RAMAH
Aku tak tahu apa artinya, arti sebenarnya. Jadi, aku coba buka kamus bahasa yang aku punya. Ramah berarti baik dan manis tutur kata atau sikapnya dalam pergaulan. Dan kali ini yang ingin aku katakan adalah sesuatu yang berasal dari dalam otak dan sudah kucerna dengan baik, proses penataannya juga aku cuci di dalam hati. Jadi boleh di garansi kemurniannya.
Ramah, buatku adalah satu bentuk ketulusan yang memang tak hanya terlihat dimata, tapi juga terasa dihati, bukan sekedar kata yang manis, tapi juga setiap yang bisa menghadirkan senyuman, tidak cukup dengan sikap, tapi juga dengan evaluasi sifat, dan bukan dalam pergaulan saja, setiap detailnya harus dipertanggungjawabkan.
Kadang, ramah adalah pesona. Tapi keramahan bukan segalanya, karena ramah juga diartikan lain…
Seperti orang yang "tangannya ramah" itu punya arti, tangannya selalu saja melakukan hal-hal yang tidak meyenangkan untuk orang lain, seperti menampar, memukul, atau suka sekali menjahili.
Tapi bukan itu yang ingin aku bahas sekarang.
Ramah itu mungkin tak mudah, apa lagi jika ternyata tidak dari hati. Ramah itu banyak bentuknya, dilakukannya juga dengan cara yang berbeda-beda, tapi pada intinya sebuah ke-ramah-an, adalah bentuk dari sesuatu yang tak bisa ditakar dengan telinga, mata, atau juga otak. Ramah adalah sesuatu yang ditakar dengan hati, begitu membuat tersinggung jika ternyata ketika kita bersikap ramah tapi orang lain menjawabnya dengan sesukanya dan cenderung asal, padahal menurut takaran yang lain, itu sudah ramah.
Aku sudah cukup mencernanya, yang ada dalam hatiku adalah, aku sudah berusaha untuk mencoba dan mengusahakan sesuatu sebaik mungkin, termasuk juga untuk ramah. Tapi sebenarnya keramahanku terlalu mahal, bahkan untuk diriku sendiri. Karena aku cenderung menjadi orang yang keras dan sedikit terlihat kasar untuk takaran perempuan. Bukan karena tak ada yang mendidikku untuk bisa jadi ramah, tapi aku sering jadi tidak ramah karena ada rasa tidak suka yang tidak bisa aku sampaikan dengan kata-kata, dan keluar dengan sebuah sikap, yang dinilai tidak ramah.
Apalah itu…
Sok berprinsip katanya…
Aku memang tidak sehebat itu, tapi aku selalu saja ingin jadi hebat, aku rasa itu wajar dan manusiawi, walau caranya beda-beda. Dan caraku untuk bisa jadi hebat adalah dengan tidak mentolerir diriku untuk melangkahi sebuah prinsip. "Hormati mereka, jika kamu ingin dapat penghormatan, jika mereka memang menghormatimu, jika memang mereka pantas untuk dihormati."
Efek samping dari prinsip itu adalah aku jadi terlihat "tidak sopan, tidak ramah, tidak seperti manusia yang memperjuangkan kehormatan" ketika aku berada dihadapan orang-orang yang tidak bisa melihat diriku lebih dari sekedar penampilan yang tidak wow. Walau pada dasarnya aku tahu, kalau ternyata aku sangat tidak pantas untuk mengisi suatu pemandangan, tapi aku masih tahu diri, aku berusaha menempatkan diriku sebaik-baiknya, tapi tetap saja. Efek samping itu menjadi makananku, bukan hanya karena aku orang yang tidak ramah karena sulit bertoleransi, tapi juga karena aku tidak suka bernegosiasi untuk sesuatu yang lebih prinsipil.
Sudahlah, manusia tak ada yang sempurna. Tak terkecuali aku yang kadang membuat kesalahan dengan selalu saja mencerminkan dunia ini pada duniaku, dunia yang dipenuhi dengan berbagai macam prinsip mengikat dan memaksa, cenderung menekan dan tidak bertoleransi pada hal yang prinsipil. Karena itu, jangan pernah menakar keramahan, kebaikan, kesopanan, ketulusan, kejujuran, dari orang-orang disekitar kita, yang mempunya takarannya masing-masing untuk bisa tetap menjalani, melewati dan menjadikan hidupnya indah. Karena Tuhan Maha Adil. Dia ciptakan "beda" untuk suatu yang lebih berwarna-warni, jadi. Belajarlah berkaca untuk hati dan dirimu sendiri, karena memang dunia tak pernah ramah.
Aku hanya sedang mencoba mengoreksi diriku sendiri, tapi kalau ada yang ingin menegurku, mengingatkanku, meminta toleransiku, aku akan mencobanya. Tidak sulit, asal semua itu terlihat baik dan tulus, walau tak bisa ditakar tentunya. (Tapi setiap manusia pasti punya hati.)
Sekian.
Malang, 13 Juni 2003
19.37 WIB
Jangan lupa tinggalkan pesan anda dan komentar anda setiap kali berkunjung ke halaman ini ya.....
Tuesday, June 28, 2005
Saturday, June 11, 2005
kangen nulis....
Kadang kita lupa kalau hidup ini menyenangkan karena nestapa datang tanpa bisa dihentikan
Kadang kita lupa kalau hidup ini indah karena kepedihan silih berganti menghampiri
Tapi karena kita ingat, cinta hadir untuk menyelesaikan makanya kita selalu bertahan untuk hidup.
Tapi kadang kita juga sering lupa, apa alasan Allah ciptakan kita, mereka, dan dunia karena kita terlalu sibuk dan larut dalam kenikmatan fana dunia.
Sebenarnya simple saja….
Allah ciptakan dunia untuk kita hingga kita hadir ke dunia adalah karena kita punya tugas untuk menabung amal shaleh lewat cinta, kasih, juga sayang.
Dan jika semua itu kita lakukan karena Allah tak akan ada sulitnya, tak akan terasa pedihnya, dan nestapa akan berlalu tanpa kita tahu.
Mungkin hidup memang cuma sekali, tapi selama hidup pilihan untuk kita banyak sekali, tak akan cukup waktu, lembaran, tinta, untuk katakan setiap detailnya.
Tapi yang pasti, belajarlah untuk ikhlas, karena Allah sudah janjikan surga bagi mereka yang ikuti jalan-Nya.
Bagai beludru yang hiasi indahnya dunia, kehidupan ini memang indah, jika senyuman yang sertakan manusia dalam setiap langkah hidupnya.
Bagai intan sebaik mutumanikam, perhiasan yang terbaik adalah amal shaleh yang kita kerjakan dengan keikhlasan dan hanay karena Allah semata.
Bagai pelangi yang hanya muncul usai hujan, sebanyak titik-titik air yang dibiaskan tampak semakin baik diri kita dengan taqwa yang berlimpah.
Tapi mungkin tak semudah merangkaikan kata-kata indah agar menyentuh hati, melakukannya butuh perjuangan karena hidup cuma sekali dan kesempatan tak datang berulang kali. Setidaknya kita harus mencobanya dengan sungguh-sungguh, agar tak ada sesal jika kita terlambat menemukannya.
manusia
tanpa kebencian
Bukan berarti malaikat…
ia masih punya duka dan meneteskan airmata
Bukan berarti setan…
Memperturutkan hawa nafsu tanpa batasan
Dia masih punya aturan
Mengontrol, Mengendalikan, Menjaga
Manusia tnpa dendam…
Tak sempurna!
Tak ada manusia yang sempurna
Karena ia tak pernah mendendam
Sekalipun nestapa jatuh turun basahinya bagai hujan
Kebencian mengelilinginya
Tak pernah dijawabnya dengan… dendam
Tapi ia tetap punya marah…
Yang tetap disimpannya rapi
Dibungkusnya indah
Dan disampaikannya dengan TERHORMAT
Kadang kita lupa kalau hidup ini indah karena kepedihan silih berganti menghampiri
Tapi karena kita ingat, cinta hadir untuk menyelesaikan makanya kita selalu bertahan untuk hidup.
Tapi kadang kita juga sering lupa, apa alasan Allah ciptakan kita, mereka, dan dunia karena kita terlalu sibuk dan larut dalam kenikmatan fana dunia.
Sebenarnya simple saja….
Allah ciptakan dunia untuk kita hingga kita hadir ke dunia adalah karena kita punya tugas untuk menabung amal shaleh lewat cinta, kasih, juga sayang.
Dan jika semua itu kita lakukan karena Allah tak akan ada sulitnya, tak akan terasa pedihnya, dan nestapa akan berlalu tanpa kita tahu.
Mungkin hidup memang cuma sekali, tapi selama hidup pilihan untuk kita banyak sekali, tak akan cukup waktu, lembaran, tinta, untuk katakan setiap detailnya.
Tapi yang pasti, belajarlah untuk ikhlas, karena Allah sudah janjikan surga bagi mereka yang ikuti jalan-Nya.
Bagai beludru yang hiasi indahnya dunia, kehidupan ini memang indah, jika senyuman yang sertakan manusia dalam setiap langkah hidupnya.
Bagai intan sebaik mutumanikam, perhiasan yang terbaik adalah amal shaleh yang kita kerjakan dengan keikhlasan dan hanay karena Allah semata.
Bagai pelangi yang hanya muncul usai hujan, sebanyak titik-titik air yang dibiaskan tampak semakin baik diri kita dengan taqwa yang berlimpah.
Tapi mungkin tak semudah merangkaikan kata-kata indah agar menyentuh hati, melakukannya butuh perjuangan karena hidup cuma sekali dan kesempatan tak datang berulang kali. Setidaknya kita harus mencobanya dengan sungguh-sungguh, agar tak ada sesal jika kita terlambat menemukannya.
manusia
tanpa kebencian
Bukan berarti malaikat…
ia masih punya duka dan meneteskan airmata
Bukan berarti setan…
Memperturutkan hawa nafsu tanpa batasan
Dia masih punya aturan
Mengontrol, Mengendalikan, Menjaga
Manusia tnpa dendam…
Tak sempurna!
Tak ada manusia yang sempurna
Karena ia tak pernah mendendam
Sekalipun nestapa jatuh turun basahinya bagai hujan
Kebencian mengelilinginya
Tak pernah dijawabnya dengan… dendam
Tapi ia tetap punya marah…
Yang tetap disimpannya rapi
Dibungkusnya indah
Dan disampaikannya dengan TERHORMAT
Thursday, April 21, 2005
All from the bottom of your heart
Semuanya dari hati
cinta ( basi tau!!!) dari hati
sayang ( terlalu global!!!) dari hati
belajar ( perlu + penting!!!) dari hati
peduli (amit, dah!!!) dari hati
rindu ( manusiawi, ya?!) dari hati
berharap ( maniak, lo!!!) dari hati
cita-cita ( mentah!!!) dari hati
apa sih yang gak dari hati???
LAPAR?
NAFSU SEX???
atau apa sih yang kalo' dipentingkan perlunya otak doang???
matematika?
fisika?
kimia?
ya....
tapi manusia sendiri hidup dari HATI....
gak bisa deh itu di nomer-2 kan!!!
(kalo gak percaya, pikirin baik-baik dan reaspi dalam jiwamu...)
phy, in bad day about heart.
15/4/04 - 18.19
cinta ( basi tau!!!) dari hati
sayang ( terlalu global!!!) dari hati
belajar ( perlu + penting!!!) dari hati
peduli (amit, dah!!!) dari hati
rindu ( manusiawi, ya?!) dari hati
berharap ( maniak, lo!!!) dari hati
cita-cita ( mentah!!!) dari hati
apa sih yang gak dari hati???
LAPAR?
NAFSU SEX???
atau apa sih yang kalo' dipentingkan perlunya otak doang???
matematika?
fisika?
kimia?
ya....
tapi manusia sendiri hidup dari HATI....
gak bisa deh itu di nomer-2 kan!!!
(kalo gak percaya, pikirin baik-baik dan reaspi dalam jiwamu...)
phy, in bad day about heart.
15/4/04 - 18.19
Thursday, March 31, 2005
CERITA AKHIR BULAN
Something nice, ke warnet pas akhir bulan.
Padahal dompet kosong, and serba ngutang. tapi yang pasti...i'm fine.
hari ini ada sedikit kalimat buat renungan bersama. setelah dua kali Indonesia diguncang gempa berkekuatan 9,0 sr pada 26 Desember 2004 dan yang kemarin....8,7 sr 28 Maret 2005.
what was happen wit this earth? padahal perkiraan awal gempa yang sama takakan terjadi dua kali... ternyata SALAH!!!! salah besar... cause feeling ku bilang lain...
GOD WAS ANGRY TO US!
gila aja... dua kali gempa gede' setelah adanya perayaan hari besar!
that's something in my heart.
ALLAH SWT, tuh marah ma kita manusia... gak sekedar sebuah ujian, ini tuh dah nyampe pada kalimat marah buat aku....cobaan lah, ujian lah, teguran lah... maybe tomorrow the end of the day dateng... who knows...
itu rahasia pribadi ALLAH, bahkan yang dikasi tugas niup sangkakala aja gak tahu kaman kiamat datang.
hari ini, mungkin kita bisa aja senyum-senyum, mikirnya... kita gak kebagian gempa kok! tapi... if the GOD SAY.. "KUN FAYAKUN..." everything can happen!
habis aceh, nias, mungkin selanjutnya jawa, kalimantan, sulawesi-lanjutan gempa yang kemarin-, papua....
this earth will be destroy!
terserah.. siapa aja yang mau bilang aku lagi NGIGO, ngimpi, maksa... but please think bout your next day....
setelah hari kematian akan ada hari kebangkitan, even a singer say..."jika surga dan neraka tak pernah ada..." but please... ngaca, koreksi lagi diri ini... aku, kamu keluargaku, keluargamu, orang-orang terdekatku, orang-orang terdekatmu....semuanya aja deh...
the lazt.........
manusia gak ada yang sempurna...
tapi apa salahnya mencoba untuk jadi lebih baik?
aku mau mencoba, kamu mau?
sebelum Tuhan benar-benar membenamkan kita dalam bumi-Nya, sebelum kita benar-benar menyesal telah menjadi manusia yang durhaka dan laknat, dan sebelum semuanya berakhir denagn sia-sia....
try to be the new one, the best for your self and for everyone....
i'll pray for all....
semoga ALLAH tidak mencabut nyawa ini dalam keadaan durhaka, dilaknat dan penuh dosa. semoga masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya.
aku menulis ini karena aku sayang sama semua...
please....
please.... do it...
not just for me, that's all for you.
-phy- in love...
Padahal dompet kosong, and serba ngutang. tapi yang pasti...i'm fine.
hari ini ada sedikit kalimat buat renungan bersama. setelah dua kali Indonesia diguncang gempa berkekuatan 9,0 sr pada 26 Desember 2004 dan yang kemarin....8,7 sr 28 Maret 2005.
what was happen wit this earth? padahal perkiraan awal gempa yang sama takakan terjadi dua kali... ternyata SALAH!!!! salah besar... cause feeling ku bilang lain...
GOD WAS ANGRY TO US!
gila aja... dua kali gempa gede' setelah adanya perayaan hari besar!
that's something in my heart.
ALLAH SWT, tuh marah ma kita manusia... gak sekedar sebuah ujian, ini tuh dah nyampe pada kalimat marah buat aku....cobaan lah, ujian lah, teguran lah... maybe tomorrow the end of the day dateng... who knows...
itu rahasia pribadi ALLAH, bahkan yang dikasi tugas niup sangkakala aja gak tahu kaman kiamat datang.
hari ini, mungkin kita bisa aja senyum-senyum, mikirnya... kita gak kebagian gempa kok! tapi... if the GOD SAY.. "KUN FAYAKUN..." everything can happen!
habis aceh, nias, mungkin selanjutnya jawa, kalimantan, sulawesi-lanjutan gempa yang kemarin-, papua....
this earth will be destroy!
terserah.. siapa aja yang mau bilang aku lagi NGIGO, ngimpi, maksa... but please think bout your next day....
setelah hari kematian akan ada hari kebangkitan, even a singer say..."jika surga dan neraka tak pernah ada..." but please... ngaca, koreksi lagi diri ini... aku, kamu keluargaku, keluargamu, orang-orang terdekatku, orang-orang terdekatmu....semuanya aja deh...
the lazt.........
manusia gak ada yang sempurna...
tapi apa salahnya mencoba untuk jadi lebih baik?
aku mau mencoba, kamu mau?
sebelum Tuhan benar-benar membenamkan kita dalam bumi-Nya, sebelum kita benar-benar menyesal telah menjadi manusia yang durhaka dan laknat, dan sebelum semuanya berakhir denagn sia-sia....
try to be the new one, the best for your self and for everyone....
i'll pray for all....
semoga ALLAH tidak mencabut nyawa ini dalam keadaan durhaka, dilaknat dan penuh dosa. semoga masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya.
aku menulis ini karena aku sayang sama semua...
please....
please.... do it...
not just for me, that's all for you.
-phy- in love...
Monday, March 21, 2005
SURAT CINTA
Malang, 20 MAret 2005
Surat Cinta untuk seorang UT
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hai, ini bukan surat cinta selayaknya rang yang sedang "jatuh hati". Ini sebuah surat yang hika kamu membacanya maka hatimu akan kembali mencinta Dzat itu. Jadi kalau belum siap, tak usah membacanya lagi, Tapi kalau terlanjur, ya... teruskan saja...
Pa kabar? Malam ini langit gelap masih berawan, aku mengurung diri didalam kamar, berfikir bagaimana cara menata kalimat terbaik untuk disampaikan pul adengan cara baik-baik. ini adalah satu bentuk ungkapan cinta yang rada-rada gombal tapi realistis. Karena aku sedang tidak athu bagaimana harusnya aku mengartikan cinta untukkamu.
Sebuah kalimat yang pernah aku terima, "jangan pernah menyamjung cinta bila tak mengerti maknanya cinta." Bukan sekedar kalimat, aku mengartikannya atas maksud keberadaan Dzat yang selalu saja membagikan cinta tanpa diminta, menyisipkan rindu tanpa pernah merindu, menghujani sayang tanpa pernah berharap sayang.
Karena atas itulah, kau ungkapkan cinta itu padamu, tentang cinta Nya yang lebih dari segala macam bentuk cinta yang ada atau pernah kamu temui...
Sudahlah... jangan pungkiri itu, jangan bilang kalau kamu belum pernah dibagi-bagi cinta oleh sekitarmu.
Tapi yang ini beda, rasanya senang....ng sekali menerimanya sebab no GOMBAL WORD, no ROMANTIC TOUCH, no SOMETHING HURT....
yang satu ini terasa begitu nyaman dihati dan jiwa, tersentuh hangat cinta itu sampai ke pembuluh darah, tanpa harus ada yang terluka karena cemburu.
Sebenarnya, aku juga selalu berharap cinta itu datang lebih dulu untukku sebelum DIA membagikannya pada yang lain. Tapikarena kalah agresif dalam mendekati DIA, ya... jadinya aku masih belum merasakan indah cinta Nya padaku.
maka dari tu... rasanya akan begitu menyenangkan kalau aku punya saingan untuk memperebutkan cinta itu, tanpa harus saling melukai, tanpa harus saling...
Aaah... akhirnya aku berhasil menulis surat cinta, tanpa harus mengeluarkan em... mengobral kata cinta itu sendiri hehehe...
yang pasti, yang satu ini rasanya menyenangkan sekali.
aku benar-benar menuliskannya dengan penuh rasa cinta....hehehe....
hhh....
Aneh, ya.... aku benar-benar tidak mampu menceritakan tentang indahnya saat-saat menerima cinta Nya, karena mungkin aku belum pernah merasakannya. walau sebenarnya cinta itu kuterima setiap saat. benar-benar duna penuh cinta untukku.
karena ada kamu, ada orang tuaku, ada adik-adikku, ada teman-temanku, ada sahabat-sahabatku... ada...
Dalam hati ini selalu berharap agar hari-hari penuh cinta itu datang setiap hari, saat sedang sendiri atau sedang bersama dengan orang-orang dihati dalam barisan saf-saf itu.
kalau saja aku boleh meminta pada Nya, agar Ia mengisi hari-harimu juga penuh dengan cinta....
Ah... aku benar-benar berharap cinta itu datang untukku, sebesar keinginanku untuk mencintai Nya...
Semoga saja, setiap harinya, setelah hari ini, saat aku merasakan kehangatan kasin Nya, aku terus dan terus bisa mendapatkan cinta itu...
Kalau saja aku mampu... membalas cinta Nya.
Wassalam
Salam penuh cinta
ephy love you everyday
kamarku 19.30
Surat Cinta untuk seorang UT
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hai, ini bukan surat cinta selayaknya rang yang sedang "jatuh hati". Ini sebuah surat yang hika kamu membacanya maka hatimu akan kembali mencinta Dzat itu. Jadi kalau belum siap, tak usah membacanya lagi, Tapi kalau terlanjur, ya... teruskan saja...
Pa kabar? Malam ini langit gelap masih berawan, aku mengurung diri didalam kamar, berfikir bagaimana cara menata kalimat terbaik untuk disampaikan pul adengan cara baik-baik. ini adalah satu bentuk ungkapan cinta yang rada-rada gombal tapi realistis. Karena aku sedang tidak athu bagaimana harusnya aku mengartikan cinta untukkamu.
Sebuah kalimat yang pernah aku terima, "jangan pernah menyamjung cinta bila tak mengerti maknanya cinta." Bukan sekedar kalimat, aku mengartikannya atas maksud keberadaan Dzat yang selalu saja membagikan cinta tanpa diminta, menyisipkan rindu tanpa pernah merindu, menghujani sayang tanpa pernah berharap sayang.
Karena atas itulah, kau ungkapkan cinta itu padamu, tentang cinta Nya yang lebih dari segala macam bentuk cinta yang ada atau pernah kamu temui...
Sudahlah... jangan pungkiri itu, jangan bilang kalau kamu belum pernah dibagi-bagi cinta oleh sekitarmu.
Tapi yang ini beda, rasanya senang....ng sekali menerimanya sebab no GOMBAL WORD, no ROMANTIC TOUCH, no SOMETHING HURT....
yang satu ini terasa begitu nyaman dihati dan jiwa, tersentuh hangat cinta itu sampai ke pembuluh darah, tanpa harus ada yang terluka karena cemburu.
Sebenarnya, aku juga selalu berharap cinta itu datang lebih dulu untukku sebelum DIA membagikannya pada yang lain. Tapikarena kalah agresif dalam mendekati DIA, ya... jadinya aku masih belum merasakan indah cinta Nya padaku.
maka dari tu... rasanya akan begitu menyenangkan kalau aku punya saingan untuk memperebutkan cinta itu, tanpa harus saling melukai, tanpa harus saling...
Aaah... akhirnya aku berhasil menulis surat cinta, tanpa harus mengeluarkan em... mengobral kata cinta itu sendiri hehehe...
yang pasti, yang satu ini rasanya menyenangkan sekali.
aku benar-benar menuliskannya dengan penuh rasa cinta....hehehe....
hhh....
Aneh, ya.... aku benar-benar tidak mampu menceritakan tentang indahnya saat-saat menerima cinta Nya, karena mungkin aku belum pernah merasakannya. walau sebenarnya cinta itu kuterima setiap saat. benar-benar duna penuh cinta untukku.
karena ada kamu, ada orang tuaku, ada adik-adikku, ada teman-temanku, ada sahabat-sahabatku... ada...
Dalam hati ini selalu berharap agar hari-hari penuh cinta itu datang setiap hari, saat sedang sendiri atau sedang bersama dengan orang-orang dihati dalam barisan saf-saf itu.
kalau saja aku boleh meminta pada Nya, agar Ia mengisi hari-harimu juga penuh dengan cinta....
Ah... aku benar-benar berharap cinta itu datang untukku, sebesar keinginanku untuk mencintai Nya...
Semoga saja, setiap harinya, setelah hari ini, saat aku merasakan kehangatan kasin Nya, aku terus dan terus bisa mendapatkan cinta itu...
Kalau saja aku mampu... membalas cinta Nya.
Wassalam
Salam penuh cinta
ephy love you everyday
kamarku 19.30
TEMAN
Aku salinkan dari sebuah buku tahunan yang belum pernah aku miliki....
TEMAN
(anonim)
Teman adalah hadiah Tuhan buat kita
ada yang bungkusnya bagus dan ada yang menarik
yang bagus wajahnya rupawan
yang kurang menarik, biasa saja.
Tapi kepribadian adalah sisi berbeda dari apa yang terlihat
dan bisa saja memiliki kepribadian yang menarik,
biasa saja, atau menjengkelkan
seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang jelek
Yang isinya bagus jiwanya indah memukau ketika kita berbagi rasa dengannya
Menghabiskan waktu saling bercerita dan menghibur, menangis dan tertawa bersama
Kita mencintai dia dan dia mencintai kita
yang isinya buruk punya jiwa yang terluka
Begitu dalam lukanya sehingga tak mampu lagi mencintai,
Ia tak merasakan cinta dalam hidupnya
Sayang yang kia tangkap darinya sikap penolakan,
dendam, benci, iri hati, sombong, amarah, ...
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa ini
dan mencoba menghindarinya
itu semua bukan karena mereka mempunyai dasar yang buruk
tetapi jiwanya tak mampu memberi cinta.
Justru ia butuh cinta, empati, kesabaran, dan keberaian kita.
Mereka semua hadiah buat kita
mengapa tertipu oleh kemasan?
Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa
Kita tahu hadiah sesungguhnya sudah disiapkan-Nya
Sahabat seperti permata yang tak ternilai harganya
Seorang yang bisa membuat kta ceria dan terhibur
Mereka pinjamkan kupingnya saat kita membutuhkannya
Mereka membuka hati dan perasaan, berbagi suka dan duka
Maka janganlah buang waktu yang kau miliki
Jangan sia-siakan waktu yang sedemikian berharganya
BAgilah waktumu untuk seorang sahabat
Pasti waktu tersebut akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran
Walau kita tak tau darimana, dan dari siapa datangnya
Mulailah dengan membagikan waktu kepada sahabat
Dengan ucapan "BECAUSE I CARE ABOUT YOU."
walau mungkin tidak cukup mudah.... tapi cobalah.
karena mungkin kamu akan temukan satu hal baru yang sebelumnya belum pernah kamu temukan.
salam cinta
-phy-
TEMAN
(anonim)
Teman adalah hadiah Tuhan buat kita
ada yang bungkusnya bagus dan ada yang menarik
yang bagus wajahnya rupawan
yang kurang menarik, biasa saja.
Tapi kepribadian adalah sisi berbeda dari apa yang terlihat
dan bisa saja memiliki kepribadian yang menarik,
biasa saja, atau menjengkelkan
seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang jelek
Yang isinya bagus jiwanya indah memukau ketika kita berbagi rasa dengannya
Menghabiskan waktu saling bercerita dan menghibur, menangis dan tertawa bersama
Kita mencintai dia dan dia mencintai kita
yang isinya buruk punya jiwa yang terluka
Begitu dalam lukanya sehingga tak mampu lagi mencintai,
Ia tak merasakan cinta dalam hidupnya
Sayang yang kia tangkap darinya sikap penolakan,
dendam, benci, iri hati, sombong, amarah, ...
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa ini
dan mencoba menghindarinya
itu semua bukan karena mereka mempunyai dasar yang buruk
tetapi jiwanya tak mampu memberi cinta.
Justru ia butuh cinta, empati, kesabaran, dan keberaian kita.
Mereka semua hadiah buat kita
mengapa tertipu oleh kemasan?
Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa
Kita tahu hadiah sesungguhnya sudah disiapkan-Nya
Sahabat seperti permata yang tak ternilai harganya
Seorang yang bisa membuat kta ceria dan terhibur
Mereka pinjamkan kupingnya saat kita membutuhkannya
Mereka membuka hati dan perasaan, berbagi suka dan duka
Maka janganlah buang waktu yang kau miliki
Jangan sia-siakan waktu yang sedemikian berharganya
BAgilah waktumu untuk seorang sahabat
Pasti waktu tersebut akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran
Walau kita tak tau darimana, dan dari siapa datangnya
Mulailah dengan membagikan waktu kepada sahabat
Dengan ucapan "BECAUSE I CARE ABOUT YOU."
walau mungkin tidak cukup mudah.... tapi cobalah.
karena mungkin kamu akan temukan satu hal baru yang sebelumnya belum pernah kamu temukan.
salam cinta
-phy-
Sunday, March 13, 2005
Cerpen kedewasaan
Bukan Sebatas Cinta
Memutar langit
Membalikkannya jadi bumi
Menukar kehidupan dengan kematian
Tak ada yang bisa jadi jaminan
Segala yang tidak menyenangkan
Bisa jadi menyenangkan
Yang menyenangkan bisa jadi lebih menyenangkan…Itu yang ditulis Shinta di pembukaan e-mailnya hari itu, dan aku hanya bisa menangis menyesal, karena semuanya telah terjadi. Segala yang seharusnya tidak seharusnya terjadi, kalau aku mau berfikir sehat tentang semua yang dituliskan Shinta dalam setiap e-mailnya. Karena aku terlalu bodoh, merasa bahwa diriku sudah dewasa, sudah bisa menentukan masa depanku dengan orang yang mencintaiku, dan melepaskan diri dari kehidupan orang-orang yang sok mengaturku. Dan ternyata satu kesalahan tak terelakkan, dan aku hamil.
Aku tak berani mengatakannya pada mama atau papa, jelas mereka akan langsung membunuhku kalau mereka tahu aku sudah melakukan satu hal yang diluar akal sehat, padahal ujian sudah dekat. Jadinya aku bohong, aku menutupinya hampir selama lima bulan, dan aku memang lulus dengan selamat, tapi tidak saat aku akan melahirkan. Aku semakin down dan tak punya penyemangat, sampai aku ingat kembali Shinta, dia adalah sahabat yang tersiakan olehku. Dan itulah e-mail jawabannya, aku mencoba mencernanya.
“Sedang apa sayang?” Dia memelukku hangat, sambil membelai perutku.
“Baca e-mail, dari Shinta.” Jawabku dan masih saja kubiarkan dia memelukku.
“Dia cerita apa?” Dan sekarang dia duduk disebelahku, ikut membaca e-mail itu.
“Gak usah sedih, nanti setelah anak kita lahir, kamu boleh melakukan apa saja yang kamu suka.” Dan itu memang janjinya.
“Gimana kalau aku kuliah di Malaysia aja?” Kali ini aku menatapnya penuh tanya.
“Jangan jauh-jauh, dong. Masa anak kita ditinggal sendiri?” Dia tersenyum tanpa dosa.
Tuhan… ini memang salahku, dan aku tak akan lari dari takdirku. Dan aku menyandarkan kepalaku di pundaknya, menikmati waktu terakhirku sebelum aku harus mempertaruhkan separuh nyawaku demi janin yang ada dalam rahimku ini.
Malamnya aku membalas e-mail dari Shinta, dan paginya aku sudah dapat balasan lagi.
Diantara puing-puing kehampaan
Yakinlah pada jiwamu yang masih ingin berdiri
Karena dengan begitu…
Kau akan dapat bangkit dan berbuat
Untuk masa depan dirimu dan semua…Aku memang semakin takut, aku takut tak diberi kesempatan untuk membesarkan janinku ini, aku takut, kalau ternyata setelah janin ini terlahir dia meninggalkanku dan membatalkan semua rencana yang sudah kuimpikan. Aku masih punya segudang ketakutan yang membuatku semakin kosong-kosong dan kosong, hingga aku tak tahu harus pada siapa lagi aku bersandar. Dan Shinta mengingatkanku pada kuasa Tuhan, hanya Dia yang berhak mengatur bagaimana masa depan akan jadi milik kita. Kita hanya boleh berencana dan harus berusaha, tapi hasil akhir itu hak-Nya lah untuk menentukan. Dan karena ini kesalahanku juga, maka aku harus siap menanggung segala resikonya.
Malam ini aku menelfon mama dan papa, aku memang anak perantauan, dengan segala ide gilaku aku menjalani tahun-tahun terakhir masa SMU ku yang mungkin memang diluar akal sehat. Perkiraan kelahiran bayiku dalam minggu ini, dan sebenarnya aku tak mau sendirian di ruang bersalin nanti walau mama baru tahu tapi dengan rela mama memenuhi permintaanku dan mama berjanji akan datang besok, dan papa mempersiapkan segala sesuatu untuk urusan pernikahanku. Sebenarnya mereka sudah tahu sejak hari wisudaku, tapi aku memberi tahu mereka setelah mereka pulang. Dan mungkin memang tak ada maaf untukku, tapi aku sudah berjanji pada diriku kalau kesalahan ini tak akan terjadi pada anakku. Dan malam ini aku bisa tidur dengan nyenyak, sendiri.
Pagi ini aku kembali memeriksa inbox e-mailku, ada satu e-mail disana, dari Shinta.
Keinginan untuk bangun dalam kesakitan
Seperti usaha hidup teratai tanpa air
Tapi tak sesulit itu jika semua dilakukan
Tak sendiri…Dear sahabatku yang akan segera jadi bunda, aku punya beberapa nama untuk bakal keponakanku, silahkan dipilih. Walaupun aku rasa kamu sudah mempersiapkan nama untuk cinta pertamamu itu. Gak ada salahnyakan memberikan yang terbaik untuk cintamu itu. Dan salamku juga untuk sang calon ayah, selamat berjuang sahabatku. Doaku selalu untukmu.
Dan dua hari kemudian… siang yang tak begitu melelahkan, hanya beberapa jam setelah mama dan papa datang, aku merasakan mulas dan mama segera mengeluarkan mobilku dari garasi. Saat yang sama kulihat seseorang tersenyum padaku dibalik kaca mobil. Shinta!
“Sabar ya, coba tarik nafas pelan-pelan. Tante biar saya saja yang setir.” Dan dia beranjak kebelakang kemudi.
Entah dimana dia saat ini, aku bahkan tak berminat meraih hp-ku, aku hanya ingin semua berjalan baik-baik saja. Mama ada didekatku, dan Shinta dengan segera mengantarkanku ke rumah bersalin yang sudah aku pesan, dan mereka segera menanganiku.
“Baru bukaan empat, kalau cepat mungkin bisa lahir sore ini, tapi kalau tidak nanti malam.” Dan perawat itu meninggalkanku berdua dengan Shinta.
“Kok, tiba-tiba datang?” Tanyaku padanya.
“Gak tega, sorry, ya…” Shinta menatapku penuh pinta.
“Gak pa pa, makasih banyak. Tapi kamu ambil penerbangan kapan?” Aku masih penasaran.
“Tadi malam, langsung yang ke Singapore, dan tadi pagi sudah sampai aku mampir ke rumah tante nitip tas aja, terus langsung kerumahmu.” Ceritanya.
“Aku ngrepotin kamu, nih.”
“Kan aku yang mau datang, kenapa juga ngrepotin?” Saat itu kulihat ia dipintu ruangan.
“Sayang, sorry… kuliahku penuh.” Dan ia tampak shock ketika melihat Shinta.
“Shinta?” Ia seakan tak percaya kalau Shinta datang untukku. Tapi kemudian dia meninggalkan kami lagi berdua.
“Shin, ini kemungkinan terburuk, kalau aku tak bisa membesarkan anak ini, kamu mau membawanya bersamamu?” Entah darimana ide itu terlintas diotakku.
“Kamu pasti akan membesarkannya, kamu juga sudah janji mau menyusulku kan? Jangan pesimis.” Dan dia tersenyum padaku.
“Aku akan minta izin mama supaya kalau anak ini sudah memasuki usia sekolah, biar dia ikut denganmu, biar dia tidak mengalami hal yang sama sepertiku.” Dan Shinta mengangguk untukku.
Malam itu bayiku lahir, aku sempat melihatnya, pangeran yang tampan, tapi dia masih merah, dan dia tertidur lelap dalam pelukanku. Dan yang kusadari adalah dua hari kemudian aku belum boleh pulang, aku dibawa ke rumah sakit yang lain, kali ini aku di infus kanan-kiri, dan kurasa tubuhku semakin lemah. Setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi dalam tubuhku, yang kulihat hanyalah Shinta yang sedang bersimpuh dan menangis berdoa, kudengar lirih suaranya.
“Tuhan, kalau memang Kau hadiahkan usia yang sampai disini untuk Lisa, biarkan dia kembali pada Mu tanpa derita, tapi jika Kau ingin berikan kesempatan lagi untuk Lisa, hentikan dera itu Tuhan.” Dan airmata Shinta jatuh basahi pipinya yang memerah.
Kekasihku, dimana dia? Oh… ya, dia tak mungkin ada ditempat yang sama dengan Shinta, aku menemukannya dikoridor ruang tunggu, diam tertunduk dan membisu. Saat itu kulihat seorang perawat menemuinya, dan mengantarnya keruang dokter, aku disana, aku mendengarkannya.
“Rahimnya tidak cukup kuat, walaupun selama kehamilan baik-baik saja, tapi tidak akan baik untuk kelanjutannya. Kemungkinan dia akan lumpuh total kalau masih bisa bertahan atau kami tak bisa banyak berjanji kalau kondisinya semakin memburuk.” Dan dia tertunduk membisu.
Tak lama setelah aku beranjak dari ruangan itu, aku melihat seseorang menghampiriku, seseorang dengan sinaran putih diseluruh tubuhnya. Lalu aku bertanya padanya, apakah dia datang untuk menjemputku, dia hanya tersenyum. Dan kurasa jiwaku beranjak menjauh dari tubuhku, dan mesin deteksi jantung itu berbunyi kencang. Dokter itu segera beranjak keruang rawatku, beberapa alat dipasangkan ketubuhku, aku dikejutkan dengan listrik, dan kulihat Shinta sedang berjalan kearah ruanganku, mama sedang memeluk cintaku, dan papa tampak tegang didepan ruangan tempatku terbaring. Seakan semua menjauh dariku dan kali terakhir kulihat. Aku pergi.
Lima tahun kemudian.
“Ini adalah catatan yang ditulis sahabat saya, saya rasa para remaja perlu tahu bahwa kehidupan dengan gaya hidup bebas tidak akan memberikan hasil akhir yang baik. Karena itu saya sangat ingin membantu para orang tua untuk menjadikan putra-putrinya menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan berfikiran kritis.”
“Ditulis berdasarkan kisah nyata, dengan nama tokoh yang disamarkan, tapi saya harap ilmunya bisa bermanfaat, saya Devina Shinta Zakiyah.”
Siang yang teduh dan terasa gerah kulangkahkan kakiku menuju makam itu, digandenganku pangeran kecil itu tampak tenang. Dan saat aku bersimpuh dimakam itu dia ikut bersimpuh disebelahku.
“Lisa, ini pangeranmu datang. Besok kami akan berangkat ke Malaysia, mungkin satu tahun lagi baru kami pulang, pamit ya… Deva, pamit sama bunda, dong.” Pintaku pada pangeran itu.
“Bunda, Deva janji akan terus berdoa untuk bunda, Deva janji akan patuh pada Bunda Shinta, kalau Deva pulang Deva pasti jenguk bunda.” Dan pangeran itu menaburkan segenggam bunga yang sedaritadi dipegangnya.
“Lisa, kami pergi.” Dan kutinggalkan pemakaman itu.
Aku mencoba menuliskannya dengan bahasa yang mudah untuk dipahami, supaya mereka tahu tak ada yang meneyangkan dengan gaya hidup bebas, yang mengizinkan manusia-manusia muda itu hidup dengan drugs dan free sex. Agar tak ada lagi Lisa-Lisa yang lain, yang harus menjadi korban cinta buta. Agar tak ada lagi Deva-Deva kecil yang harus hidup tanpa cinta dan belaian kasih bundanya. Dan semoga anak bangsa ini hidup dalam damai dan bahagia.
Malang, 3 nope’ 04 (20.00)
To all young Mommy, be a good Mom!
Memutar langit
Membalikkannya jadi bumi
Menukar kehidupan dengan kematian
Tak ada yang bisa jadi jaminan
Segala yang tidak menyenangkan
Bisa jadi menyenangkan
Yang menyenangkan bisa jadi lebih menyenangkan…Itu yang ditulis Shinta di pembukaan e-mailnya hari itu, dan aku hanya bisa menangis menyesal, karena semuanya telah terjadi. Segala yang seharusnya tidak seharusnya terjadi, kalau aku mau berfikir sehat tentang semua yang dituliskan Shinta dalam setiap e-mailnya. Karena aku terlalu bodoh, merasa bahwa diriku sudah dewasa, sudah bisa menentukan masa depanku dengan orang yang mencintaiku, dan melepaskan diri dari kehidupan orang-orang yang sok mengaturku. Dan ternyata satu kesalahan tak terelakkan, dan aku hamil.
Aku tak berani mengatakannya pada mama atau papa, jelas mereka akan langsung membunuhku kalau mereka tahu aku sudah melakukan satu hal yang diluar akal sehat, padahal ujian sudah dekat. Jadinya aku bohong, aku menutupinya hampir selama lima bulan, dan aku memang lulus dengan selamat, tapi tidak saat aku akan melahirkan. Aku semakin down dan tak punya penyemangat, sampai aku ingat kembali Shinta, dia adalah sahabat yang tersiakan olehku. Dan itulah e-mail jawabannya, aku mencoba mencernanya.
“Sedang apa sayang?” Dia memelukku hangat, sambil membelai perutku.
“Baca e-mail, dari Shinta.” Jawabku dan masih saja kubiarkan dia memelukku.
“Dia cerita apa?” Dan sekarang dia duduk disebelahku, ikut membaca e-mail itu.
“Gak usah sedih, nanti setelah anak kita lahir, kamu boleh melakukan apa saja yang kamu suka.” Dan itu memang janjinya.
“Gimana kalau aku kuliah di Malaysia aja?” Kali ini aku menatapnya penuh tanya.
“Jangan jauh-jauh, dong. Masa anak kita ditinggal sendiri?” Dia tersenyum tanpa dosa.
Tuhan… ini memang salahku, dan aku tak akan lari dari takdirku. Dan aku menyandarkan kepalaku di pundaknya, menikmati waktu terakhirku sebelum aku harus mempertaruhkan separuh nyawaku demi janin yang ada dalam rahimku ini.
Malamnya aku membalas e-mail dari Shinta, dan paginya aku sudah dapat balasan lagi.
Diantara puing-puing kehampaan
Yakinlah pada jiwamu yang masih ingin berdiri
Karena dengan begitu…
Kau akan dapat bangkit dan berbuat
Untuk masa depan dirimu dan semua…Aku memang semakin takut, aku takut tak diberi kesempatan untuk membesarkan janinku ini, aku takut, kalau ternyata setelah janin ini terlahir dia meninggalkanku dan membatalkan semua rencana yang sudah kuimpikan. Aku masih punya segudang ketakutan yang membuatku semakin kosong-kosong dan kosong, hingga aku tak tahu harus pada siapa lagi aku bersandar. Dan Shinta mengingatkanku pada kuasa Tuhan, hanya Dia yang berhak mengatur bagaimana masa depan akan jadi milik kita. Kita hanya boleh berencana dan harus berusaha, tapi hasil akhir itu hak-Nya lah untuk menentukan. Dan karena ini kesalahanku juga, maka aku harus siap menanggung segala resikonya.
Malam ini aku menelfon mama dan papa, aku memang anak perantauan, dengan segala ide gilaku aku menjalani tahun-tahun terakhir masa SMU ku yang mungkin memang diluar akal sehat. Perkiraan kelahiran bayiku dalam minggu ini, dan sebenarnya aku tak mau sendirian di ruang bersalin nanti walau mama baru tahu tapi dengan rela mama memenuhi permintaanku dan mama berjanji akan datang besok, dan papa mempersiapkan segala sesuatu untuk urusan pernikahanku. Sebenarnya mereka sudah tahu sejak hari wisudaku, tapi aku memberi tahu mereka setelah mereka pulang. Dan mungkin memang tak ada maaf untukku, tapi aku sudah berjanji pada diriku kalau kesalahan ini tak akan terjadi pada anakku. Dan malam ini aku bisa tidur dengan nyenyak, sendiri.
Pagi ini aku kembali memeriksa inbox e-mailku, ada satu e-mail disana, dari Shinta.
Keinginan untuk bangun dalam kesakitan
Seperti usaha hidup teratai tanpa air
Tapi tak sesulit itu jika semua dilakukan
Tak sendiri…Dear sahabatku yang akan segera jadi bunda, aku punya beberapa nama untuk bakal keponakanku, silahkan dipilih. Walaupun aku rasa kamu sudah mempersiapkan nama untuk cinta pertamamu itu. Gak ada salahnyakan memberikan yang terbaik untuk cintamu itu. Dan salamku juga untuk sang calon ayah, selamat berjuang sahabatku. Doaku selalu untukmu.
Dan dua hari kemudian… siang yang tak begitu melelahkan, hanya beberapa jam setelah mama dan papa datang, aku merasakan mulas dan mama segera mengeluarkan mobilku dari garasi. Saat yang sama kulihat seseorang tersenyum padaku dibalik kaca mobil. Shinta!
“Sabar ya, coba tarik nafas pelan-pelan. Tante biar saya saja yang setir.” Dan dia beranjak kebelakang kemudi.
Entah dimana dia saat ini, aku bahkan tak berminat meraih hp-ku, aku hanya ingin semua berjalan baik-baik saja. Mama ada didekatku, dan Shinta dengan segera mengantarkanku ke rumah bersalin yang sudah aku pesan, dan mereka segera menanganiku.
“Baru bukaan empat, kalau cepat mungkin bisa lahir sore ini, tapi kalau tidak nanti malam.” Dan perawat itu meninggalkanku berdua dengan Shinta.
“Kok, tiba-tiba datang?” Tanyaku padanya.
“Gak tega, sorry, ya…” Shinta menatapku penuh pinta.
“Gak pa pa, makasih banyak. Tapi kamu ambil penerbangan kapan?” Aku masih penasaran.
“Tadi malam, langsung yang ke Singapore, dan tadi pagi sudah sampai aku mampir ke rumah tante nitip tas aja, terus langsung kerumahmu.” Ceritanya.
“Aku ngrepotin kamu, nih.”
“Kan aku yang mau datang, kenapa juga ngrepotin?” Saat itu kulihat ia dipintu ruangan.
“Sayang, sorry… kuliahku penuh.” Dan ia tampak shock ketika melihat Shinta.
“Shinta?” Ia seakan tak percaya kalau Shinta datang untukku. Tapi kemudian dia meninggalkan kami lagi berdua.
“Shin, ini kemungkinan terburuk, kalau aku tak bisa membesarkan anak ini, kamu mau membawanya bersamamu?” Entah darimana ide itu terlintas diotakku.
“Kamu pasti akan membesarkannya, kamu juga sudah janji mau menyusulku kan? Jangan pesimis.” Dan dia tersenyum padaku.
“Aku akan minta izin mama supaya kalau anak ini sudah memasuki usia sekolah, biar dia ikut denganmu, biar dia tidak mengalami hal yang sama sepertiku.” Dan Shinta mengangguk untukku.
Malam itu bayiku lahir, aku sempat melihatnya, pangeran yang tampan, tapi dia masih merah, dan dia tertidur lelap dalam pelukanku. Dan yang kusadari adalah dua hari kemudian aku belum boleh pulang, aku dibawa ke rumah sakit yang lain, kali ini aku di infus kanan-kiri, dan kurasa tubuhku semakin lemah. Setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi dalam tubuhku, yang kulihat hanyalah Shinta yang sedang bersimpuh dan menangis berdoa, kudengar lirih suaranya.
“Tuhan, kalau memang Kau hadiahkan usia yang sampai disini untuk Lisa, biarkan dia kembali pada Mu tanpa derita, tapi jika Kau ingin berikan kesempatan lagi untuk Lisa, hentikan dera itu Tuhan.” Dan airmata Shinta jatuh basahi pipinya yang memerah.
Kekasihku, dimana dia? Oh… ya, dia tak mungkin ada ditempat yang sama dengan Shinta, aku menemukannya dikoridor ruang tunggu, diam tertunduk dan membisu. Saat itu kulihat seorang perawat menemuinya, dan mengantarnya keruang dokter, aku disana, aku mendengarkannya.
“Rahimnya tidak cukup kuat, walaupun selama kehamilan baik-baik saja, tapi tidak akan baik untuk kelanjutannya. Kemungkinan dia akan lumpuh total kalau masih bisa bertahan atau kami tak bisa banyak berjanji kalau kondisinya semakin memburuk.” Dan dia tertunduk membisu.
Tak lama setelah aku beranjak dari ruangan itu, aku melihat seseorang menghampiriku, seseorang dengan sinaran putih diseluruh tubuhnya. Lalu aku bertanya padanya, apakah dia datang untuk menjemputku, dia hanya tersenyum. Dan kurasa jiwaku beranjak menjauh dari tubuhku, dan mesin deteksi jantung itu berbunyi kencang. Dokter itu segera beranjak keruang rawatku, beberapa alat dipasangkan ketubuhku, aku dikejutkan dengan listrik, dan kulihat Shinta sedang berjalan kearah ruanganku, mama sedang memeluk cintaku, dan papa tampak tegang didepan ruangan tempatku terbaring. Seakan semua menjauh dariku dan kali terakhir kulihat. Aku pergi.
Lima tahun kemudian.
“Ini adalah catatan yang ditulis sahabat saya, saya rasa para remaja perlu tahu bahwa kehidupan dengan gaya hidup bebas tidak akan memberikan hasil akhir yang baik. Karena itu saya sangat ingin membantu para orang tua untuk menjadikan putra-putrinya menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan berfikiran kritis.”
“Ditulis berdasarkan kisah nyata, dengan nama tokoh yang disamarkan, tapi saya harap ilmunya bisa bermanfaat, saya Devina Shinta Zakiyah.”
Siang yang teduh dan terasa gerah kulangkahkan kakiku menuju makam itu, digandenganku pangeran kecil itu tampak tenang. Dan saat aku bersimpuh dimakam itu dia ikut bersimpuh disebelahku.
“Lisa, ini pangeranmu datang. Besok kami akan berangkat ke Malaysia, mungkin satu tahun lagi baru kami pulang, pamit ya… Deva, pamit sama bunda, dong.” Pintaku pada pangeran itu.
“Bunda, Deva janji akan terus berdoa untuk bunda, Deva janji akan patuh pada Bunda Shinta, kalau Deva pulang Deva pasti jenguk bunda.” Dan pangeran itu menaburkan segenggam bunga yang sedaritadi dipegangnya.
“Lisa, kami pergi.” Dan kutinggalkan pemakaman itu.
Aku mencoba menuliskannya dengan bahasa yang mudah untuk dipahami, supaya mereka tahu tak ada yang meneyangkan dengan gaya hidup bebas, yang mengizinkan manusia-manusia muda itu hidup dengan drugs dan free sex. Agar tak ada lagi Lisa-Lisa yang lain, yang harus menjadi korban cinta buta. Agar tak ada lagi Deva-Deva kecil yang harus hidup tanpa cinta dan belaian kasih bundanya. Dan semoga anak bangsa ini hidup dalam damai dan bahagia.
Malang, 3 nope’ 04 (20.00)
To all young Mommy, be a good Mom!
Saturday, March 05, 2005
KEPEMIMPINAN
Manusia akan dimintai Pertanggung Jawaban!
Kemenangan bukan segalanya
Jika itu tentang -AMANAT-
Kemenangan bukan suatu yang patut
dirayakan dengan hura-hura
jika itu tentang -MEMMIMPIN-
Kemenangan bukan hal yang harus
dibanggakan denan tinggi hati
jika itu tentang -RAKYAT-
memimpin - melaksanakan amanat - rakyat
bukan tugas sederhana, teman...
tapi...
Allah tak akan menanggungkan DERITA
lebih deri kemampuan HAMBA-Nya
Alalh tak akan membebankan TANGGUNG JAWAB
jika mahluk Nya tak dapat
melaksanakannya
So?
tersenyumlah Pemimpin, karena kau adalah
orang kuat yang dipercaya Rakyat untuk
menjalankan amanah itu...
Menangislah jika kau tak mampu berbuat
yang terbaik untuk amanah yang telah
dipercayakan padamu itu...
Karena Allah tak akan menawarkan
suatu yang sama 2X !!!
Aku akan berusaha untuk
melakukan yang sama.
Malang, 30Des04 (19.10)
Kemenangan bukan segalanya
Jika itu tentang -AMANAT-
Kemenangan bukan suatu yang patut
dirayakan dengan hura-hura
jika itu tentang -MEMMIMPIN-
Kemenangan bukan hal yang harus
dibanggakan denan tinggi hati
jika itu tentang -RAKYAT-
memimpin - melaksanakan amanat - rakyat
bukan tugas sederhana, teman...
tapi...
Allah tak akan menanggungkan DERITA
lebih deri kemampuan HAMBA-Nya
Alalh tak akan membebankan TANGGUNG JAWAB
jika mahluk Nya tak dapat
melaksanakannya
So?
tersenyumlah Pemimpin, karena kau adalah
orang kuat yang dipercaya Rakyat untuk
menjalankan amanah itu...
Menangislah jika kau tak mampu berbuat
yang terbaik untuk amanah yang telah
dipercayakan padamu itu...
Karena Allah tak akan menawarkan
suatu yang sama 2X !!!
Aku akan berusaha untuk
melakukan yang sama.
Malang, 30Des04 (19.10)
KEPRIBADIAN
Ketika seseorang telah menerimamu
jangan kau korbankan identitas dirimu
demi seorang itu...
Ketika seseorang membanggakanmu
jangan sia-siakan image baikmu
demi kebanggaan seorang itu...
Ketika seorang mempercayaimu
jangan khianati dia dengan sikap burukmu
karena kepercayaan tak bisa ditawarkan
banyak kali...
Dan ketika kau sedang mencoba
temukan jalan yang terbaik untuk hidupmu
jangan korbankan kepribadianmu yang
telah terbentuk dengan baik
karena semakin sering kamu berubah
tanpa ke-jelas-an
mereka akan menganggapmu
MUSANG BERBULU DOMBA
atau PERI BERSAYAP SETAN
karena itu...
jangan korbankan apapun demi
sesuatu yang TIDAK JELAS!!!
malang, 30Des04(19.00)
jangan kau korbankan identitas dirimu
demi seorang itu...
Ketika seseorang membanggakanmu
jangan sia-siakan image baikmu
demi kebanggaan seorang itu...
Ketika seorang mempercayaimu
jangan khianati dia dengan sikap burukmu
karena kepercayaan tak bisa ditawarkan
banyak kali...
Dan ketika kau sedang mencoba
temukan jalan yang terbaik untuk hidupmu
jangan korbankan kepribadianmu yang
telah terbentuk dengan baik
karena semakin sering kamu berubah
tanpa ke-jelas-an
mereka akan menganggapmu
MUSANG BERBULU DOMBA
atau PERI BERSAYAP SETAN
karena itu...
jangan korbankan apapun demi
sesuatu yang TIDAK JELAS!!!
malang, 30Des04(19.00)
Subscribe to:
Posts (Atom)
