Powered By Blogger
Jangan lupa tinggalkan pesan anda dan komentar anda setiap kali berkunjung ke halaman ini ya.....

Saturday, November 26, 2005

TRY TO FIND THE NEW ONE

today, I want to be green...
don't know why
but the new fact of me
I'm missing you

some one that will love me in the future
not just because you need me
but the real....
you want me

my friend told me about marriage...
they look so happy after get a baby
and I will always miss that time

today I'm green
not blue...
even someone there feel blue
I keep my green, here.

I try to find the new one
someone that will always give his smile to make me happy
someone that will never forget forever live...

green...
keep this green in your heart

I'll be right back with my new word

love
-phy-

Wednesday, November 02, 2005

UNTUK YANG TERCINTA, LELAKI PILIHAN

Dia lelaki pilihanku
Lebih tepatnya dia yang memilihku
Dari senyumannya aku pahami ketulusannya
Dari tatapannya aku mengerti keseriusannya
Dari yang dia lakukan untukku
Aku yakini satu, dia akan membahagiakanku selamanya
Dari yang dia ungkapkan padaku
Aku percaya, dia akan membimbingku
Dan tak ada yang akan mampu menyangkal kebenaran itu semua
Tepat saat dia memintaku
Untuk menemani dirinya
Selama sisa usianya
Bersama
Dia lelaki yang menyanjungku
Walau tanpa cantikku
Dia lelaki yang menyadari keindahan
Bukan sekedar dari tampilaku
Dia lelaki yang selalu kembali padaku
Walau aku selalu bergantung dipundaknya
Dia yang bersandar padaku
Walau kesedihannya tak dihadiahkan untukku
Tapi akan kusediakan pundakku
Untuknya kembali bersandar
Atas setiap kelelahannya
Kelelahan untuk membuatku bahagia
Bersamanya
Dia yang tak pernah melupakan yang dipesankan langit
Untuk tetap mencintai Tuhan yang menciptakannya
Agar saat dia sedih
Dia tak lari pada kekhilafan
Agar saat nestapa membayangi
Dia tak menafikkannya dengan kejahilan
Agar saat kehilangan ada dihadapannya
Dia tetap bisa merelakannya dengan lapang dada
Dan dia akan tetap bisa melalui sisa hidupnya dengan cinta Tuhannya
Meskipun aku tak bersamanya
Dia yang akan selalu mengingatkanku
Untuk tetap menjadi seorang yang terhormat
Bersamanya
Atau sendiri tanpanya
Karena dia selalu percaya
Kecantikan perempuan yang dipilihnya
Adalah karena perempuan itu adalah seorang yang terhormat
Menjaga kehormatan sepenuh jiwa
Selamanya.
Dia pilihan hidupku
Yang tertawa bahagia dan menangis dalam duka bersamaku
Menjalaninya dalam nikmat sujud pada Sang Pencipta
Dia yang akan selalu berpesan padaku
Untuk tetap menjalani hidup dengan senyuman
Walau semua yang ada hanya titipan
Tapi kerelaan besar yang diajarkannya padaku
Adalah satu yang terbaik dalam hidupku
Dia yang jadi segalanya untukku
Karena senyumannya yang menuntunku untuk terus percaya
Kasih Tuhan untukku ada ditangannya
Ada dalam belaiannya
Ada dalam dekapannya
Dia yang akan terus mendampingiku
Untuk terus mengerti
Bahagia adalah sahabat syukur
Duka adalah sahabat pasrah
Kerelaan dari segalanya akan membuat yang dijalani saat ini
Menghadirkan senyuman di akhir segalanya
Aku yang akan jadi lentera kala gelap hatinya
Agar ia tetap bisa temukan pilihan jalan
Diatas kebenaran yang telah dijanjikannya padaku
Agar dia tetap mampu
Selesaikan semuanya tanpa gelap mata
Agar dia tak tersandung
Kala semua hambatan itu menghadang didepan
Dalam gelapnya
Aku akan menjadi pijarnya yang abadikan senyuman dalam hidupnya
Yang selamanya akan lencarkan jalan hidupnya
Yang seutuhnya dengan tunduk menghormatinya
Dengan kebenaran
Dengan kejujuran
Dengan keikhlasan
Dengan segala kemampuan
Dengan tetap percaya
Tuhan akan tunjukkan yang terbaik bagi hidup yang akan ku jalani
Bersamanya
Dia lelaki yang memilihku
Dan telah kupilih
Untuk menjalani sisa hidup
Bersama
Atas izin Allah SWT
Atas ridha kedua orang tua kami

Tapi waktulah yang akan tentukan segalanya
Karena manusia hanya dipersilahkan
Untuk berencana
Merangkainya dalam cita-cita
Dan berusaha semaksimal mungkin
Sedaya kemampuan
Sekuat tenaga
Dalam hidupnya
Agar tak ada sesal
Saat Tuhan tentukan akhirnya
Karena cinta pada yang menciptakan
Haruslah lebih besar
Dari pada cinta pada ciptaan-Nya
Agar hidup tetap berjalan sesuai rancana kita
Agar segalanya tak terlalu jauh dari harapan kita
Karena sesuatu hari ini
Tak ada yang begitu sempurna
Selamanya
Tak akan cukup sempurna didapatkan
Seiring dengan berjalannya waktu
Semua akan tahu
Dia memang yang pilihan
Atau aku yang memang pantas dipilih
Aku yang pilihan
Atau dia yang memang pantas untuk dipilih
Satu
Dan selamanya satu
Malang, 30 Oktober 2005
20.20 WIB

Sunday, September 11, 2005

love forever love

gak banyak yang bisa diceritakan hari ini...

just be yur self aja, deh....

saya sedang banyak menyimpan rindu atas kenangan-kenangan yang telah berlalu

selamat malam

Monday, August 22, 2005

TRY TO THINK SO HARD

#1

Not be the first
But try to do the best
Even the sky fall in to your glass
No matter how long you were waiting
No matter how far you were gone
Just do the best
Be your self
With your own good personality
You’ll be the best for the next

You can write anything like what you want
But always check the mirror
That’s will make you know
Is that good or not
That you were written for some one
Is that makes somebody hurt or happy
Is that makes the reader understand you or hate you

Love is not to have
Love is not to hurt
Love can waiting for the best
Love never pressure you to do something that you can not do
Love
Love is just something about understanding
Love never thinks about everything bad
Love is just about you and me

One kind about missing someone
One thing about waiting
One word that so difficult to say
One and always be the only one

Never want it back
Never think it will be back
Never ask it back
Just try to waiting it
But don’t know until when
And still keep on silent to wait


Think too much
My comp. August 19, 2005
I try to clean my head.
19.47 on my left arm.


#2

Biarkan langit tetap gelap
Meski matahari telah kembali
Aku tak akan beranjak dari dudukku
Karena aku masih ingin menunggu
Semalam lagi
Menunggumu

Sejak kamu memutuskan untuk tak lagi menoleh kebelakang
Sejak kamu menginginkan perpisahan itu
Sejak kamu memalingkan pandanganmu dariku

Sungguh…
Aku tak ingin katakan kalau aku…
Sungguh tak rela kehilanganmu
Sungguh tak ingin jadi orang lain bagimu
Sungguh tak harapkan perpisahan ini
Sungguh…

Biarkan aku lewatkan semalam lagi disini
Terdiam dalam bisu sedih hatiku
Simpankan semua kenangan tentangmu
Tanpa seorang pun tahu
Karena waktu akan segera berlalu
Dan hari pun berganti
Hingga aku melupakanmu

Phy…
Remember someone
Home. August 20, 2005
07.25

#3

Menggaruk senja dengan cakaran amarah
Menghapuskan jingga tanpa pernah mewarna ungu
Mengusir segala pedih dengan angkara
Membuang kenangan tanpa pernah menghargainya
Dan aku berhenti sampai disini

Katanya…
Perempuan datang dengan masalah
Tanpa pernah peduli mata telah basah
Tanpa pernah tau kekesalan yang membuncah
Tanpa pernah memusingkan muak yang memenuhi otak

Kata dia…
Perempuan selalu meninggalkan masalah
Tanpa rasa dia pergi
Tanpa berfikir dia pergi
Tak pernah tau telah tinggalkan apa

Katanya…
Hanya satu perempuan yang tak lakukan itu
Hanya seorang saja yang selalu datang dan pergi
Dengan segala keindahan
Hanya seorang

Kata dia…
Akan sulit mencintai perempuan selain dia
Akan sulit karena tak akan pernah ada dua nya
Akan sulit untuk mempertahankannya
Kecuali ketulusan itu memang ada…

Kata dia…
Hanya bunda
Yang datang tanpa masalah
Pergi tanpa masalah
Dan selamanya hanya satu

Tapi…
Perempuan bukan cuma bunda
Dan semua perempuan akan jadi bunda
Tak ada perempuan yang inginkan kesendirian
Karena itu lelaki diciptakan

Phy…
About someone that I miss so much
Home. August 20, 2005
07.40

WHAT DO YOU THINKING ABOUT 2

HAL YANG KE DUA....

Kamu tahu?
Aku tak pernah sendiri
Aku punya diriku yang lain
Jadi aku tak pernah sendiri
Kamu tahu?
Aku tak pernah merasa terlalu sepi
Karena musik temaniku
Jadi aku tak pernah merasa terlalu sepi
Kamu tahu?
Aku sulit membedakan sakit
Aku punya anti body yang kuat
Jadi aku sangat jarang merasa sakit
Kamu tahu?
Aku punya jiwa yang lain
Selain jiwaku yang hari ini
Yang tak pernah terluka
Yang tak mau melukai
Yang memilih segala jalan kebaikan
Jadi aku adalah seorang pemaaf
Pada sisi diriku yang lain
Kamu tahu?
Aku yang sebenarnya adalah yang menuliskan kalimat ini
Aku yang sedang sendiri
Aku yang merasa sepi menghantui
Aku yang menahan sakit di badanku
Aku yang menahan luka di hati
Aku yang tak akan pernah katakan ini pada siapapun
Kamu tahu?
Aku ingin melewati batas itu
Batas yang memisahkan antara diriku
Dengan sisi diriku yang lain
Sisi diriku yang tak pernah terluka
Diriku yang selalu bangga
Untuk satu masa depan impiannya
Kamu tahu?
Tidak!
Kamu tidak pernah tahu aku!
Dan selamanya akan sulit bagimu
Untuk tahu aku.

Phy, lone sick and empty
August 21, 2005
09.00 a.m

WHAT DO YOU THINKING ABOUT 1

HAL YANG PERTAMA....

Kalau saja langit boleh memilih bintang yang dibiaskannya
Kalau saja langit boleh meminta pekerjaannya digantikan
Kalau saja aku boleh meminta sekali lagi padamu
Kalau saja aku boleh berada di dekatmu selalu…
Kalau saja aku boleh…
Sangat ingin aku katakan…
Kalau aku kehilanganmu
Kalau aku merasa sepi…
Sendiri menikmati rasa sakit ini
Tanpa tahu siapa yang harus kutemui
Kalau saja bulan boleh memilih bentuknya sendiri
Kalau saja matahari boleh memilih bintangnya sendiri
Kalau saja aku boleh menemanimu melewati hari-hari itu
Kalau saja aku boleh memilih tempatku disisimu
Kalau saja aku boleh…
Tak akan pernah bisa kukatakan padamu tentang sepinya hari ini
Tak akan pernah kamu tahu aku sangat ingin menangis
Tak akan pernah mampu kuceritakan padamu sedihnya sendiri
Karena itu aku menyimpannya sendiri
Karena itu aku biarkan mereka juga tidak tahu

Kalau saja angkasa tak sulit dicapai
Kalau saja langit tak sulit diraih
Kalau saja semua semudah bernafas hari ini
Kalau saja semua seperti saat terlelap
Kalau saja semua bisa dilakukan, sendiri

Tapi…
Kalau aku menangis sendiri
Juga tidak apa-apa
Kalau aku terlelap sendiri
Tidak akan jadi masalah
Kalau aku jalan sendiri
Gak akan ada yang protes
Karena semua sudah aku dapat
Kasih sayang
Cinta
Teman
Sahabat
Semuanya
Karena aku tak akan pernah jadi sendiri
Selamanya.


Phy, lone at comp. August 21, 2005. 08.50 a.m

Tuesday, August 16, 2005

SURAT CINTA II

Hh....
rasanya sungguh tidak nyaman menyimpan semua ini sendiri....
untuk kalian yang juga pernah merasakan apa itu men-cinta...
biarkan aku menuliskan ini, walau seorang yang ku-cinta itu ytak akan pernah ingin membacanya.....


Maaf…
Kalau sudah ingin menulis… aku tak bisa menahannya bagaimanapun. Sudah kuisi buku harian... pun aku masih ingin mengatakan banyak hal tentangmu yang sampai hari ini hanya tersimpan dalam benakku saja.
Bukan.. bukan tentang rasa hati yang tidak bisa dikontrol, tapi ini lebih dekat pada logika otakku, hasil kerja sementara yang masih belum bisa kutuangkan dalam cerpen atau novel sekalipun. Bahkan bait-bait syair yang biasa aku tulispun tidak bisa kugoreskan walau hanya satu kalimat. Semuanya terlintas tanpa pernah bertemu dengan pena dan tinta.

Seperti yang kakakku bilang, aku tak pernah mengurungkan niatku ketika aku menyadari kalau aku sungguh-sungguh menyayangi semua yang ada dalam hatiku saat aku menghadapinya.
Begitu juga dengan kamu...... Aku gak tahu kenapa, meskipun aku sudah berusaha menghapus segala hal tentang kamu dalam kepalaku, tetap saja sosok kamu muncul mengisi sela waktu kegiatanku.
Aku hanya ingin tahu. Siapa sebenarnya aku, untukmu. Karena aku gak akan lagi menjadi orang asing dalam hidupmu, meskipun kita harus terpisah selama puluhan tahun. Pasti masih ada sedikit kenangan yang tersisa seandainya saja kita tetap terpisah walau tanpa pesan.
Kamu bilang aku gak akan bisa jadi orang yang kamu inginkan itu, walau sebelumnya kamu pernah bilang aku lebih dari dia yang pernah sangat kamu inginkan itu, entah…
Aku gak tahu berapa lama kamu menyimpan rasa sayangmu buat dia, padahal kamu tahu kamu gak bisa jadi yang dia inginkan, padahal kamu sudah memutuskan untuk mundur dari hadapannya, tapi kenapa kamu juga melakukan hal yang sama terhadapku…
Seorang yang baru kamu kenal.
Meskipun kamu gak akan pernah menjawabkannya untukku, tapi aku yakin kamu masih menyimpannya. Catatan itu…
Aku gak akan pernah memintanya kembali darimu kalau kamu memang ingin menyimpannya. Tapi ingatlah… aku bukan orang yang mudah untuk dilupakan. Semua sahabatku mengatakan itu, aku adalah manusia yang ditakdirkan untuk selalu meninggalkan kesan…
Yang pasti, kesan kedekatanku denganmu akan selalu melekat dalam benakmu lewat tulisan-tulisan itu, dan aku juga tak akan pernah menghapus satu memori dalam otakku tentang kamu, sampai kapanpun.

Apa aku pernah bilang?
Kamu adalah satu bintang dari serangkaian rasi yang kurajut dalam hidupku?
Dan sinar bintang itu tak akan pernah padam, meskipun big bang menghancurkannya lewat black hole. Aku tahu… pasti kamu akan tidak suka jika mendengarnya, karena kamu berfikir kamu bukan siapa-siapa untukku, yang terlalu tinggi untuk kamu raih. Seandainya kamu bisa melihat hati dengan logika… sayangnya kamu hanya melihat itu dari sisi egomu saja.
Ya…ya…ya… aku tahu, kamu akan bereaksi tidak peduli meskipun aku mengatakannya dengan menangis dihadapanmu. Karena kamu bukan mereka yang lain…
Kamu bukan mereka yang tahu kalau aku menangis hanya untuk diriku sendiri, kamu bukan mereka yang sadari kalau aku juga perempuan yang harapkan peduli itu…
Aku selalu senang ketika mereka katakan… “kamu itu perempuan lho, fi…”
Dan aku selalu bangga ketika perempuan dilihat sebagai “pembikin onar”, karena perempuan punya insting lebih dibandingkan mereka yang hanya melihat kecantikan dari sisi luar. Perempuan adalah seseorang yang bisa merasakah getaran berbeda dalam aliran kehidupan, yang berusaha menyelesaikan masalah walau menimbulkan masalah, tapi dia tak akan menyerah walau sudah dibasahi dengan air mata. Karena mereka punya “ketulusan” yang selalu ingin dibagikan.
Ah… sampai kapanpun aku tak mungkin bisa katakan ini padamu…
Ini bukan cuma tentang aku, tapi juga tentang mereka yang ingin berbagi denganmu, walau perempuan itu bukan “bunda”.
Tapi.... Aku selalu mencoba untuk berfikir dalam posisi bunda… dan aku tak ingin menyakiti mereka yang kusayangi…, itu bunda kan?!
Aku gak tau bagaimana cara untuk berhenti dari sesuatu yang aku jalani sebagai suatu “kebenaran” yang argumennya kuat, dan itu adalah hal tentang kasih sayang, ketulusan, dan tanpa balas budi….
Meskipun kegelapan merajutkan sepi yang begitu hening dan mencekam, tapi tetap saja sendiri adalah satu obat untukku… agar aku masih bisa menulis tentangmu, mengingatmu… dalam satu catatan…
Kamu pernah menginginkanku untuk jadi seorang yang bisa berbagi senyuman denganmu…
Aku gak tahu, tapi aku hanya memasatikan kalau kamu gak akan pernah membaca tulisan ini sampai kapanpun…
Seandainya saja terbaca.. berarti satu kesalahan masa depan jika kelak kamu akan menyesalinya karena aku tak bisa dua kali berpaling padamu. Karena kamu bukan dia yang sudah aku tunggu selama enam tahun… dan aku sangat takut jika harus mengingkari kalimatku sendiri.
Yang aku mengerti saat ini….
Aku memang ditakdirkan untuk menanti.
Sudahlah… meskipun sosok dirimu selalu hadir, tapi kamu gak akan bisa menghapus rasa takut dalam hatiku, rasa takut akan sebuah kesalahan yang sudakh kupilih sebagai jalan kedepanku…
Akan aku biarkan hari ini tetap tersenyum…
Akan aku tinggalkan mereka sampai saat ini saja…
Dan aku akan tidur nyenyak malam ini, tanpa lagi mengingat kalau aku sanagt-sangat mengingnkanmu jadi seperti dia… yang mengejar cinta Allah, lebih dari cinta yang lain.
Salam rindu atas nama cinta yang membisu dalam diam menunggu sepi berlalu.

Seorang-phy- yang memilih untuk tetap diam…
Malang, 25 July 2005
22.00 tepat WIB.
Utk UT…. I will keep you in my mind. Even I ‘m going to anyone else.
Love-phy
-

MEMORIZE

Kenangan-kenangan itu…
Seakan semuanya kembali melintas ketika aku bertemu wajah dengan mereka…
Mereka yang pernah membuatku tersenyum bahagia, menangis haru atau hanya sekedar membagikan senyum karena kepuasan hati yang tak terkatakan, tak mudah dijelaskan, dan aku mengingat kembali semua kenangan itu malam lalu.
Kalau harus disebutkan satu persatu pasti tak akan cukup halaman ini, gak akan cukup tenaga untuk menuliskannya…
Malam itu…
Sahabat baikku gundah…
Kenangan tentang cintanya di masa lalu itu…
CINTA MONYET kata mereka, tapi itu sangat mengganggu, karena terenyata itu semua membuat cintanya yang hari ini selalu cemburu…
Hehee….
Aku tak bisa berikan alasan yang tepat saat ia kembali bertemu dengan masa lalu itu, bertemu kembali dengan kenangan-kenangan yang pernah membuatnya merasa lebih dewasa dari yang lain, membuatnya ingin terlihat tetap seperti yang dulu, meskipun diri mereka masing-masing sudah banyak berubah.
Dan aku tak merasa harus jadi penengah bagi mereka. Mereka sudah sama-sama dewasa untuk bisa menentukan sikap. Rasa canggung yang ada, sikap monoton yang menjemukan, dan itu semua hanya mereka yang bisa memperbaikinya.
Masa lalu memang hanya masa lalu, dan masa lalu adalah kenangan setiap orang yang berhak untuk dimiliki, berhak untuk tetap tersimpan dalam memori dan hati kita, karena semua itu adalah nyawa bagi kita hari ini.
Manusia yang hidup tanpa kenangan akan merasa selalu tersiksa karena hatinya sepi, memorinya kosong, dan kenangan tak perlu cemburu, tak perlu iri, tak perlu di hapus.
Kita hidup hari ini, untuk rencanakan masa depan, jalani yang saat ini, dan mengenang semua di masa lalu untuk dijadikan pelajaran berharga yang mungkin tak akan pernah kita pahami kalau kita tidak mengingat dengan baik kenangan-kenangan itu.
Walau terkadang sulit untuk mengakui masa lalu kita, walau kadang dengan sangat kita ingin melupakan masa lalu itu, walau dengan segala pinta penuh harap kita mau masa lalu itu tak pernah terjadi, tapi… masa lalu adalah guru yang paling berharga, kehidupan yang paling baik yang telah kita jalani sebelum hari ini. Dan bagaimanapun bentuk dari masa lalu itu, kedepannya, hanya kita yang bisa memperbaikinya.

Mungkin sedikit basi ngomongin beginian, tapi yang pasti aku merasa nyaman sekarang, karena tidak akan ada lagi permasalahan tentang masa lalu, keberanian kita untuk mengungkapkan masa lalu kita hari ini, untuk kebaikan di masa depan adalah segalanya, karena masa lalu akan selamanya jadi milik kita sendiri.
Pesanku untuk semua sahabat baikku…
Keberanian kita berbuat sesuai dengan yang ada dihati, jujur untuk kemaslahatan semua, dan menjadi yang terbaik dengan seluruh kemampuan yang kita miliki, itu semua akan menjadi dasar yang baik untuk masa depan yang kita rencanakan.

Dari sahabat yang selalu ingin berbagi.
Phy. Malang, 15 Agustus 2005

Saturday, August 06, 2005

PERJALANAN HATI YANG SEMAKIN SEPI

Saat aku sedang merasa sepi, dialah yang datang sambut sapaku, membuatku merasa nyaman dan tentram, membuatku percaya bahwa hidup ini indah. Dan aku jadi selalu mengatakan itu, "hidup ini indah" waktu aku sedang merasa sendiri, bosan, dan bingung… dan setelah itu aku akan berjalan lagi dengan baik, atau lebih baik lagi.
Tapi sang waktu telah ajarkan aku bagaimana cara menjaga hati ini, menyimpannya seperti emas dan tak membaginya pada sembarang orang sepeti berlian. Dan aku telah menjaganya selama empat tahun lebih…
Aku selalau berharap agar dia tahu apa yang aku rasakan dihati ini, tapi sang waktu mengatakan "jangan, jangan katakan padanya, simpan saja… sampai ia tahu dengan sendirinya."
Aku yakini satu hal, suatu saat dia pasti akan tahu kalau aku sangat mengaguminya, setulus hatiku, sepenuh jiwaku. Dan kalau Tuhan izinkanku jadi miliknya, aku akan sangat senang dan bahagia, karena dialah yang selalu kuidamkan.
Tapi… tapi hatiku mengatakan lain, setiap aku mengatakan bahwa aku ingin dia memilikiku, dalam hati ini semakin jelas terbaca bahwa aku tak akan pernah bisa menyentuhnya, dan tak akan pernah jadi miliknya. Aku akan jadi milik orang lain.
Sungguh, andai aku bisa katakana padanya, bahwa aku menantinya, aku akan katakana padanya, agar ia tak memilih hati yang lain karena aku ingin lebih dulumenjadi hatinya…
Hidup ini memang indah, dan selamanya akan begitu, tanpa terkecuali karena semuanya yang hidup di tanah ini, memang untuk menikmati keindahan itu…
Sampai kapanpun, dia akan selalu ada dihati ini. Dan aku tak akan menyesal meskipun aku tak akan pernah memilikinya, karena ia tak akan memilihku.

Demi waktu yang selalu dipenuhi oleh cinta
Phy
Malang, 22 Agustus 2004




Aku sudah banyak menulis hari ini, dan rasanya akan semakin tidak puas kalau terus dan terus saja menulis tanpa memahami maksud yang aku tulis.
Tadi aku kembali membaca diary ku waktu masih diasrama… rasanya sedih.
Kenapa dulu aku seperti itu, kenapa aku tidak bisa bersikap normal-normal saja?
Aku sudah hampir putus asa kalau aku tidak ingat aku masih punya adik-adik yang menyayangiku… adik-adik kelasku.
Aku kangen…
Sebenarnya aku sangat ingin menceritakan isi hati ini pada sahabatku, tapi dimana dia sekarang aku sendiri juga tidak tahu….
Biar saja… biar waktu yang ajarkan aku tentang bagaimana cara menyikapi hidup ini… hidup yang indah dan akan selalu menyenangkan untuk dijalani.
Aku inginkan satu jawaban yang biasa saja….
Apa aku pantas untuk dapatkan angan bahagiaku itu? Aku harap, jika memang Tuhan telah menentukan siapa masa depanku itu… aku akan mengetahuinya segera. Karena beberapa bulan lagi usiaku sudah akan genap 20 tahun. Dan aku tak ingin menyikan masa muda ini hanya dengan terus saja berkhayal dan berkhayal…
Kalau memang dia, biarkan Allah bukakan hatinya dan menunjukkan jalannya padaku, supaya dia tak akan pernah menyesal, bahwa akulah yang dipilihkan Tuhan untuk dia.
Semoga hanya ketulusan yang ada dihati

Phy, 18 30
25 August 2004




Surat untuk seorang yang aku sayangi.
Dari hatiku yang tak ingin ditanyai.
Salam hangat untukmu, semoga setiap cinta yang mengalir di muka bumi akan selalu hadir untukmu.
Mungkin sulit bagiku untuk menyebut namamu, tapi sungguh, aku begitu menyayangimu. Walau aku hanya tahu satu namamu, walau aku tak tahu siapa nama lengkapmu, tanggal lahirmu, dimana rumahmu, tapi sungguh pesonamu begitu membuatku merasa harus menyayangimu.
Ini bukan sekedar love at the first sight, ini adalah sebuah mimpi, bukan harapan, bukan obsesi, ini hanya sebuah mimpi yang ingin aku ceritakan padamu.
Sungguh, terlalu sering hatiku terpesona, tapi padamu, ini bukan karena sekedar pesonamu, aku sungguh sangat mengagumimu, bukan karena sosok dan penampilanmu saja, appearance gak penting!
Keramahanmu, tutur bahasamu, senyumanmu, dan aku tahu ada begitu banyak hal yang pantas untuk kukagumi dari sekedar dirimu, kepribadianmu, cara hidupmu.
Dan please…
Perkenalkan dirimu padaku, agar aku tak semakin panasaran, dan hanya mampu melihatmu, mengagumimu dari jauh.
Ok!
Memang salah, aku tak mampu menahan luapan rasa ingin tahuku, aku gak pernah bisa menutupi setiap detail perasaan yang selalu saja dikatakan ditunggangi oleh nafsu, tapi bukan itu, bukan… aku hanya ingin mengenalmu, seperti aku juga mengenal banyak temanku, please….
Aku gak akan menuliskan lebih dari yang ini.
Makasih, makasih…

Malang, 4april2005-20.25wib




Jujur saja, aku bukan orang yang begitu baiknya, tak ada sempurnanya, dan memiliki begitu banyak kelemahan yang mudah terbaca saat aku sedang goyah. Dan apapun yang kamu bilang, aku tak akan menyangkalnya lagi. Bagiku mencoba mengenalmu adalah salah satu usaha terbaikku, mencoba memalingkan rasa hatiku pada seorang yang sudah enam tahun kunanti, dan melonngarkan diri dari segala keterikatan prinsip yang terus saja mengecam apa-apa yang telah aku lakukan selama mencoba untuk mengenalmu.
Toleransiku sudah cukup, setelah aku berpinta pda Allah semalam, dan menuliskan pesan itu untukmu, aku sedikitnya merasa aku sudah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Selanjutnya itu terserah padamu, dan Allah telah merenggangkan keinginanku untuk terus menemanimu mengenal-Nya yang Maha dari segalanya.
Kalau saja aku tak menyadarinya bahwa Allah sudah merenggangkan hati ini, mungkin pagi ini aku akan kembali menangis karena ingin tetap melihat segala yang terbaik darimu. Tapi itulah yang telah terjadi dan apa-apa yang ingin aku wujudkan tetap ada dalam tuntunan dan perhatian-Nya, dan aku bahagia karena itu.
Jadi, siapapun dia, yang akan jadi masa depanku, aku tetap akan menunggunya.

Malang, 18 April 2005
07.45 a.m.




Seorang sahabat pernah mengatakannya padaku, "jangan pernah menilai dirimu lebih, karena tidak ada yang cukup sempurna dalam hidup ini."
Dan aku bisa merasakannya sekarang. Aku tak pernah lebih hebat dari siapapun yang aku kenal hari ini, aku tak pernah jadi lebih baik dibandingkan saat aku bermimpi jadi orang baik dan hebat.
Dan walaupun hari ini aku sudah tahu, aku gak akan bisa langsung berubah bukan?!
Karena itu, aku masih perlu banyak belajar.
Untuk urusan hati, aku sedang belajar juga untuk mengerti, bahwa tidak ada yang lebih baik dibandingkan memasrahkannya.
Tapi aku tak akan menyerah, ada batas waktunya. Dan aku pasti akan segera meninggalkan hari ini, hari dimana aku merasa tidak bebas, hari dimana aku masih "milik" orang tuaku.
Dan aku akan segera menjadi milikku sendiri.
Apapun, tapi air mata ini akan tetap meluap ketika kelelahan meraja.

Hari ini, phy.
Malang, 13 July 2005
20.16

Tuesday, June 28, 2005

KE-RAMAH-AN

RAMAH

Aku tak tahu apa artinya, arti sebenarnya. Jadi, aku coba buka kamus bahasa yang aku punya. Ramah berarti baik dan manis tutur kata atau sikapnya dalam pergaulan. Dan kali ini yang ingin aku katakan adalah sesuatu yang berasal dari dalam otak dan sudah kucerna dengan baik, proses penataannya juga aku cuci di dalam hati. Jadi boleh di garansi kemurniannya.
Ramah, buatku adalah satu bentuk ketulusan yang memang tak hanya terlihat dimata, tapi juga terasa dihati, bukan sekedar kata yang manis, tapi juga setiap yang bisa menghadirkan senyuman, tidak cukup dengan sikap, tapi juga dengan evaluasi sifat, dan bukan dalam pergaulan saja, setiap detailnya harus dipertanggungjawabkan.
Kadang, ramah adalah pesona. Tapi keramahan bukan segalanya, karena ramah juga diartikan lain…
Seperti orang yang "tangannya ramah" itu punya arti, tangannya selalu saja melakukan hal-hal yang tidak meyenangkan untuk orang lain, seperti menampar, memukul, atau suka sekali menjahili.

Tapi bukan itu yang ingin aku bahas sekarang.
Ramah itu mungkin tak mudah, apa lagi jika ternyata tidak dari hati. Ramah itu banyak bentuknya, dilakukannya juga dengan cara yang berbeda-beda, tapi pada intinya sebuah ke-ramah-an, adalah bentuk dari sesuatu yang tak bisa ditakar dengan telinga, mata, atau juga otak. Ramah adalah sesuatu yang ditakar dengan hati, begitu membuat tersinggung jika ternyata ketika kita bersikap ramah tapi orang lain menjawabnya dengan sesukanya dan cenderung asal, padahal menurut takaran yang lain, itu sudah ramah.
Aku sudah cukup mencernanya, yang ada dalam hatiku adalah, aku sudah berusaha untuk mencoba dan mengusahakan sesuatu sebaik mungkin, termasuk juga untuk ramah. Tapi sebenarnya keramahanku terlalu mahal, bahkan untuk diriku sendiri. Karena aku cenderung menjadi orang yang keras dan sedikit terlihat kasar untuk takaran perempuan. Bukan karena tak ada yang mendidikku untuk bisa jadi ramah, tapi aku sering jadi tidak ramah karena ada rasa tidak suka yang tidak bisa aku sampaikan dengan kata-kata, dan keluar dengan sebuah sikap, yang dinilai tidak ramah.
Apalah itu…
Sok berprinsip katanya…
Aku memang tidak sehebat itu, tapi aku selalu saja ingin jadi hebat, aku rasa itu wajar dan manusiawi, walau caranya beda-beda. Dan caraku untuk bisa jadi hebat adalah dengan tidak mentolerir diriku untuk melangkahi sebuah prinsip. "Hormati mereka, jika kamu ingin dapat penghormatan, jika mereka memang menghormatimu, jika memang mereka pantas untuk dihormati."
Efek samping dari prinsip itu adalah aku jadi terlihat "tidak sopan, tidak ramah, tidak seperti manusia yang memperjuangkan kehormatan" ketika aku berada dihadapan orang-orang yang tidak bisa melihat diriku lebih dari sekedar penampilan yang tidak wow. Walau pada dasarnya aku tahu, kalau ternyata aku sangat tidak pantas untuk mengisi suatu pemandangan, tapi aku masih tahu diri, aku berusaha menempatkan diriku sebaik-baiknya, tapi tetap saja. Efek samping itu menjadi makananku, bukan hanya karena aku orang yang tidak ramah karena sulit bertoleransi, tapi juga karena aku tidak suka bernegosiasi untuk sesuatu yang lebih prinsipil.
Sudahlah, manusia tak ada yang sempurna. Tak terkecuali aku yang kadang membuat kesalahan dengan selalu saja mencerminkan dunia ini pada duniaku, dunia yang dipenuhi dengan berbagai macam prinsip mengikat dan memaksa, cenderung menekan dan tidak bertoleransi pada hal yang prinsipil. Karena itu, jangan pernah menakar keramahan, kebaikan, kesopanan, ketulusan, kejujuran, dari orang-orang disekitar kita, yang mempunya takarannya masing-masing untuk bisa tetap menjalani, melewati dan menjadikan hidupnya indah. Karena Tuhan Maha Adil. Dia ciptakan "beda" untuk suatu yang lebih berwarna-warni, jadi. Belajarlah berkaca untuk hati dan dirimu sendiri, karena memang dunia tak pernah ramah.
Aku hanya sedang mencoba mengoreksi diriku sendiri, tapi kalau ada yang ingin menegurku, mengingatkanku, meminta toleransiku, aku akan mencobanya. Tidak sulit, asal semua itu terlihat baik dan tulus, walau tak bisa ditakar tentunya. (Tapi setiap manusia pasti punya hati.)
Sekian.

Malang, 13 Juni 2003
19.37 WIB