Powered By Blogger
Jangan lupa tinggalkan pesan anda dan komentar anda setiap kali berkunjung ke halaman ini ya.....
Showing posts with label temanku. Show all posts
Showing posts with label temanku. Show all posts

Tuesday, February 12, 2019

[0054] Teman Saya

:: FRIENDS OF MINE ::
.
.
.
Sebagai seorang ekstrovert, saya sangat suka berteman. Rata-rata pertemanan baik yang ada, sudah ajeg sejak lama.
.
Hm, jadi kenapa saya mau tulis tentang ini...
Karena ada dua kejadian.
.

Monday, November 19, 2018

[0041] Teman / Bisnis

Tolong, jangan jadikan alasan bisnis ini membuatmu jadi merasa tidak lagi perlu berteman denganku.
.
.
Ya. Itu pesan singkat yang saya kirim pada seseorang di seberang sana, LEWAT MIMPI.

Wednesday, October 31, 2018

[0031] Prestasi

Alhamdulillah, 31 hari di bulan Oktober, dengan 31 post di blog.

Sunday, October 14, 2018

[0013] Kumpul-kumpul

Setelah terlalu lama tidak pernah keluar rumah untuk menemui banyak kawan lama. Akhirnya kemarin saya bikin undangan....
.
.
.

Friday, February 26, 2016

Cantik, Muda, Berduit : Sukses itu karena kamu mau

#OriflameChangesLives

---

Malam ini ada waktu sebentar menyimak kelas online dari jaringan m3network.
Pas...
Mbak-mbak cantik yang bulan lalu mengukuhkan posisinya di level baru dengan penghasilan yang tidak bisa dibilang sedikit.
Belasan juta hingga dua puluhan juta per bulan, ditambah dengan cash award, dan tiket untuk jalan-jalan.
Ya, ini memang bisnis MENJUAL MIMPI. Kalau kamu gak punya mimpi, jangan tersinggung.
Tapi saya yakin banget, semua orang pasti punya mimpi dan impian yang ingin diraih. Tinggal caranya saja, masing-masing orang punya pilihan. Termasuk saya.

Setelah kemarin saya cerita tentang Kasih. Kali ini ada nama Lina Lestari. Saya belum sempat menyapa Lina, tapi dari yang Lina ceritakan malam ini, saya yakin se yakin yakinnya... Gadis muda 23 tahun ini adalah sosok menarik yang membangun kepribadiannya dengan apik.

Walau niat awal menjalankan Oriflame itu untuk membuktikan pada "mantan pacar" bahwa dia gak pantas untuk disia-siakan. Pada level berikutnya Lina berhasil membuktikan bahwa dengan memiliki karir di Oriflame dia bisa membantu meringankan beban kedua orangtuanya untuk membayar hutang cicilan rumah, hingga bisa memiliki mobil pribadi.

Dan saya akan tanya.... Ada berapa anak muda dan cantik rupawan, yang mau bekerja demi orang tuanya?
Eh, pekerjaannya yang halal lho ya... Yang baik-baik juga... Yang bikin orang tua tidak khawatir melepas anak cantiknya keluar rumah....

Yup.
Sekarang ini ada banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh perempuan cantik. Perempuan cantik, muda, mandiri, dengan penghasilan yang berkelanjutan.

...

Pada dasarnya, bisnis ini butuh modal awal yang SANGAT BESAR. 
Ah... Ya... BUKAN MODAL UANG.

Karena modal awal yang dibutuhkan adalah kemauan besar untuk sukseskeyakinan besar untuk menjalankan setiap tahapannyadan keberanian-tangguh untuk bisa melewati setiap proses pembelajarannya.

Karena tanpa itu semua, hanya akan ada ketakutan dan kekhawatiran dan.... Itu semua hanya akan mengikat kita pada zona nyaman yang membuat kita tidak berkembang, tidak maju, dan tidak kemana-mana.

...

Kalau kamu ternyata punya motifasi yang kuat seperti Lina Lestari, kamu boleh mengajukan diri untuk menjadi bagian dari kesuksesan bersama m3network.
Segera chat saya di bbm 5BCCF733, atau wa 08888057770.

Selamat mencoba, jangan menyerah di langkah pertama.

.salam.
.phy.

Wednesday, February 24, 2016

Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah

#OriflameChangesLives

---

Tangan diatas lebih baik dari tangan di bawah.

Berbuat baiklah kepada kedua orang tua.

Berusahalah menjadi yang terbaik di setiap langkahmu.

dan

Jangan pernah merugi. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini.

...

Semua itu saya dapatkan kejelasannya, dari sosok seorang Kasih. Kerja kerasnya, dedikasinya, kemauannya untuk belajar dan berbagi.
Kasih mungkin bukan siapa-siapa buat mereka yang belum pernah mengenalnya. Tapi buat mereka yang menjadi bagian dari tim-nya, Kasih adalah sosok inspiratif yang pernah ada.
Mantan petugas cleaning service sebuah bank dan hanya lulusan kejar paket untuk bisa dapat ijazah SMP ini, sekarang adalah seorang GOLD DIRECTOR di bisnis Oriflame.

Kasih itu humble, pengakuan dari semua yang sudah pernah ber-sapa dengan Kasih. Dengan keluguan dan kejujurannya, Kasih adalah seorang upline yang senang berbagi. Hingga prinsip tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah itu benar-benar diwujudkan nyata oleh Kasih.

Saya belum tau lebih banyak tentang Kasih. Facebook dan media chat-lah yang jadi penghubung kami. Tapi hanya dari yang sedikit itu, saya percaya bahwa Kasih memang selalu berusaha unyuk jadi lebih baik di setiap harinya.

----

Begitu banyak yang bisa kita perbuat dalam bisnis ini, tidak hanya meng-edukasi para pendatang baru. Bukan sekedar jadi sponsor lalu berharap jaringan mendadak besar.
Bisnis ini mengajarkan untuk mau berbuat, berbagi, dan menjadikan lebih banyak masa depan lebih baik.

Kalau saya bilang, yang gak sarjana aja berusaha untuk bisa berbagi pada banyak orang. Kenapa yang punya dasar ilmu dan pendidikan lebih, hanya mau sukses untuk dirinya sendiri?
Karena sebenarnya, setiap manusia memang dituntut untuk berjuang, lalu membuktikan... Bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha.

Saya pun sedang berusaha, menjadi lebih baik, menjadi yang tangannya diatas... Agar lebih banyak orang dan generasi esok yang bisa menjadi seseorang dengan tangan yang diatas.

---

Kamu mau ngobrol sama saya bareng Kasih? Yuk chat di LINE shafiyyah.ulfah atau Via FB messenger facebook.com/shafiyyah.ulfah

.salam.
.phy.

Sunday, February 07, 2016

Lima Alasan Jujur Saya Gabung

Lebih sepuluh tahun lalu, saya adalah penyimak. Ketika banyak teman sekolah yang sudah mulai belajar mengerjakan bisnis mereka sendiri, saya hanya penyimak. Saat banyak teman yang sudah memikirkan akan kerja apa saat kuliah agar punya uang saku tanpa harus minta lebih pada orang tua, saya hanya penyimak.
Menyimak itu lebih punya efek bagi saya, karena menyimak itu lebih dari mendengarkan curhat yang besok ceritanya sudah dilupakan, tanpa kesan. Menyimak adalah senjata paling efektif untuk menang ber-argumentasi, tanpa harus menjadikan orang lain terjatuh oleh sandungan yang kita siapkan. Menyimak adalah satu proses belajar, yang kemudian mengajarkan saya ; ada banyak hal yang ingin mereka sampaikan.

Lalu, setelah lebih sepuluh tahun. Saya melihat perkembangan signifikan dalam sebuah cerita yang pernah saya simak.

---

Aulia, dia adalah tipe anak yang tidak mudah menyerah dengan keadaan yang serba terbatas. Dilarang a, b, c, dan banyak hal lain, tapi dia tetap berusaha. Segala macam jenis produk mlm dia jajal pasarkan. Mulai dari penyiar radio, sampai penjaga warnet, dia lakoni untuk membuktikan bahwa ada banyak pekerjaan yang bisa memberinya penghasilan kelak. Hingga akhirnya satu berkas lamaran pekerjaan mengirimnya ke Bali. Jauh dari ibu yang disayanginya. Gajinya lumayan, sebuah bank nasional. Tapi kepuasan hatinya pupus, saat tahun-tahun berlalu. Karena ternyata ada keinginan yang lain yang tidak bisa didapatkannya hanya dengan menjadi karyawan.

Aulia bercerita, dia ingin bisa menolong lebih banyak orang yang punya keterbatasan seperti dia dulu. Dan saya tau cerita hidupnya. Aulia afalah aladan pertama saya meng-iya-kan ajakannya unyuk bergabung. Satu alasan yang tidak sesederhana kalimat saya.

---

Ini bukan bisnis remeh, walau modalnya hanya receh. Ini bukan bisnis sepele, walau produknya ada banyak seperti ikan lele. Ini adalah bisnis yang kalau kamu melihatnya seperti orang-orang membangun jurang, yang ada kamu sedang melihat mereka berlari menjemput impian. Bukan... Bukan impian terjun ke jurang. Ada banyak hal yang tidak cukup kamu menilainya hanya dari sampulnya, karena itu kamu harus mencobanya, melihat ke dalam, dan menjadi penyimak.

Saya bilang sama Aulia, saya bukan tipe pemaksa, saya gak bisa merasa menang hanya dengan memaksa seseorang mengikuti apa mau saya. Saya sudah jauh sangat berbeda dari sepuluh tahun lalu. Dan Aulia bilang, di bisnis ini tidak ada paksaan. Dari sekian banyak bisnis yang sudah dijajalnya, ini adalah satu yang jadi pilihan terbaiknya, karena tidak ada pemaksaan disini. Kamu harus menjalaninya dengan rela, belajar dengan ikhlas, dan berusaha mengikuti semua panduan tanpa dipaksa. Karena hasilnya adalah untuk kamu.

Saya sepakat. Karena itu saya baru memulai semuanya setelah hampir enam bulan meng-iya-kan ajakan Aulia. Menjadi penjual, mengaktifkan lagi toko online, mempelajari bagaimana caranya meningkatkan omset penjualan, sampai kemudian saya diajari caranya menyimak dan mengulang kembali pembelajaran yang telah diberikan.

Siapa yang memberikan pembelajaran? Para LEADER yang sudah menikmati hasil dari kerja tahunan di bisnis ini.

Saya menyimak cerita mereka, bulan demi bulan. Saya hanya menjadi penyimak, sampai akhirnya saya berani meninggalkan satu-satu komentar di statis facebook para leader itu. Ada yang membalas, ada yang tidak. Ada yang menginspirasi, ada juga yang rasanya semakin menggores hati.

Ah, bagaimana bisa? Ya. Jaman online sekarang ini, sangat mudah untuk bisa punya teman, rekanan, atau hanya kenalan baru lewat satu media sosial saja. Facebook, twitter, instagram. Walau sebenarnya halaman blog ini jauh lebih senior dari media sosial itu semua. Dan mau jadi ternama tanpa harus mejeng di televisi? Bisa.

Karena alasan itu juga saya menyanggupi ajakan Aulia untuk menjalankan bisnis ini dengan sistem online. Memaparkannya dengan bercerita lewat tulisan, adalah keahlian lain dalam sistem kerja otak saya.

Setelah tahun 2014 habis, 2015 terlampaui dengan banyak keajaiban. Dan alasan pelengkap ke-4 adalah karena semuanya dalam bisnis ini saya kerjakan dari rumah. Tetap berada disekitaran anak-anak saya, dan tidak mengabaikan tugas wajib saya sebagai ibu rumah tangga, satu hal ternyata yang tidak bisa diterima oleh banyak perempuan jaman ini. Di rumah saja.
Sebenarnya ada puluhan teman saya yang memang memutuskan untuk tidak berkarir, tapi mereka semua masih punya pekerjaan yang mengajak mereka keluar rumah, atau bahkan hanya kesibukan antar-jemput anak sekolah. Sedangkan saya? Saya dirumah saja, tapi saya punya impian yang ingin saya wujudkan, entah kapan. Dan untuk tetap menjaga impian itu, saya harus punya sesuatu hal yang terus memicu otak saya untuk bekerja, menghidupkan lampu jalan menuju mimpi itu. Karenanya, walau hanya dari rumah, saya terima tawaran bisnis ini.

---

Impian adalah hal ajaib yang bisa jadi alasan manusia bertahan hidup. Impian juga yang jadi alasan bisnis ini bergerak maju dan berkembang. Di bisnis ini ada banyak penawaran tentang mewujudkan impian. Sekalipun lebih banyak mereka yang ditawarkan bergabung tidak akan percaya begitu saja. Dan saya bukan satu orang yang masih berdiri menyaksikan para leader merengkuh impian mereka.
Tidak semua orang akan menerima obrolan singkat tentang menjemput impian lewat bisnis 'gak masuk akal' ini. Ya, omongan negatif itu akan tetap ada, karena kerja keras setiap orang bernilai tidak sama. Yang gak masuk akal hari ini, mungkin bisa dianggap sepele setelah sepuluh tahun berlalu. Yang sepele hari ini bisa jadi sangat mengagumkan, entah berapa tahun lagi.

Dan perubahan-perubahan itu yang ingin saya saksikan, terjadi dalam hidup saya. Bisa jadi itu adalah alasan paling ajaib yang pernah ada dalam satu langkah keputusan saya.

Biarlah ini jadi catatan singkat saya.
Biar saja saya menuliskannya, sebagai pengingat, bahwa saya pernah mencoba menjaga mimpi saya hidup dalam hari-hari saya sebagai seorang ibu yang dirumah saja.

.a diary of my day.
.about me and Oriflame.
YOUR DREAM OUR INSPIRATION, itu kata mereka, yuk dibuktikan.

.salam.
.phy.

Friday, December 20, 2013

[ephy] The Photographer

ini adalah ide seketika
muncul tiba-tiba

sudah sejak lama saya suka dengan beragam hasil karya 'pembekuan momen' atau seni fotografi

walaupun tidak pernah belajar secara khusus, tapi saya juga sangat suka mengambil gambar dengan kamera

dasar-dasar ilmu kamera saya dapatkan secara random dan otodidak dari banyak orang, dan sekarang....

saya mau memperkenalkan beberapa nama yang saya tahu, mereka adalah orang-orang yang punya hasil foto mengagumkan

yang pertama adalah :

Hanifah Siregar : salah satu karyanya yang saya abadikan dalam bentuk berbeda adalah foto balon pada sampul buku Catatan dan Novela.

Saturday, March 26, 2011

a friend called "LOVE"

"love"


"gak pernah terbayang dalam otak ini, kalau hidup ternyata tidak seindah cerita-cerita sinetron." itu kata seorang kenalan, saat aku sedang menyimak cerita-nya. setelah sekian lama tidak bertemu muka, dan sekali itu aku melihatnya tersenyum dengan sangat bahagia.

ada banyak perjuangan yang harus kita hadapi untuk terus bertahan hidup, tapi sering kali kita merasa sedih atau menyesal ketika melalui sesuatu dengan tidak baik, sekali pun kita sudah berusaha sebaik-baiknya, semampu kita.
seharusnya kita bisa lebih banyak bersyukur, menikmati apa yang Allah berikan dalam kehidupan ini, sebagai suatu pembelajaran, yang menempa diri kita untuk jadi lebih baik lagi.

begitu juga dengan seorang kenalan ini. dia berteman dengan bayak ragam warna, yang tak semua pernah aku temui secara langsung. aku tidak seberani dan sekuat dia, hingga mampu menghadapi banyak tantangan, jatuh-bangun, dan menjadi semakin hebat setia hari-nya dengan tetap tersenyum. meskipun sesekali dia tersungkur di sudut kamar dan menangis sepuasnya.

kenalan-ku itu bilang, "I have a best friend, a friend called LoVe."

hingga hari ini, aku sendiri masih berusaha memahami. sekalipun dia tidak punya orang-orang yang mencintai dia tanpa syarat. dia mampu mencintai dirinya, dan menumbuhkan cinta-nya setinggi-tingginya. hingga dia bisa jadi lebih baik setiap harinya. walaupun.... harus terus jatuh dan tersungkur, tapi tetap bangkit lagi.

setiap kali aku membuka halaman fb'ku. aku selalu menyempatkan diri mengintip update statusnya, melihat warna-warna terbaru dalam hidupnya. dan aku tersenyum, seraya berdoa pada-Nya.

"Ya Allah, berikanlah dia kekuatan, seperti gunung yang menjulang dengan ke-kokoh-an-nya, berikanlah dia kesabaran, seperti butiran pasir di tengah gurun, dan berikanlah dia hidayah-Mu, agar dia bisa terus mensyukuri dan menikmati segala anugrah-Mu dalam hidupnya."

with love love love
-phy-