Tuesday, August 31, 2021
[0061] Dribble RAWS (bagian 3)
Thursday, November 22, 2018
[0042] Tuliskanlah
.
Wednesday, November 14, 2018
[0038] Menangis
Sunday, November 11, 2018
[0037] MIRIS
.
Monday, October 08, 2018
[0008] Merindumu
Dalam sepi kuberdoa
Meminta-Nya menjagamu
Sekalipun kita sudah tak lagi bersama
.
.
Wednesday, May 31, 2017
Lip Colour Story : 32243
Tuesday, May 30, 2017
Lip Colour Story : 30511
(30511) Lovely Pink
"Sarah! Jangan lupa kembalikan lipstik kakak!" Teriakan pagi ini terdengar sangat tidak keren.
Bagaimana mungkin, karyawati ter-hits bulan ini hidupnya sangat pelit. Bahkan pada adiknya sendiri pun sangat perhitungan.
.
Aku meletakkan lipstik pink terang itu di depan piring kakak. Dia belum berdandan, padahal biasanya saat aku siap berangkat sekolah, dia juga sudah siap berangkat ke kantor.
.
"Tumben. Kakak gak ngantor?" Aku duduk dan mulai menyendokkan bubur kacang hijau kemulutku.
"Hari ini izin, mau belanja untuk hantaran." Dia tidak mengalihkan pandangannya dari ponsel ditangan kirinya.
"Mas Bim jadi lamarannya?" Dan jawabannya hanya sebuah anggukan.
.
Walau tidak yang pertama, tapi sepertinya kakak sudah siap menyederhanakan hidupnya dengan menerima lamaran Mas Bima. Ya, lelaki muda nan ganteng dan bekerja sebagai fotografer keliling. Hehehe, keliling Indonesia maksudnya.
.
Sepulang sekolah, kudapatkan sebuah lips stain di meja belajarku. Dan sebuah kartu, berisikan pesan :
*Jangan dandan menor, kamu masih SMP. Ini kakak belikan warna lovely pink. Bisa kamu pakai untuk ganti blush-on juga. Semoga suka.*
.
Ternyata kakak gak sepelit yang aku kira. Walau setelah kubongkar tas belanjanya hari itu, kutemukan selusin lipstick warna-warni yang aku juga mau memakainya.
.phy.
#flashfiction
#juststory
.produk bisa dilihat di halaman Oriflame.
Monday, May 29, 2017
Lip Colour Story : 32326
(32326) Dark Burgundy
Alis? Cek.
Lipstick?
.
Direktur klinik ini adalah lelaki paruh baya yang pernah melamarku untuk jadi istri ke-tiganya. Sayangnya, suamiku mungkin tidak akan pernah setuju, jika aku mengejar karir dengan cara suka-suka aku.
Menuntut bercerai dari seorang pewaris rumah sakit kangker terlengkap yang pernah ada? Rugi bandar.
Lagi pula, suamiku sudah sangat memahamiku. Dan suamiku bilang, kalau aku boleh memanfaatkan semua koneksi yang ada, jika aku memang membutuhkannya.
.
Dan rapat direksi kali ini, aku masuk dalam daftar undangan. Entah untuk apa, tapi setidaknya keberadaanku sudah jadi sangat penting jika pertimbanganku diharapkan untuk ekspansi bisnis kecantikan ini.
.
Warna Dark Burgundy, merah elegan, shopisticated, dan matte memenuhi permukaan bibirku. Blazer putih yang kukenakan membentuk tubuhku jadi sangat sempurna. Tak heran jika Direktur klinik selalu menatap bibirku haus.
Sunday, June 19, 2016
Partnership : berkawan dengan Oriflame (bag 2)
Tuesday, June 07, 2016
Parsel Cantik Produk Oriflame
Monday, June 06, 2016
Katalog Super WoW Oriflame
---
Sunday, June 05, 2016
Bisnis Oriflame itu Ngapain sih Kerjanya?
Mau ngapain, Phy?
Cerita.
Cerita apa?
#OriflameChangesLives
---
Kamu itu ngerjain Oriflame, ngapain aja, sih?
Pertanyaan umum pada para konsultan Oriflame, dan papa saya juga menanyakannya.
Mau tau ceritanya??
Sini...
---
Sekali waktu papa saya yang seorang ustad, bertanya. "Bun, sibuk aja sama hp, ngapain, sih?" Kalau sudah papa yang ngajak ngobrol, saya pasti tutup hp. Lalu memberikan jawaban, "Cerita, jualan, nawarin ke orang, nanti kalau ada yang beli, order, kalau lagi sepi, bikin bazar, kirim barang."
Papa saya geleng-geleng kepala, "Itu anak-anak kapan diajak mainnya?" Saya tau maksud papa, tapi tidak serta merta menjawabnya.
Saya selalu berusaha mengatur ritme kerja saya. Kesibukan saya dengan hp lebih banyak ketika anak-anak sudah tidur saat malam, atau saat tidur siang. Saya menyediakan durasi dua jam saat siang, dan empat jam saat malam. Walau kadang godaan menulis tidak bisa dihindari ketika saya sedang menunggu air mandi panas, menunggu sang kakak keluar kelas, bahkan saat memeriksa pesan masuk.
Papa saya termasuk yang tidak sungkan menegur langsung, ketika seusai shalat saya belum menyempatkan diri untuk mengaji, bahkan mengingatkan saya untuk tetap istirahat saat anak-anak tengah terlelap.
Pekerjaan dengan bisnis terencana ini, memang memaksa saya menghidupkan lagi semangat belajar yang istirahat cukup lama dalam diri saya. Sejak punya anak pertama, lalu hanya sibuk di dalam rumah saya, belajar bagi saya hanya ada di halaman dunia maya. Namun saat kemudian dari dalam diri saya berontak, ingin kembali berkarya, saya memaksa diri untuk bangun dan belajar lagi.
Walau jauh dari bidang ilmu saya semasa kuliah, namun ada banyak hal yang kemudian saya pahami sebagai 'proses belajar tanpa henti'.
Lalu apa saja yang saya kerjakan?
√ Bercerita, tentang produk, tentang teman yang sukses, tentang bisnis, bahkan ada banyak hal yang bisa jadi bahan cerita 'asli' nyata dan bukan gosip atau bualan. Dengan bercerita, saya mengeluarkan jatah 10.000 kata yang harus saya keluarkan 'sebagai seorang perempuan'. Ada yang bilang, perempuan perlu mengeluarkan kata-kata dalam otak dan hatinya agar tidak mudah stres. Dan saya melakukannya di bisnis ini. Bercerita dan menuai manfaat.
Hanya itu?
Ya, dengan mulai bercerita, saya bisa mengumpulkan orderan kemudian. Dan ketika barang laku, ada keuntungan yang saya dapat. Disitulah proses belajar terua berjalan.
Teman-teman masih tidak yakin?
Memang tidak ada yang mudah awalnya, namun saat semua dijalani sebagai tahapan, maka menyenangi dan menikmati akan ambil bagian dengan sendirinya pada proses yang ada.
---
Mau tau cerita lainnya? Simak terus ya halaman blog saya. Dan kalau mau tau lebih banyak, silahkan chat personal.
Boleh di :
WA 08888057770
BBM 5BCCF733
LINE shafiyyah.ulfah
Karena setiap hari adalah keajaiban yang ditemukan. Keajaiban yang datang dengan alasan pasti.
.salam.
.phy.
Konsultan Independen Oriflame
.membangun impian dengan kerja keras
Wednesday, June 01, 2016
Kartu Diskon Oriflame, Buat Apa?
Bikin kartu diskon/member Oriflame, buat apa?
Sssst... Sini saya bisikin.
.
---
.
#OriflameChangesLives
.
Suatu waktu, saat saya lagi sibuk masukkan orderan dan bulak balik halaman katalog, mama saya tiba-tiba bertanya, "memangnya dapat apa, Bun, jualan Oriflame?"
Padahal mama saya itu paling sebel kalau saya sudah sibuk dengan hp melulu. Sepertinya jadi lupa sama anak dan tanggung jawab saya sebagai ibu.
Setelah selesai dengan orderan, saya menutup hp dan menghadap mama untuk memberikan jawaban.
"Dapat senang, dapat hadiah, dapat duit juga."
"Berapa banyak duitnya?" Lanjut mama lagi.
"Tergantung, tergantung levelnya, tergantung kerja kerasnya." Saya berdoa selalu, semoga mama paham dan mengerti apa yang jadi impian dan cita-cita saya.
"Tapi kan bunda sekarang tanggung jawabnya lebih besar ke anak-anak." Mama menyampaikan nasihatnya.
"Insya Allah, Ma. Anak-anak tetap diurus, kok. Gak bakalan lupa ngasi makan juga." Saya mencoba mengulang janji saya pada diri saya sendiri, yang saya buat sejak saya menyatakan diri mau menjalankan bisnis ini.
Di hari yang lain mama bertanya, "Kalau bunda kan sibuk kerjanya jualan, kalau Aulia itu sibuk kerjanya apa?" Mama bertanya tentang Aulia, teman SMA saya yang menjadi sponsor saya di bisnis ini.
"Sama aja, sih, ma. Cuma karena sudah 'director' jadi kerjanya ketambahan ngurusin orang-orang yang baru mulai jalanin bisnisnya kayak saya." Jelas saya sekenanya.
"Trus bunda kapan jadi director?" Dan hati saya kembali berdoa, "Semoga bisa tahun ini ya, ma. Amiin." Dan mama pun meng-amin-kan doa saya.
---
Lalu apa hubungannya bikin kartu diskon/member Oriflame dengan cerita saya tadi?
Kalau kamu belanja ke supermarket, tentu kamu akan lebih senang belanja dapat diskon kan? Apa lagi kalau belanja 500ribu bisa dapat pisau dapur, piring cantik, atau malah karpet terbang.
Sama aja, kok. Di Oriflame kartu diskon/member nya bisa dipakai untuk dapat ekstra diskon 23% setiap dan semua jenis produk, tak terkecuali, bahkan walau hanya beli satu pinsil alis. Plus, ada hadiahnya juga tiap belanja minimal 125 bonus poin(bp), 150bp, 175bp, dan kalau 200bp suka ada promo heboh SUPER BC namanya.
Dapat apa aja? Tas cantik, blander keren, pisau set, sampai wajan anti lengket dari brand ternama yang kalau dipajang di etalase toko, produknya harga tus tus ribu.
Nah... Itu baru ngomongin manfaat pertama kartu diskon/member Oriflame.
Dan sebenarnya, mama saya sangat senang ketika hadiah-hadiah dari Oriflame itu saya dapatkan, lalu saya titipkan pada mama. Entah dipakai, dipajang, atau disimpan saja, terserah mama. Setidaknya itu sudah jadi bukti, kalau saya berusaha di bisnis ini.
Kemudian, manfaat lainnya?
Kalau saya bilang, bisa buat nolong teman yang kesulitan keuangan, pada percaya? Atau saya jelaskan, bahwa kartu diskon/member ini bisa menjadikan seorang pemalu, minderan, juga gak PD-an jadi berani menyatakan impiannya pada dunia, percaya?
Mau tau cerita lainnya? Simak terus ya halaman blog saya. Dan kalau mau tau lebih banyak, silahkan chat personal.
Boleh di :
WA 08888057770
BBM 5BCCF733
LINE shafiyyah.ulfah
Karena setiap hari adalah keajaiban yang ditemukan. Keajaiban yang datang dengan alasan pasti.
.salam.
.phy.
Konsultan Independen Oriflame
.membangun impian dengan kerja keras.












