaksa seseorang mengikuti apa mau saya. Saya sudah jauh sangat berbeda dari sepuluh tahun lalu. Dan Aulia bilang, di bisnis ini tidak ada paksaan. Dari sekian banyak bisnis yang sudah dijajalnya, ini adalah satu yang jadi pilihan terbaiknya, karena tidak ada pemaksaan disini. Kamu harus menjalaninya dengan rela, belajar dengan ikhlas, dan berusaha mengikuti semua panduan tanpa dipaksa. Karena hasilnya adalah untuk kamu.
Saya sepakat. Karena itu saya baru memulai semuanya setelah hampir enam bulan meng-iya-kan ajakan Aulia. Menjadi penjual, mengaktifkan lagi toko online, mempelajari bagaimana caranya meningkatkan omset penjualan, sampai kemudian saya diajari caranya menyimak dan mengulang kembali pembelajaran yang telah diberikan.
Siapa yang memberikan pembelajaran? Para LEADER yang sudah menikmati hasil dari kerja tahunan di bisnis ini.
Saya menyimak cerita mereka, bulan demi bulan. Saya hanya menjadi penyimak, sampai akhirnya saya berani meninggalkan satu-satu komentar di statis facebook para leader itu. Ada yang membalas, ada yang tidak. Ada yang menginspirasi, ada juga yang rasanya semakin menggores hati.
Ah, bagaimana bisa? Ya. Jaman online sekarang ini, sangat mudah untuk bisa punya teman, rekanan, atau hanya kenalan baru lewat satu media sosial saja. Facebook, twitter, instagram. Walau sebenarnya halaman blog ini jauh lebih senior dari media sosial itu semua. Dan mau jadi ternama tanpa harus mejeng di televisi? Bisa.
Karena alasan itu juga saya menyanggupi ajakan Aulia untuk menjalankan bisnis ini dengan sistem online. Memaparkannya dengan bercerita lewat tulisan, adalah keahlian lain dalam sistem kerja otak saya.
Setelah tahun 2014 habis, 2015 terlampaui dengan banyak keajaiban. Dan alasan pelengkap ke-4 adalah karena semuanya dalam bisnis ini saya kerjakan dari rumah. Tetap berada disekitaran anak-anak saya, dan tidak mengabaikan tugas wajib saya sebagai ibu rumah tangga, satu hal ternyata yang tidak bisa diterima oleh banyak perempuan jaman ini. Di rumah saja.
Sebenarnya ada puluhan teman saya yang memang memutuskan untuk tidak berkarir, tapi mereka semua masih punya pekerjaan yang mengajak mereka keluar rumah, atau bahkan hanya kesibukan antar-jemput anak sekolah. Sedangkan saya? Saya dirumah saja, tapi saya punya impian yang ingin saya wujudkan, entah kapan. Dan untuk tetap menjaga impian itu, saya harus punya sesuatu hal yang terus memicu otak saya untuk bekerja, menghidupkan lampu jalan menuju mimpi itu. Karenanya, walau hanya dari rumah, saya terima tawaran bisnis ini.
---
Impian adalah hal ajaib yang bisa jadi alasan manusia bertahan hidup. Impian juga yang jadi alasan bisnis ini bergerak maju dan berkembang. Di bisnis ini ada banyak penawaran tentang mewujudkan impian. Sekalipun lebih banyak mereka yang ditawarkan bergabung tidak akan percaya begitu saja. Dan saya bukan satu orang yang masih berdiri menyaksikan para leader merengkuh impian mereka.
Tidak semua orang akan menerima obrolan singkat tentang menjemput impian lewat bisnis 'gak masuk akal' ini. Ya, omongan negatif itu akan tetap ada, karena kerja keras setiap orang bernilai tidak sama. Yang gak masuk akal hari ini, mungkin bisa dianggap sepele setelah sepuluh tahun berlalu. Yang sepele hari ini bisa jadi sangat mengagumkan, entah berapa tahun lagi.
Dan perubahan-perubahan itu yang ingin saya saksikan, terjadi dalam hidup saya. Bisa jadi itu adalah alasan paling ajaib yang pernah ada dalam satu langkah keputusan saya.
Biarlah ini jadi catatan singkat saya.
Biar saja saya menuliskannya, sebagai pengingat, bahwa saya pernah mencoba menjaga mimpi saya hidup dalam hari-hari saya sebagai seorang ibu yang dirumah saja.
.a diary of my day.
.about me and Oriflame.
YOUR DREAM OUR INSPIRATION, itu kata mereka, yuk dibuktikan.
.salam.
.phy.